Menu

Mode Gelap

Berita

Ngeri! Anak Direkrut Jaringan Teror Lewat Game Online, Densus 88 Ungkap Faktanya

badge-check


					Ngeri! Anak Direkrut Jaringan Teror Lewat Game Online, Densus 88 Ungkap Faktanya Perbesar

Gambar: ilustrasi Densus 88 (Dok, ist) 

 

JAKARTA, MEDIAINVESTIGASI.NET – Densus 88 Antiteror Polri mengungkap modus baru yang dipakai jaringan terorisme untuk mendekati dan merekrut anak-anak.

Mirisnya, proses itu dilakukan lewat game online yang sehari-hari dimainkan banyak anak.

Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa para perekrut memanfaatkan fitur chat dalam game untuk berinteraksi dengan target anak.

“Anak-anak ini bermain game online, di situ ada fasilitas chat. Nah, di situ komunikasi awal mulai terbangun,” kata Mayndra dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/11).

 

Dari Chat Game ke Grup Rahasia

Menurut Densus 88, komunikasi awal lewat game hanyalah langkah pertama. Setelah kedekatan terbentuk, terduga pelaku akan memindahkan anak-anak tersebut ke grup chat privat yang lebih terenkripsi.

“Mereka dimasukkan ke grup yang lebih khusus, lebih terenkripsi, tidak bisa diakses umum,” jelas Mayndra.

Tahap ini menjadi pintu masuk proses doktrinasi bertahap oleh jaringan terorisme. Anak-anak tidak langsung dijejali paham radikal, melainkan diberi hal-hal menarik yang membuat mereka betah di grup.

“Awalnya anak-anak dibuat tertarik dulu. Setelah ikut grup, barulah diarahkan ke grup yang lebih kecil. Di sanalah indoktrinasi berlangsung,” sambungnya.

 

Sudah 5 Perekrut Ditangkap, 110 Anak Teridentifikasi Rencanakan Aksi Teror

Densus 88 sebelumnya telah menangkap lima orang perekrut yang memanfaatkan ruang digital untuk mendekati anak-anak.

Metode perekrutan mereka cukup luas, mulai dari:

Media sosial

Game online

Aplikasi pesan

Situs tertutup

Dari hasil pendalaman, Densus 88 menemukan 110 anak yang terindikasi merencanakan aksi teror di beberapa wilayah sepanjang tahun 2025.

 

Angka ini melonjak tajam akibat masifnya penyebaran doktrin di dunia digital.

“Ada proses rekrutmen sangat masif melalui media daring,” ujar Mayndra.

Orang Tua Diminta Lebih Awas

Temuan ini menunjukkan bahwa ruang digital — termasuk game yang terlihat “aman” — bisa jadi celah rawan dimanfaatkan jaringan terorisme.

Karena itu, pengawasan orang tua dan edukasi sejak dini soal keamanan digital jadi makin penting. (***)

 

Editor: Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. **mitolyn reviews**

    Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Apresiasi Kinerja Jajaran, Kapolres Tapteng Berikan Penghargaan Kepada Personel Berprestasi

1 Juni 2026 - 19:47 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Pantau Perkembangan Tanaman Terong dan Cabai di Desa Tagagiri Tama Jaya

1 Juni 2026 - 19:43 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Dandim 0211/TT Bertindak sebagai Pembina Upacara

1 Juni 2026 - 19:40 WIB

Trending di Berita