Miris! RSUD Abdul Moeloek Diduga Telantarkan Pasien BPJS, Praktisi Hukum Sebut Langgar UU Kesehatan — Pihak RSUDAM Beri Klarifikasi

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Miris! RSUD Abdul Moeloek Diduga Telantarkan Pasien BPJS, Praktisi Hukum Sebut Langgar UU Kesehatan — Pihak RSUDAM Beri Klarifikasi

Bandar Lampung – Mediainvestigasi.net–Dugaan diskriminasi terhadap pasien BPJS Kesehatan kembali mencuat di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. Seorang pasien mengaku harus menunggu hingga 1–3 bulan untuk mendapatkan kepastian tindakan medis, sementara pasien umum disebut mendapat penanganan jauh lebih cepat.

“Kalau umum langsung ditindak cepat, kalau BPJS sampai 1–3 bulan lamanya menunggu,” keluh pasien tersebut dengan nada kecewa, Sabtu (22/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan ini langsung disorot Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Lampung, Husin Muchtar, yang meminta RSUDAM berbenah dan menjamin pelayanan tanpa diskriminasi.

“Pelayanan yang adil dan merata adalah hak setiap pasien. Jangan sampai ada diskriminasi hanya karena perbedaan status kepesertaan,” tegasnya.

Praktisi Hukum: Ada Potensi Pelanggaran UU

Praktisi Hukum Nasional, H. Alfan Sari, SH, MH, MM, menilai dugaan diskriminasi ini berpotensi melanggar sejumlah regulasi penting, di antaranya:

UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 5 ayat (1) yang menjamin hak setiap orang atas pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu.

UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang mewajibkan penyelenggara layanan memberikan pelayanan adil, tidak diskriminatif, serta transparan.

UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 4 yang menjamin hak konsumen atas pelayanan yang jujur dan tidak diskriminatif.

“Jika terbukti terjadi diskriminasi, rumah sakit dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Pihak RSUDAM Beri Klarifikasi: Bukan Penelantaran, Tapi Penyesuaian Medis

Di tengah derasnya kritik, Humas RSUDAM Abdul Moeloek, Desy, memberikan klarifikasi resmi terkait pasien bernama Ny. Harini yang disebut menunggu hingga tiga bulan.

Baca Juga :  Ancaman Serius Indonesia Emas 2045 Saat Remaja Diguyur Obat Terlarang, Pemuka Agama Jadi Benteng Penyelamat

Menurut Desy, informasi tersebut perlu diluruskan, karena jadwal tindakan medis mengalami penyesuaian akibat kondisi medis pasien dan kendala dokter yang menangani.

Berikut penjelasan resmi RSUDAM:

Pasien telah menjalani konsultasi pra-operasi pada 28 Oktober 2025, dan dijadwalkan operasi pada 12 November 2025.
Namun tindakan tidak dapat dilakukan karena pasien sedang menstruasi, yang secara medis tidak memungkinkan untuk operasi tertentu.

Pasien lalu dijadwalkan ulang pada 18 November 2025, tetapi dokter penanggung jawab, dr. Ody Wijaya, Sp.OG, Subsp. F.E.R, sedang sakit dan menjalani perawatan.

Rumah sakit kemudian mengajukan jadwal baru, namun masih menunggu hasil parade operasi, yakni proses penentuan prioritas operasi oleh seluruh dokter Sp.OG dan PPDS Kebidanan.

Dari parade tersebut, pasien akhirnya dijadwalkan untuk operasi pada Rabu, 26 November 2025.
“Untuk prosedur masuk RS akan dikonfirmasi langsung kepada pasien oleh petugas,” jelas Desy melalui pesan WhatsApp.

Publik Menunggu Perbaikan Pelayanan

Hingga kini, perdebatan tentang dugaan diskriminasi terhadap pasien BPJS masih terus mencuat di ruang publik. Meski pihak RSUDAM telah memberikan klarifikasi, masyarakat berharap standar pelayanan rumah sakit rujukan terbesar di Lampung itu dapat lebih transparan, cepat, dan tidak menimbulkan kesan perbedaan perlakuan.

Kasus ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar seluruh pasien—baik umum maupun BPJS—mendapat pelayanan kesehatan yang adil dan manusiawi. (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gang Sandiwara Kembali Disorot, Dugaan Perbuatan Cabul demi Keuntungan — Polsek Kemang Ditantang Buktikan Fakta
Menepis Isu Soal Jual Beli Proyek Mencitus Nama Baik H. Zainal Mus Itu Murni Fitnah Di Lakukan Oleh Manusia Jahanam Minta Polisi Tangkap Pelaku
KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor, Dua Koper Dibawa Penyidik
Skandal Paspor Ganda: Ancaman Serius bagi Perlindungan Anak dan Integritas Hukum Indonesia
Budi Arie dan Godaan Menjadi Pemerintahan Bayangan
PENUNDAAN TRANSAKSI REKENING AKTIVIS PATI: JANGAN MEMBALIK LOGIKA HUKUM DAN JANGAN GUNAKAN INSTRUMEN TPPU UNTUK MEMBATASI HAK KONSTITUSIONAL WARGA
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengambil langkah pemeriksaan terhadap dua Aparatur Sipil Negara (ASN)
VIRAL VIDEO MESRA ASN: FRAKSI PPP DPRD SUMBAR BUKA SUARA & DESAK TIM INDEPENDEN!
Berita ini 87 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 10:08 WIB

Gang Sandiwara Kembali Disorot, Dugaan Perbuatan Cabul demi Keuntungan — Polsek Kemang Ditantang Buktikan Fakta

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Menepis Isu Soal Jual Beli Proyek Mencitus Nama Baik H. Zainal Mus Itu Murni Fitnah Di Lakukan Oleh Manusia Jahanam Minta Polisi Tangkap Pelaku

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:41 WIB

KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor, Dua Koper Dibawa Penyidik

Jumat, 28 Agustus 2026 - 05:37 WIB

Skandal Paspor Ganda: Ancaman Serius bagi Perlindungan Anak dan Integritas Hukum Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 - 05:29 WIB

Budi Arie dan Godaan Menjadi Pemerintahan Bayangan

Berita Terbaru