Pekerjaan Jalan Hotmix Bobong Menuju Kramat Pulau Taliabu Terkesan Dikerjakan Asal Jadi Oleh Oknum Kontraktor

Pekerjaan Jalan Hotmix Bobong Menuju Kramat Pulau Taliabu Terkesan Dikerjakan Asal Jadi Oleh Oknum Kontraktor

Taliabu Maluku Utara, MediaInvestigasi.Net – Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara (LPKN) Indonesia Wilayah Timur La Omy La Tua, tegas meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia serta penegak hukum di Wilayah Provinsi Maluku Utara. Untuk memeriksa paket pekerjaan jalan hotmix Bobong menuju kramat Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu yang di duga kuat di kerjakan asal jadi oleh oknum kontraktor yang menggunakan PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera selaku pemenang tender pada tahun 2023.

Dimana paket pekerjaan jalan hotmix Bobong menuju kramat Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana APBN tahun 2023 dengan pagu kurang lebih Rp. 23.934 850.000.00, (dua puluh tiga miliar sembilan ratus tiga puluh empat ribu delapan ratus lima puluh ribu rupiah), yang harusnya pekerjaan jalan tersebut di kerjakan dengan baik, namun nampak dikerjakan asal-asalan oleh pihak PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera selaku pemenang tender.

Berdasarkan hasil Investigasi di lapangan Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara (LPKN) Indonesia Wilayah Timur La Omy La Tua,  dengan tegas menjelaskan bahwa Paket Pekerjaan Peningkatan Jalan Hotmix
Bobong menuju kramat Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu yang di kerjakan oleh PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera berdasarkan nomor kontrak HK. 02.01.-Bb.32.6.5/2023/PKT-IDJ-01. Nampak seperti orang terkena penyakit kurah karna pekerjaan tersebut di kerjakan asal-asalan.

Apalagi di ketahui awalnya paket jalan itu adalah jalan hotmix, namun fakta di lapanfan terkesan dikerjakan asal jadi oleh oknum Kontraktor yang di sorot oknum kontraktor berinesial (H.SM) namanya tersorot adalah salah satu kontraktor ternama di wilayah Provinsi Maluku Utara.

Baca Juga :  Kapolres Lampung Barat Hadiri Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang Ke - 116 Tahun dan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024

Namun, fakta di lapangan pekerjaannya terlihat bukan Hotmix melainkan terlihat seperti apa bedanya jalan aspal biasa jenisnya seperti orang terkena serangan penyakit kurap dan parahnya lagi di sejumlah titik ruas jalan yang baru berumur bulan itu terdapat sudah banyak berlubang padahal pekerjaan tersebut baru di kerjakan beberapa bulan terakhir. Namun kondisinya sudah seperti itu,” tegas. La Omy La Tua (Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara (LPKN) Indonesia Wilayah Timur).

Padahal Jalan Bobong menuju Kramat Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu di ketahui telah mengunakan anggaran APBN tahun 2023, dengan total anggaran senilai kurang lebih, Rp. 23.934 850.000.00, (dua puluh tiga miliar sembilan ratus tiga puluh empat ribu delapan ratus lima puluh ribu rupiah) yang di awasi langsung oleh Konsultan Pengawas dari PT. Dela Concieta dan waktu pelaksanaannya 131 hari kalender, “tutur, La Omy La Tua (Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara (LPKN) Indonesia Wilayah Timur).

Ironisnya lagi nampak pekerjaan jalan Hotmix terlihat ibarat setipis kulit bawang padahal pekerjaan Hotmix yang harusnya di kerjakan mengunakan anggarkan APBN itu ketebalan aspalnya kurang lebih 5 cm namun fakta terlihat di wilayah kasango hanya setipis kurang lebih 2 cm apakah ini lemahnya pengawasan terhadap pekerjaan tersebut.

Selain itu juga nampak di beberapa titik ruas jalan tepatnya jalan di wilayah kilong menuju Desa Kramat Kecamatan Taliabu Barat banyak di temukan sudah berlubang, melihat hal tersebut bisa jadi umurnya 2 tahun jalan hotmix itu akan terkelupas bahkan bisa dicongkel pake tangan belum lagi kalau musim hujan nanti bisa-bisa seluruh badan jalan terbongkar padahal menghabiskan anggaran kurang lebih 24 Miliar, namun kualitas pekerjaannya sangat memprihatinkan.

Baca Juga :  Program Bantuan Badan Pangan Nasional Bulog Di Desa Sidoluhur, Diduga Orangnya Itu Saja Yang Mendapatkan.

Melihat hal tersebut. Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara (LPKN) Indonesia Wilayah Timur La Omy La Tua merasa kesal dirinya juga mempertanyakan terkait sistem pengawasan langsung dari instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pulau Taliabu ada apa di balik pekerjaan jalan Hotmix Bobong menuju Kramat yang terkesan di kerjakan asal jadi oleh oknum kontrator malah jadi pembiaran.

“Tidak salah kalau kondisi dan hasil kerjanya di Kabupaten Pulau Taliabu pasti buruk sekali, karena sejauh ini pantauan kami selaku warga peran pengawasan dari Dinas PUPR Kabupaten Pulau Taliabu dilapangan itu kurang bahkan mungkin juga jarang datang untuk mengecek proses pekerjaan jalan hotmix ini, harusnya fungsi pengawasan dapat dijalankan supaya pekerjaan ini ada asas manfaatnya pada masyarakat dan bisa bertahan lama,”ujarnya.

Dengan hal tersebut Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara (LPKN) Indonesia Wilayah Timur La Omy La Tua meminta dengan tegas Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) serta pihak penegak hukum di wilayah Kresidenan Provinsi Maluku Utara agar tidak terkesan tidur melihat Pekerjaan Jalan Hotmix antara Bobong menuju Kramat Kabupaten Pulau Taliabu yang diduga kuat dikerjakan asal jadi oleh oknum kontraktor untuk melakukan Investigasi serta melakukan pemeriksaan terhadap oknum kontraktor berinesial (H.SM) salah satu pemilik PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera.

Selaku pemenang tender berdasarkan nomor kontrak HK. 02.01.-Bb.32.6.5/2023/PKT-IDJ-01.
apalagi hal tersebut sangat berpotensi telah merugikan keuagan negara ratusan juta hinggah puluhan miliar.

Yang di duga kuat telah melanggar ketentuan Pokok UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi serta Inpres nomor 5 tahun 2004 tentang percepatan penanganan korupsi dan percepatan pembangunan, “tutupnya.

Baca Juga :  Mengenal Arfan Sosok di Balik Lahirnya Medsos Banten yang Kekinian

(Tim Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** dan Inbestigasi Provinsi Maluku Utara ***).

Komentar