Kapolres Dharmasraya AKBP Purwanto Hari Subekti, Gelar Sholat Ghoib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumbar (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net — Kapolres Dharmasraya bersama seluruh jajaran serta ibu-ibu Bhayangkari melaksanakan sholat ghaib dan doa bersama di Masjid Mako Polres, Minggu (30/11). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap warga yang terdampak tragedi banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat.
Kepala Polres, AKBP Purwanto Hari Subekti, menyatakan bahwa doa bersama ini digelar agar “bencana segera berakhir, korban dan keluarga terdampak bisa diberi ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi ujian dari Allah SWT”. Ia juga berharap agar para korban yang belum ditemukan dapat segera diselamatkan oleh tim SAR, termasuk BASARNAS.
“Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran kepada saudara-saudaraku di Sumbar, dan memudahkan usaha pencarian bagi korban yang hilang,” ujar AKBP Purwanto Hari Subekti.
Doa bersama ini bukan hanya wujud duka dari aparat keamanan dan Bhayangkari, tetapi juga bentuk dukungan moral — tanda bahwa seluruh masyarakat turut merasakan duka dan berharap pemulihan secepatnya bagi warga terdampak.
Data Terbaru Korban Bencana di Sumbar (per 30 November 2025)
Berdasarkan rilis resmi dari BPBD Sumatera Barat hingga Minggu (30/11/2025), berikut kondisi terkini dampak banjir dan longsor:
Total korban meninggal: 129 orang
Korban hilang: 86 orang
Jiwa terdampak & mengungsi: 110.616 jiwa (sekitar 19.360 Kepala Keluarga)
Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, peristiwa ini termasuk salah satu bencana hidrometeorologi paling parah dalam beberapa tahun terakhir.
Wilayah Terdampak & Distribusi Korban
Bencana melanda puluhan kabupaten/kota di Sumbar — mulai dari pesisir hingga dataran tinggi. Beberapa wilayah terdampak dan angka korban:
Daerah terdampak: termasuk kabupaten/kota seperti Kabupaten Agam, Kota Padang, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Kota Solok, serta beberapa lainnya.
Dari total korban meninggal dan hilang, wilayah dengan dampak paling parah adalah Kabupaten Agam — menjadi daerah dengan korban terbanyak.
Selain kematian dan hilang, bencana juga menyebabkan ribuan rumah rusak, ratusan infrastruktur seperti jalan dan jembatan rusak atau putus, serta akses transportasi dan distribusi bantuan terhambat.
Pentingnya Doa dan Solidaritas dari Polres Dharmasraya
Aksi doa bersama oleh Polres Dharmasraya dan Bhayangkari ini lebih dari sekadar ritual — ia menjadi wujud nyata kepedulian terhadap saudara-saudara yang sedang berduka, serta penyemangat agar proses evakuasi dan pencarian korban hilang bisa dipercepat.
Menurut AKBP Purwanto, doa kolektif seperti ini diharapkan memberi kekuatan spiritual bagi warga terdampak, serta menguatkan semangat kebersamaan di tengah duka dan bencana.
Editor: Mitra Yuyanti













