Petasan Serbu Toko Obat Ilegal Golongan “G” hingga Viral di Medsos

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 01:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase video viral di Instagram menayangkan toko obat golongan G diserbu petasan. (Dok. Tangkapan Layar media sosial Instagram)

Kolase video viral di Instagram menayangkan toko obat golongan G diserbu petasan. (Dok. Tangkapan Layar media sosial Instagram)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Video yang memperlihatkan aksi penyerangan menggunakan petasan terhadap toko obat yang diduga menjual obat keras golongan “G” secara ilegal viral di media sosial.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di wilayah Bekasi dan beberapa daerah lainnya pada pertengahan bulan Ramadan.

Salah satu video viral diunggah oleh akun Instagram @aurabekasi dan kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah orang melemparkan petasan ke arah sebuah toko obat yang diduga menjual obat keras secara ilegal.

Hingga kini, banyak akun Instagram lainnya turut menayangkan beberapa video yang tentang toko obat keras ilegal diserang petasan. Sehingga video tersebut memicu beragam reaksi dari warganet.

Sejumlah komentar bernada menohok pun bermunculan. Salah satunya datang dari akun @nggi_xxx yang menulis, “gada mercon yg lebih gede bang? segitu mah kurang greget liatnya,” tulisnya.

Komentar lain juga muncul dari akun yang diduga milik seorang perempuan, @neno_redoxx, yang menuliskan, “Seru ini, ikutan dong main.”

Sementara itu, akun @jixxx mengaku merasa terwakili dengan kejadian tersebut. “Hidup perwakilan netizen,” tulisnya disertai emoji api.

Meski demikian, aksi penyerangan menggunakan petasan tersebut memicu perdebatan di kalangan pengguna media sosial. Sebagian warganet menilai aksi tersebut sebagai bentuk kemarahan masyarakat terhadap maraknya penjualan obat keras ilegal.

Namun di sisi lain, tidak sedikit yang menilai tindakan tersebut berbahaya dan berpotensi melanggar hukum karena dapat membahayakan warga sekitar.

Diketahui, obat keras golongan “G” merupakan jenis obat yang hanya boleh diperoleh dengan resep dokter dan tidak diperkenankan dijual bebas. Peredaran obat tersebut secara ilegal kerap menjadi perhatian masyarakat hingga menimbulkan keresahan, karena berpotensi disalahgunakan, terutama di kalangan remaja.

Baca Juga :  Miris, Jelang Idul Fitri, Warga Kritik Bupati Inhil Soal Jalan Rusak Parit Guntong–Pulau Kijang

Viralnya video ini kembali menyoroti persoalan lama terkait maraknya peredaran obat keras ilegal di berbagai daerah.

Publik pun berharap aparat penegak hukum dapat menindak tegas praktik tersebut agar tidak memicu aksi main hakim sendiri di tengah masyarakat.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nah.. kan akhirnya jembatan didesa gedung Rejo kecamatan belitang amblas lagi
Alat Berat Bongkar Bangunan Lapas Cibinong, Siapa Bertanggung Jawab?
Sorotan Dugaan Penyimpangan Menguat, DPRD Kabupaten Bogor Ditunggu Respons
Rokok Diduga Tanpa Cukai di Cinere Menguak, Puluhan Dus dan Jutaan Rupiah Jadi Sorotan
Banjir Bandang Solok Telan Dua Korban Jiwa, Korban Terakhir Ditemukan, Operasi SAR Berakhir
Penetapan Irlan–Indra Dipertanyakan, Kuasa Hukum Soroti Tempus Delicti hingga SPDP
Galodo Aro Suka Terjang Kompleks Pemkab Solok, Lumpur Penuhi Jalan Solok-Padang
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Nah.. kan akhirnya jembatan didesa gedung Rejo kecamatan belitang amblas lagi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Rabu, 30 September 2026 - 13:38 WIB

Alat Berat Bongkar Bangunan Lapas Cibinong, Siapa Bertanggung Jawab?

Senin, 28 September 2026 - 14:16 WIB

Sorotan Dugaan Penyimpangan Menguat, DPRD Kabupaten Bogor Ditunggu Respons

Sabtu, 26 September 2026 - 10:49 WIB

Rokok Diduga Tanpa Cukai di Cinere Menguak, Puluhan Dus dan Jutaan Rupiah Jadi Sorotan

Berita Terbaru