Pasaman Barat, Mediainvestigasi.net – Warga Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, dikejutkan oleh serangan beruang liar yang terjadi pada Sabtu pagi (14/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Insiden tersebut berlangsung di kawasan persawahan Labuah Barulak saat warga tengah melakukan panen padi.
Menurut informasi yang dihimpun, seekor beruang tiba-tiba muncul dari sekitar area persawahan dan langsung menyerang warga yang sedang beraktivitas.
Situasi mendadak panik karena kemunculan satwa liar tersebut terjadi tanpa tanda-tanda sebelumnya.
Tiga Warga Mengalami Luka

Akibat kejadian itu, tiga orang warga dilaporkan mengalami luka-luka. Mereka adalah:
- Aidil Putra (20 tahun), warga Barulak
- Sabri (65 tahun), warga Talu
- Maijasman (63 tahun), warga Barulak
Warga sekitar yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama sekaligus berupaya mengamankan situasi untuk mencegah korban tambahan.
Korban Dirawat di RS Yarsi Simpang Empat dan Puskesmas
Setelah kondisi dinilai cukup aman, para korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebagian korban saat ini dirawat di RS Yarsi Simpang Empat Pasaman Barat, sementara lainnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Talu.
Hingga berita ini diturunkan, para korban masih dalam penanganan tenaga medis.
Wali Nagari Sinuruik: Warga Diminta Tetap Tenang
Wali Nagari Sinuruik, Frianton, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan memastikan pemerintah nagari langsung bergerak cepat.
“Benar, pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB telah terjadi serangan beruang di area persawahan Labuah Barulak. Tiga warga kami mengalami luka dan sudah mendapatkan penanganan medis,” ujar Frianton.
Ia menjelaskan, pihak nagari segera berkoordinasi dengan instansi terkait setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Kami langsung berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut dan mengimbau masyarakat agar sementara waktu menghindari aktivitas di sekitar lokasi kejadian,” jelasnya.
Frianton juga meminta warga untuk tidak bertindak sendiri dalam menangani satwa liar tersebut.
“Kami minta masyarakat tetap tenang, tidak melakukan perburuan sendiri, dan menyerahkan penanganan kepada pihak yang berkompeten,” tegasnya.
Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Usai kejadian, sejumlah warga sempat menelusuri jejak beruang di sekitar lokasi sambil menunggu kedatangan pihak berwenang.
Saat ini situasi dilaporkan mulai kondusif, namun aktivitas di sekitar area kejadian masih dibatasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah yang berbatasan dengan hutan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi konflik manusia dan satwa liar.
Warga berharap, pemerintah nagari bersama pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.***
Penulis: Rully Firmansyah














