Pilwana Rasa Pilkada
Ketika Langkah Seorang “Mamak Rumah” Diantar Ribuan Harapan, Ketua DPD Golkar Agam Turut Mengiringi Pendaftaran Calon Wali Nagari Langgam Sepakat
Pasaman Barat | mediainvestigasi.net
Tidak setiap pendaftaran calon Wali Nagari mampu menghentikan langkah orang-orang untuk menoleh. Namun, pemandangan berbeda tersaji di Nagari Langgam Sepakat, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Hari itu, pendaftaran seorang bakal calon berubah menjadi peristiwa yang mengingatkan masyarakat pada kemeriahan sebuah pemilihan kepala daerah.
Dari kediaman H. Khairul Amri, SP—yang akrab disapa Mak Ukai—di Kampung Silambau, iring-iringan kendaraan bergerak perlahan menuju Kampung Jambu. Di sana, masyarakat telah menunggu. Tanpa dikomando, mereka kemudian berjalan kaki bersama menuju lokasi pendaftaran, seolah setiap langkah adalah doa yang dititipkan kepada sosok yang mereka harapkan memimpin nagari.
Dentuman Tambua Tassa menggema, mengiringi rombongan yang disambut dengan Silek Galombang, simbol penghormatan dalam adat Minangkabau. Tradisi dan demokrasi berpadu menjadi satu, menghadirkan suasana yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna.
Di barisan pengantar tampak para pemangku adat dan tokoh masyarakat, di antaranya Dt. Indo Marajo beserta para Bila Rajo, Katik, Tuo Sumando, Bundo Kanduang, urang sumando, pemuda dan pemudi Kampung Silambau. Dari Aua Sarumpun hadir Dt. Jando Lela bersama masyarakat, sementara dari Kampung Jambu tampak Dt. Majo Garang, Bila Siam, Bundo Kanduang, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Namun perhatian masyarakat juga tertuju kepada kehadiran DR (C) Joni Putra, S.Kom., MM., CHRM., Dt. Bintaro Hitam, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Agam dua periode sekaligus anggota DPRD Agam tiga periode.
Di hadapan awak mediainvestigasi.net, Joni Putra menegaskan bahwa kehadirannya bukan membawa atribut politik.
“Saya datang bukan atas nama partai ataupun sebagai anggota DPRD Agam. Saya hadir sebagai urang sumando Kampung Silambau di bawah panji Dt. Indo Marajo. Saya merasa terpanggil mengantarkan mamak rumah kami, H. Khairul Amri, untuk mendaftar sebagai calon Wali Nagari Langgam Sepakat,” ujarnya.
Menurutnya, sosok seperti Mak Ukai semakin langka di zaman sekarang.
“Hari ini sulit menemukan calon pemimpin yang benar-benar tumbuh dari bawah, hidup bersama masyarakat, dan lahir dari kepercayaan warganya sendiri. Karena itulah saya ikut mengantarkan beliau.”
Ia mengaku terharu menyaksikan antusiasme masyarakat yang memenuhi prosesi tersebut.
“Jangankan di Pasaman Barat, mungkin di Sumatera Barat pun belum pernah saya melihat pendaftaran bakal calon Wali Nagari semeriah ini. Suasananya seperti pendaftaran bakal calon bupati. Yang lebih membanggakan lagi, seluruh rangkaian acara tetap menjunjung tinggi adat Minangkabau melalui Tambua Tassa dan Silek Galombang,” ungkapnya.
Di tengah lautan masyarakat yang terus mengiringi langkahnya, Mak Ukai tampak beberapa kali menyeka air mata. Bukan karena lelah berjalan, melainkan karena haru melihat besarnya dukungan yang mengalir dari masyarakat.
Hari itu bukan sekadar proses administrasi pencalonan. Ia menjelma menjadi sebuah pesan bahwa ketika seorang pemimpin lahir dari kepercayaan rakyat, maka masyarakat tidak hanya mengantarkan berkas pendaftaran, tetapi juga mengiringinya dengan harapan, doa, dan kehormatan.
Ka Biro Pasaman Raya
Pilwana Rasa Pilkada Ketika Langkah Seorang “Mamak Rumah” Diantar Ribuan Harapan











