Berita

Pasar Sikabau Dibiarkan Kumuh: Tumpukan Sampah Menggunung di Tengah Pemukiman Penduduk

748
×

Pasar Sikabau Dibiarkan Kumuh: Tumpukan Sampah Menggunung di Tengah Pemukiman Penduduk

Sebarkan artikel ini
oplus_0

Penampakan sampah berserakan di Pasar Sikabau (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – 17 Juni 2025 – Pemandangan tak sedap kembali menyelimuti Pasar Nagari Sikabau. Setelah aktivitas pasar berakhir pada hari Senin, tumpukan sampah masih terpantau menumpuk, bahkan hingga berhari-hari kondisi tersebut tak berubah. Aroma busuk yang menyengat pun tak terhindarkan, menyebar ke seluruh penjuru pasar dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Yang lebih memprihatinkan, pengelola pasar disinyalir membuang limbah dan sampah sisa aktivitas pasar ke area belakang pasar. Pantauan di lapangan menunjukkan, lokasi tersebut kini telah menjelma menjadi bukit sampah mini. Ironisnya, area ini berlokasi langsung dengan pemukiman padat penduduk.

“Setiap habis pasar hari Senin, sampah-sampah ini tidak langsung diatasi, dibiarkan berhari-hari. Baunya itu yang bikin pusing, apalagi kalau pas makan,” keluh Ibu Susi, salah seorang warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi tumpukan sampah.
“Kami sudah sering mengeluh, tapi tidak ada perubahan.”

Praktik pembuangan sampah yang tidak bertanggung jawab ini tentu saja menimbulkan dampak serius:

Ancaman Kesehatan Serius: Tumpukan sampah adalah sarang ideal bagi lalat, tikus, dan kecoa, yang merupakan vektor pembawa berbagai penyakit seperti diare, tifus, dan kolera. Warga yang tinggal di sekitar tumpukan sampah berisiko tinggi terpapar penyakit-penyakit ini.

Pencemaran Lingkungan: Cairan lindi dari sampah yang membusuk dapat meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber air tanah yang digunakan warga. Hal ini mengancam ketersediaan air bersih dan kualitas lingkungan secara keseluruhan.

Gangguan Kenyamanan dan Estetika: Bau busuk dan pemandangan sampah yang berserakan jelas sangat mengganggu kenyamanan hidup warga.
Lingkungan yang kotor juga menurunkan kualitas hidup dan estetika kawasan.

Wali Nagari Sikabau Abdul Razak saat di konfirmasi melalui pesan singkat via WhatsApp dan telepon belum merespon, meskipun terpantau online.

Masyarakat mendesak pihak berwenang, khususnya pemerintah nagari dan dinas terkait, untuk segera mengambil tindakan konkret. Dibutuhkan sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan, mulai dari penyediaan tempat sampah yang memadai, jadwal pengangkutan yang rutin dan konsisten setelah pasar usai, hingga edukasi kepada pedagang dan pengunjung pasar tentang pentingnya kebersihan. Tanpa intervensi serius, masalah sampah ini akan terus menjadi bom waktu bagi kesehatan dan lingkungan masyarakat Sikabau.

 

Editor: Yanti