Kasus Suap Vonis CPO Menyeret Nama Hakim Agam, PN Jakarta Timur Kena Imbas Sorotan

- Penulis

Jumat, 25 April 2025 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto. (Dok. Istimewa)

Kolase foto. (Dok. Istimewa)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Penetapan Agam Syarief Baharuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap vonis lepas korupsi ekspor crude palm oil (CPO) oleh Kejaksaan Agung turut menyeret perhatian publik terhadap kondisi internal dan pelayanan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, tempat Agam bertugas sejak 2021.

Agam, yang merupakan salah satu anggota majelis hakim dalam perkara korupsi ekspor CPO di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga hakim lainnya. Ia diduga turut menerima suap dalam pengaturan putusan lepas (onslag) terhadap tiga perusahaan besar: PT Wilmar Group, PT Permata Hijau Group, dan PT Musim Mas Group.

Namun di luar kasus tersebut, pada Kamis (24/4/2025), perhatian kini juga tertuju pada sistem pelayanan dan transparansi di PN Jakarta Timur. Sejumlah pihak yang berperkara di sana mengeluhkan sulitnya akses untuk bertemu dengan keluarga mereka yang sedang menjalani persidangan. Salah satu warga, yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan bahwa dirinya tidak diizinkan menemui anggota keluarganya meski telah hadir mengikuti proses sidang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Petugas keamanan hanya mengatakan bahwa ini adalah aturan internal pengadilan. Kami tidak diberi ruang untuk interaksi, padahal ini penting secara emosional bagi keluarga yang sedang menghadapi proses hukum,” ujarnya.

Tak hanya itu, kondisi sarana dan prasarana di PN Jakarta Timur juga menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan media, para pengawal tahanan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur harus berdiri sepanjang hari karena tidak tersedianya kursi tunggu di sekitar sel tahanan pengadilan. Mereka hanya menggunakan tanda pengenal tamu (visitor) selama bertugas, yang dinilai tidak sesuai dengan peran dan tanggung jawab mereka.

Kondisi bangunan juga memprihatinkan. Pagar sisi kiri gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang sempat roboh hingga kini belum diperbaiki. Ketidakteraturan ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar keamanan dan kelayakan fasilitas di lembaga peradilan tersebut.

Baca Juga :  Kapolsek Lamuru Pimpin Restorative Justice Kasus Pencurian Buah Kelapa

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi Humas maupun Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk memperoleh tanggapan resmi mengenai berbagai keluhan masyarakat serta sorotan terhadap kondisi pengadilan. Publik berharap ada perbaikan menyeluruh, terutama terkait transparansi proses hukum dan pelayanan terhadap keluarga terdakwa.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan
Hampir Sebulan Laporan Dugaan Pelecehan Seksual di Bone Menggantung, Publik Menanti Kepastian Hukum
Diduga Hendak Curi Motor, Pria Diamankan Warga Cimanggu Tanah Sareal
Keluarga Belum Pikirkan Praperadilan, Polres Metro Depok Ditunggu Penjelasannya
12 Perempuan Diamankan di Gang Sandiwara Kemang, Operasi Yustisi Buka Pertanyaan Baru
Dugaan Pungli Mengintai Pilkades Serentak 2026 di Bekasi, AWIBB Jabar Siapkan Laporan Polisi
Ketua Investigasi Nasional LPK GPI La Omy La Tua Tegas Minta Jajaran Penegak Hukum Polda Sulteng Jagan Bungkam Soal Kasus 36 Miliar 7 Miliar Belum Terungkap Pelakunya
Gang Sandiwara Kembali Disorot, Dugaan Perbuatan Cabul demi Keuntungan — Polsek Kemang Ditantang Buktikan Fakta
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:04 WIB

Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan

Senin, 7 September 2026 - 11:43 WIB

Hampir Sebulan Laporan Dugaan Pelecehan Seksual di Bone Menggantung, Publik Menanti Kepastian Hukum

Minggu, 6 September 2026 - 16:39 WIB

Diduga Hendak Curi Motor, Pria Diamankan Warga Cimanggu Tanah Sareal

Sabtu, 5 September 2026 - 03:43 WIB

Keluarga Belum Pikirkan Praperadilan, Polres Metro Depok Ditunggu Penjelasannya

Jumat, 4 September 2026 - 23:09 WIB

12 Perempuan Diamankan di Gang Sandiwara Kemang, Operasi Yustisi Buka Pertanyaan Baru

Berita Terbaru