Proyek Pembuatan Lapangan Di lokasi SMPN 7 Seluma, Diduga Tidak Di Pasang Papan Merek Seperti Siluman.
Bengkulu Seluma, MediaInvestigasi.Net – Proyek pembangunan pembuatan lapangan untuk olah raga anak-anak didik di SMPN 7 yang berlokasi Desa Sidoluhur Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma, Propinsi Bengkulu.
Salah satu titik proyek perehapan pekerjaan lapangan bola volley dan bola basket bukan untuk di fungsikan untuk umum, melainkan khusus untuk anak-anak didik di Sekolah SMPN 7 Seluma.
Namun, di duga proyek ini Siluman dan tidak jelas masalah pendanaannya. Tidak ada papan merek proyek, dan tidak jelas sumber dana dari mana, dan volume proyek pun tidak tertera pembangunan dan anggaran pun tidak jelas dari mana sumber dana tersebut. (19/3/2024)
“Menurut keterangan tenaga kerja proyek tersebut saya sebatas harian tidak tau apa” salah satu bekerja di proyek di SMPN 7 ini, mengatakan langsung kepada awak media saat mengkonfirmasi kepada pemborong atau pembuatan lapangan kerja tersebut.
Dan dia menjawab di sini tidak ada kontraktor, adanya tenaga kerja harian lepas (buruh) hanya cari makan coba kompirmasi kepada kepala sekolah,” tutur tenaga kerja lapangan.
“Kepala Sekolah SMPN 7 mau di temui oleh awak media dan di kompirmasi pun sudah pulang, dan menemui tenaga kerja mengajak bicara kepada beberapa pertanyaan kepada salah satu mandor lapangan menjelaskan kepada awak media, di SMPN 7 Seluma ini wali murid banyak yang mengeluh kan berdasarkan beberapa, iyuran yang tidak masuk akal dan tidak jelas seperti pungutan parkir kendaraan anak-anak murid SMPN 7 Seluma, yang harus bayar per satu unit sepada motor Rp. 2000 setiap hari dan parkirnya pun di luar sekolah itupun aturan dan peraturan kepala sekolah yang baru,” pungkas wali murid.
“Berdasarkan kendaraan anak-anak murid tidak diperbolehkan masuk halaman sekolah.
Aturan kepala sekolah SMPN 7 Seluma begitu aturan dan peraturan di lokasi SMPN 7, padahal di sekolah ini sekolah favorit untuk anak-anak didik dan untuk mencerdaskan agar murid bisa menimba ilmu tetapi diduga dengan kerasnya keputusan yang di terapkan oleh sekolah tersebut, menurut keterangan salah satu Masyarakat tapi sayang beliau tidak mau menyebutkan namanya takut anak di keluarkan dari sekolah favorit tersebut.
Juga di setiap merencanakan pembangunan dan kegiatan tidak ada kompirmasi nya dengan pihak komite sekolah.
Menurut salah satu anggota komite sekolah SMPN 7 Seluma. Apa lagi ada proyek yang sekarang di kerjakan. Komite tidak tau anggaran nya dan dana dari mana, seperti ada yang di sembunyikan dan tidak jelas dari mana lokasi dana tersebut.
Selanjutnya, Mohon kepada APH dan DINAS Pendidikan kabupaten Seluma, jangan tutup mata dan tutup telinga di karenakan SMPN 7 Seluma, sangat meresahkan dan membebani wali murid di karenakan wali murid tidak semua kaya dan mampu. di karenakan wali murid anak nya supaya tidak tertinggal pendidikan formalnya tetapi diduga terhalang oleh aturan dan peraturan di sekolah,” tutup salah satu komite sekolah.
Media Investigasi Net. tim (pewarta Yudi Wusono )











