TPAKD Padang Pariaman Launching KEJAR, Dorong Pelajar Gemar Menabung Sejak Dini

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPAKD Padang Pariaman Launching KEJAR, Dorong Pelajar Gemar Menabung Sejak Dini

 

PADANG PARIAMAN – Mediainvestigasi.net.- Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Launching KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) yang dirangkai dengan peringatan Hari Indonesia Menabung serta penyerahan buku tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) kepada pelajar.

Kegiatan tersebut dihadiri Deputi OJK Sumatera Barat Wibowo Hadi Tomo Suryadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman Hendri, Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Padang Pariaman Mulyadi, Pimpinan Bank Nagari Cabang Lubuk Alung Afrizon, S.E., beserta jajaran dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong pelajar tidak hanya mengenal perbankan, tetapi juga membangun kebiasaan menabung, belajar mengelola uang saku dan memahami pentingnya perencanaan keuangan sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman Hendri membacakan sambutan Bupati Padang Pariaman. Disampaikan bahwa peningkatan literasi keuangan di kalangan pelajar merupakan investasi penting dalam membentuk generasi yang mandiri, disiplin dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.

“Program KEJAR dan SimPel bukan sekadar membuka rekening bagi pelajar, tetapi bagaimana kita membangun kebiasaan menabung dan memberikan pemahaman kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya mengelola keuangan,” ujar Hendri saat membacakan sambutan Bupati.

Menurutnya, akses masyarakat terhadap layanan keuangan saat ini semakin terbuka. Namun, kemudahan akses tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman agar generasi muda mampu menggunakan layanan keuangan secara tepat, aman dan bertanggung jawab.

Melalui konsep satu rekening satu pelajar, siswa didorong memiliki rekening atas nama sendiri sehingga dapat belajar menyisihkan uang secara rutin, mengatur kebutuhan dan membangun kebiasaan finansial yang sehat.

Baca Juga :  Diduga Rugikan Petani Rp 11,4 Miliar dan Langgar Aturan KKPA, Kelompok Tani di Inhil Layangkan Somasi ke PT RSA

“Ini adalah investasi jangka panjang. Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang melek keuangan, tidak konsumtif, mampu mengatur keuangannya dan memiliki perencanaan untuk masa depan,” lanjutnya.

OJK Perkuat Peran sebagai Penggerak Literasi Keuangan

Deputi OJK Sumatera Barat Wibowo Hadi Tomo Suryadi turut memberikan penguatan mengenai pentingnya program SimPel dalam membangun budaya menabung dan meningkatkan inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Program SimPel merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkenalkan layanan keuangan formal kepada generasi muda. Dalam pelaksanaannya, OJK memiliki peran strategis mulai dari pengembangan kebijakan, penguatan edukasi, fasilitasi sinergi antara sekolah dan industri perbankan hingga pengawasan dan evaluasi program.

Sebagai regulator, OJK berperan dalam merumuskan kebijakan, standar dan pedoman produk SimPel agar dapat diakses dengan mudah oleh pelajar. Produk tersebut dirancang dengan karakteristik yang sesuai bagi kebutuhan siswa, termasuk persyaratan pembukaan rekening yang sederhana dan terjangkau.

Tidak hanya sebagai regulator, OJK juga aktif mendorong budaya gemar menabung melalui berbagai kegiatan literasi dan edukasi keuangan di sekolah maupun berbagai kampanye nasional, termasuk momentum Hari Indonesia Menabung.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari peningkatan inklusi keuangan dengan membuka akses layanan perbankan bagi pelajar yang sebelumnya belum tersentuh layanan keuangan formal.

Dalam pelaksanaannya, OJK juga berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan dan mendorong sinergi antara industri jasa keuangan dengan dunia pendidikan. Perbankan didorong untuk semakin aktif bekerja sama dengan sekolah dalam menyediakan layanan yang mudah dijangkau oleh pelajar.

Sinergi tersebut dapat dikembangkan melalui layanan jemput bola, layanan perbankan di lingkungan sekolah maupun pemanfaatan teknologi digital sehingga pembukaan rekening, penyetoran dan pengelolaan tabungan menjadi semakin mudah dan efisien.

Baca Juga :  Refleksi Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Ampon Man: Negara Seperti Ada dan Tiada

Di sisi lain, OJK juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan program SimPel, termasuk pertumbuhan jumlah rekening dan pemanfaatannya. Aspek perlindungan konsumen menjadi bagian penting agar produk yang diberikan kepada pelajar aman, transparan dan sesuai dengan ketentuan sektor jasa keuangan.

Dengan peran tersebut, keberhasilan program SimPel tidak hanya bergantung pada perbankan, tetapi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, sekolah, orang tua, pelajar dan industri jasa keuangan.

Bank Nagari Siap Perkuat Edukasi dan Layanan

Pimpinan Bank Nagari Cabang Lubuk Alung Afrizon, S.E., menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program KEJAR dan SimPel di Kabupaten Padang Pariaman.

Menurutnya, kebiasaan menabung harus dibangun melalui praktik langsung, bukan hanya melalui edukasi. Kepemilikan rekening memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mulai mengenal cara menabung, mengelola uang dan memanfaatkan layanan perbankan secara bertanggung jawab.

“Kami sangat mendukung program KEJAR ini. Yang paling penting bukan hanya pelajar memiliki rekening, tetapi bagaimana rekening tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan menabung sejak dini,” ujar Afrizon.

Ia mengatakan Bank Nagari siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah, OJK dan satuan pendidikan dalam memberikan edukasi serta memperkenalkan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan pelajar.

“Edukasi keuangan harus dilakukan secara berkelanjutan. Anak-anak perlu diberikan pemahaman bahwa menabung merupakan bagian dari perencanaan masa depan. Dari hal kecil seperti menyisihkan uang saku, kita berharap tumbuh kebiasaan finansial yang baik,” katanya.

TPAKD Dorong Akses Keuangan yang Lebih Merata

Program KEJAR dan SimPel ini merupakan bagian dari pelaksanaan program TPAKD Kabupaten Padang Pariaman melalui business matching, yakni upaya mempertemukan kebutuhan masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan dengan industri jasa keuangan.

Baca Juga :  HMI Cabang Tembilahan Minta APH Usut Tuntas Dugaan Penguasaan Kawasan Mangrove di Mandah oleh PT RSA

TPAKD diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, perbankan dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadirkan berbagai terobosan untuk memperluas akses keuangan masyarakat.

Tidak hanya tabungan, akses keuangan yang diperluas juga mencakup berbagai kebutuhan masyarakat seperti pembiayaan, asuransi, investasi serta produk dan layanan keuangan lainnya.

Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Padang Pariaman Mulyadi turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran OJK Sumatera Barat, Bank Nagari Cabang Lubuk Alung, Dinas Pendidikan dan pihak terkait lainnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap launching KEJAR tidak berhenti pada pembukaan rekening semata. Program ini diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama untuk membangun budaya menabung, meningkatkan kecakapan finansial dan memperluas inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Pada akhirnya, satu rekening bagi satu pelajar diharapkan menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar dalam mempersiapkan generasi muda Padang Pariaman yang lebih cerdas mengelola keuangan, mandiri dan memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk masa depan(***)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penampungan Pertalite untuk Dijual Kembali di Caringin Jadi Sorotan
Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan
Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas
Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang
Kawal Mutu Pembangunan TMMD ke-130: Pengujian Sampel Silinder Beton Pengecoran Jalan Desa Kuala Lemang
Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
Ketua Investigasi LPK GPI Tegas Minta Hentikan Tambang Pasir Ilegal Air Beringin Jaya  Meluap Merusak Ruas Jalan Pemilik Tambang Di Tegur Malah Melotot
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Dugaan Penampungan Pertalite untuk Dijual Kembali di Caringin Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Kawal Mutu Pembangunan TMMD ke-130: Pengujian Sampel Silinder Beton Pengecoran Jalan Desa Kuala Lemang

Berita Terbaru