MEDIAINVESTIGASI.NET – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggencarkan upaya pemberantasan ikan sapu-sapu di sejumlah sungai dan waduk. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena keberadaan ikan tersebut dinilai merusak ekosistem perairan sekaligus berpotensi menimbulkan dampak bagi kesehatan masyarakat.
Ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus merupakan spesies invasif yang berkembang sangat cepat di perairan Jakarta. Ikan ini dikenal mampu bertahan hidup di kondisi air yang tercemar sekalipun, sehingga populasinya sulit dikendalikan.
Penyebab Ikan Sapu-Sapu Diberantas
Ada beberapa alasan utama mengapa ikan sapu-sapu menjadi target pemberantasan di DKI Jakarta:
Pertama, ikan ini bersifat invasif dan mengancam keberlangsungan ikan lokal. Sapu-sapu bersaing dalam mendapatkan makanan dan ruang hidup, bahkan dapat merusak habitat ikan asli.
Kedua, ikan sapu-sapu sering menggerus dasar sungai dan tanggul dengan cara membuat lubang untuk berkembang biak. Hal ini berpotensi merusak struktur bantaran sungai dan memperparah risiko longsor atau kerusakan infrastruktur.
Ketiga, ikan ini berkembang biak dengan sangat cepat tanpa kontrol alami, sehingga populasinya mendominasi perairan dan mengganggu keseimbangan ekosistem.
Keempat, ikan sapu-sapu dikenal sebagai pemakan segala (detritivor), termasuk limbah organik dan kotoran yang ada di dasar sungai. Kondisi ini membuatnya menyerap berbagai zat berbahaya dari lingkungan tercemar.
Dampak bagi Kesehatan
Selain merusak lingkungan, ikan sapu-sapu juga berpotensi berdampak pada kesehatan manusia, terutama jika dikonsumsi.
Ikan yang hidup di perairan tercemar berisiko mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, dan zat berbahaya lainnya. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, kandungan tersebut dapat memicu gangguan kesehatan seperti kerusakan hati, ginjal, hingga gangguan saraf.
Selain itu, ikan sapu-sapu juga berpotensi membawa bakteri dan паразit dari lingkungan kotor tempat hidupnya. Konsumsi tanpa pengolahan yang tepat dapat meningkatkan risiko infeksi atau gangguan pencernaan.
Tak hanya itu, tekstur tubuh ikan sapu-sapu yang keras dan memiliki bagian berduri juga dapat membahayakan jika tidak diolah dengan benar.
Upaya Penanganan
Pemprov DKI Jakarta bersama dinas terkait secara rutin melakukan penangkapan massal ikan sapu-sapu di sungai dan waduk. Dalam beberapa kasus, hasil tangkapan dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau diolah menjadi produk non-konsumsi.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melepasliarkan ikan sapu-sapu ke perairan umum serta menjaga kebersihan lingkungan sungai.
Dengan langkah ini, diharapkan keseimbangan ekosistem perairan di Jakarta dapat kembali terjaga, sekaligus meminimalisir risiko kesehatan yang ditimbulkan dari keberadaan ikan invasif tersebut.











