Menu

Mode Gelap

Community

Ancaman Serius Indonesia Emas 2045 Saat Remaja Diguyur Obat Terlarang, Pemuka Agama Jadi Benteng Penyelamat

badge-check


					Foto kolase kegiatan remaja bimbingan ustad Fathillah. (Dok. MEDIA INVESTIGASI/ Shendy) Perbesar

Foto kolase kegiatan remaja bimbingan ustad Fathillah. (Dok. MEDIA INVESTIGASI/ Shendy)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Ancaman obat terlarang bagi generasi muda di Ibu Kota kian mengkhawatirkan. Di berbagai wilayah, toko obat keras ilegal menjamur dan beroperasi nyaris tanpa pengawasan.

Pil koplo, tramadol, hingga obat penenang dijual bebas kepada siapa saja, termasuk remaja belasan tahun, tanpa resep dokter.

Penjualannya kerap dibungkus modus sederhana. Etalase toko tampak normal, namun di dalamnya berlangsung transaksi terselubung.

Kondisi ini membuat banyak remaja mudah terjerumus. Harga murah, kemudahan akses, dan pengaruh lingkungan membuat peredaran barang haram ini merambah.

Efek “melayang” yang ditawarkan menjadi pintu awal kecanduan, yang pada akhirnya mendorong sebagian anak melakukan tindak kriminal demi mendapatkan uang untuk membeli lagi.

Jika situasi ini dibiarkan, mimpi besar Indonesia Emas 2045 ketika bangsa ini diharapkan menjadi negara maju dengan sumber daya manusia unggul, terancam hanya tinggal wacana.

Generasi yang seharusnya menjadi motor kemajuan justru dirusak sejak dini oleh racun yang dijual bebas di sekitar mereka.

Di tengah lemahnya pengawasan, peran pemuka agama menjadi benteng penting. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, menciptakan ruang aman dan memberikan alternatif kegiatan positif bagi anak muda.

Salah satunya adalah Majelis Dzikir dan Sholawat Nurul Fata di Pisangan Baru, Jakarta Timur, yang dipimpin Ustaz Fathillah. Majelis ini menjadi tempat bagi remaja menyalurkan energi dan mencari ketenangan.

Alhamdulillah, melalui kegiatan ini mereka tidak tertarik, bahkan menjauhi obat terlarang dari dirinya sendiri, ujarnya ketika diwawancarai usai acara ratiban, Jumat (15/8/2025).

Ustaz Fathillah menjelaskan bahwa bukan ancaman atau paksaan yang membuat anak-anak yang terkena pengaruh obat mau berubah, melainkan rasa nyaman, kebersamaan, dan bimbingan yang konsisten.

“Dengan melantunkan sholawat diiringi rebana, mereka menikmati seni. Tetapi dalam konteks ibadah melalui kegiatan positif. Sehingga, mereka tidak memikirkan hal-hal negatif yang tadi disebutkan,” ungkapnya.

Pengalaman ini membuktikan bahwa ketika remaja diberi pilihan sehat dan diarahkan secara berkelanjutan, mereka akan memilih mengisi waktu dengan hal bermanfaat ketimbang terjebak di warung obat terlarang atau nongkrong tanpa tujuan.

Meski demikian, pembinaan tokoh agama dan orang tua saja tidak cukup. Aparat penegak hukum harus bergerak cepat menutup dan menindak tegas toko obat keras ilegal, mulai dari penjual di lapangan hingga jaringan pemasoknya.

Tanpa langkah berani dari aparat, ancaman ini akan terus menggerogoti masa depan generasi muda dan membawa Indonesia semakin dekat pada kegagalan meraih cita-cita Indonesia Emas 2045

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. **mitolyn**

    Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Redam Amukan Massa, Polsek Sorkam Evakuasi Sopir Truk Terduga Pelaku Asusila

24 Mei 2026 - 21:43 WIB

Respons Cepat Call Center 110, Polsek Sorkam Amankan 12 Sepeda Motor Balap Liar di Pantai Sorkam

24 Mei 2026 - 21:40 WIB

PW-MOI Inhil Minta Tengkulak Sawit Patuhi Harga Acuan Pemprov Riau, Fitra: Jangan Sesukanya Menentukan Harga ke Petani

24 Mei 2026 - 03:42 WIB

Trending di Berita