Keluarga Belum Pikirkan Praperadilan, Polres Metro Depok Ditunggu Penjelasannya

Fokus Pulihkan Anak, Bukan Beradu Proses Hukum — Kini Penyidik Dituntut Terbuka Soal Dasar Penetapan Pasal

- Penulis

Sabtu, 5 September 2026 - 03:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEPOK —

 

Keluarga Hamdan Al Zuhri, korban kecelakaan lalu lintas berusia 9 tahun, belum berpikir untuk menempuh upaya praperadilan atas proses hukum yang sedang berjalan.

Saat ditanya awak media mengenai kemungkinan praperadilan, keluarga memilih menahan diri. Fokus mereka saat ini adalah kondisi dan pemulihan Hamdan.

“Kami belum berpikir sampai ke praperadilan. Fokus kami anak dulu. Kondisinya masih menjadi perhatian utama,” ujar pihak keluarga.

Sikap tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keluarga tidak sedang mencari ruang untuk berhadap-hadapan dengan aparat penegak hukum. Mereka memilih mengawal proses yang berjalan sambil memastikan kondisi korban tidak terabaikan.

Namun, sikap tenang keluarga bukan berarti pertanyaan hukum menjadi selesai.

Satlantas Polres Metro Depok sebelumnya menetapkan Muhamad Irvan sebagai tersangka pada 31 Agustus 2026 dengan sangkaan Pasal 310 ayat (2) UU LLAJ, yang berkaitan dengan kecelakaan akibat kelalaian dengan korban luka ringan.

Di sinilah pertanyaan keluarga menjadi relevan.

Sebab berdasarkan dokumen medis yang dimiliki keluarga, Hamdan disebut mengalami cedera kepala serius, termasuk contusio cerebri, perdarahan otak dan fraktur tulang tengkorak, serta menjalani perawatan selama 18 hari.

Pasca-perawatan, korban juga disebut mengalami gangguan bicara, ingatan dan kemampuan mengenali orang maupun objek tertentu.

Maka pertanyaannya bukan apakah keluarga sudah memikirkan praperadilan atau belum.

Pertanyaan utamanya justru: atas dasar apa penyidik menyimpulkan derajat luka korban sebagai luka ringan?

Jika kesimpulan tersebut memiliki dasar medis dan alat bukti yang kuat, tentu tidak sulit bagi penyidik untuk menjelaskannya secara terbuka kepada keluarga.

Sebaliknya, apabila masih terdapat perbedaan antara fakta medis dengan konstruksi pasal yang diterapkan, ruang evaluasi semestinya tetap terbuka.

Keluarga juga sebelumnya meminta agar hasil CT Scan, rekam medis, masa perawatan serta dampak neurologis korban menjadi bagian penting dalam penilaian perkara.

Baca Juga :  Tragedi Keadilan di Sleman: Ketika Melawan Penjahat Berujung Penjara

Untuk saat ini, keluarga memilih tidak memperlebar polemik.

Mereka merawat anak. Polres Metro Depok menjalankan penyidikan. Tetapi publik menunggu satu hal: penjelasan yang terang mengenai dasar hukum dan dasar medis di balik pasal yang diterapkan.

Sebab ketika yang menjadi korban adalah seorang anak dengan riwayat cedera kepala serius, ketepatan klasifikasi luka bukan sekadar urusan administrasi perkara.

Di situlah profesionalitas penyidikan diuji.

 

 

 

 

red.

Satu tanggapan untuk “Keluarga Belum Pikirkan Praperadilan, Polres Metro Depok Ditunggu Penjelasannya”

  1. Ebony brother and sister sexFree full length amateur
    porn videosMartha speaks hentaiFacial forte info rememberAnal record
    leeOral creampie and cum swallowingVintage coffee shop
    oklahoma cityErotic couples christmasBig tits and a blowjob 4Isabella
    soprano first anal xnxx Lesbian kiss car moterbike crashVintage lingerie patternsProgram porn videoHanna barbera xxxUnique teen boys bedroom
    ideasGay bjs powered by vbulletinNaked breasts hispanic milfNude bang idMountain women naked
    https://xxxxvideos.cc Chinese bukkakeCowgirl breast
    cancerKardashian teen nude picturesEminiem scake that assFree nude chat like chatrouletteNake women with frecklesNately wood nudeYoung girl on girl pornHot red
    sex xnxx Eli manning teenAndi dandridge nudeNaked
    women massageBreast unevennessAmber smith escort70s
    vintage jeansBrithney spears sex tapeNorth haven teen dies in crashFishnets fetishLingerie renoPenis
    jousting fuckingPorn tube eighteen lesbianBig booty 3somesChick love cockStories sex beastalitySophie pre op ts escort

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tirai Gelap di Ruang Sidang PN Cibinong: Ketika Majelis Hakim Menjadi Benteng Pembungkaman Pers*
Ketua Koordinator Tim Tanggap Darurat Karhutla Sukrin La Sanya Laporkan Hasil Penyisiran, Empat Titik Api di Perbukitan Taliabu Barat Laut Berhasil Dipadamkan
PWI OKU Timur mengecam keras Pelaku Pemukulan Wartawan di Palembang, Usut tuntas Pelaku
Miris! Jalan Pusat Kecamatan Palembayan Rusak Bertahun-tahun, Pasar IV Koto di Jantung Ibu Kota Kecamatan Mati Suri
Dugaan Perundungan Siswa Alexandria Islamic School, Kuasa Hukum Ungkap Sejumlah Persoalan
Kobaran Api Kembali Meluas di Air Nipa, Tim Gabungan dan Warga Bertempur Lawan Si Jago Merah
Tim Gabungan Tiba Di Posko Pendukung Tanggap Darurat Langsung Turun ke Lapangan Percepat Penanganan Karhutla Di Taliabu Barat Laut
Direktur RSUD Minta Maaf atas Insiden Pelecehan sesksual di RSUD. Oknum Perawat diberhentikan secara tidak hormat
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Tirai Gelap di Ruang Sidang PN Cibinong: Ketika Majelis Hakim Menjadi Benteng Pembungkaman Pers*

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Ketua Koordinator Tim Tanggap Darurat Karhutla Sukrin La Sanya Laporkan Hasil Penyisiran, Empat Titik Api di Perbukitan Taliabu Barat Laut Berhasil Dipadamkan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:03 WIB

PWI OKU Timur mengecam keras Pelaku Pemukulan Wartawan di Palembang, Usut tuntas Pelaku

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:56 WIB

Miris! Jalan Pusat Kecamatan Palembayan Rusak Bertahun-tahun, Pasar IV Koto di Jantung Ibu Kota Kecamatan Mati Suri

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Dugaan Perundungan Siswa Alexandria Islamic School, Kuasa Hukum Ungkap Sejumlah Persoalan

Berita Terbaru