Foto dokumentasi diambil dari Vidio Panglima Militer Pakistan.
Jakarta, MediaInvestigasi.Net – Seorang warga disabilitas Pakistan mencium foto Panglima Tentaranya bernama Jenderal Sayyid Munir Asim Ahmed Shah Al Hafidz, M.Phil. Menunjukan kecintaan rakyat padanya.
Tahu gak beliau ini satu-satunya Panglima Militer sepanjang sejarah Pakistan yg hapal 30 juz Al Qur’an. Mungkin satu-satunya di dunia saat ini. Masya Allah..
Beliau terlahir dari keluarga penghapal Qur’an. Lulus dari Madrasah Islam Rawalpindi dan Sekolah Komando dan Staff Militer Pakistan ini menyelesaikan hapalan nya saat bertugas di Arab Saudi sewaktu berpangkat Letkol.
Kemudian, Rakyat Pakistan menjuluki Jenderal yang sholeh ini sebagai Jenderal Mullah. Dibawah komandonya telah mengorganisir 600.000 Tentara Pakistan menjadi lebih relijius, bukan hanya dengan semangat bela negara tapi juga dengan semangat berjihad
Sayyid Asim bukanlah Jenderal karbitan yg duduk manis berbekal pengaruh orang tua yg menjadi petinggi negara seperti di sebuah negara Asia Tenggara kebanyakan.
Ayahnya bernama Sayyid Sarwar Munir adalah seorang Imam Masjid dan Kepala Sekolah, sementara adiknya Sayyid Hashim Munir seorang guru.
Karirnya di negara pemilik sekitar 170 senjata nuklir ini merangkak dari bawah. Beliau mengikuti berbagai sekolah militer dan terjun dalam berbagai perang seperti Pemberontakan di Bolochistan, Pertempuran Garis Durand, Pertempuran perbatasan dengan India 2019, Pertempuran Perbatasan dengan Pakistan 2024, dsb
Karenanya India sangat geram, terutama dalam pidatonya pada Konvensi Pakistan Diaspora di Islamabad menyatakan bahwa Kashmir bukan sekedar klaim teritorial tapi “urat nadi” Pakistan dan sebagai amanah spiritual serta sejarah!
Lantas bagaimana posisi Indonesia menyikapi perang Pakistan – India?
Rabu (7/5) India telah memulai perang terbuka dengan menembakan roket ke sembilan lokasi di Pakistan. Tak butuh lama untuk Militer Pakistan membalasnya dengan menembak jatuh 5 jet tempur India
Mari belajar dari sejarah. Dalam perang Pakistan – India tahun 1965, Indonesia mendukung Pakistan dengan mengirimkan bantuan militer berupa pesawat tempur MiG-19
Selain itu Angkatan Laut RI (ALRI) juga mengirimkan kapal selam RI Nagarangsang dan RI Bhamasta untuk melakukan latihan bersama Angkatan Laut Pakistan. Dampak Latihan Bersama meskipun bukan untuk bertempur, namun menjadi faktor yang membantu meredakan situasi perang antara India dan Pakistan yang berakhir dengan perdamaian dan di mediasi Uni Soviet.
Mungkin perang kali ini juga tidak akan sampai berlarut-larut seperti sebelumnya sebagaimana di Perang Ukraina – Russia, Israhell – Palestina atau Nato – Taliban. Tapi Pakistan bertekad memberikan pelajaran berharga untuk India atas kesewenang-wenangan India di Kashmir
(Gun Hendra/wartawan Internasional)













