Kali Ciliwung sebagai Ruang Hidup dan Wisata Budaya: Tantangan Integrasi Antara Infrastruktur, Alam, dan Masyarakat Lokal

- Penulis

Jumat, 2 Mei 2025 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dr. Chairul Hakim, S.P.,S.E.,M.M

MEDIAINVESTIGASI.NET – Kali Ciliwung bukan sekadar aliran air yang membelah ibu kota; ia adalah nadi sejarah, denyut budaya, dan refleksi dari kesadaran kolektif masyarakat Betawi. Di sepanjang alirannya, terdapat jejak-jejak eksistensial manusia yang melebur dengan alam: rumah panggung, langgam-langgam pantun, serta sisa-sisa cagar budaya yang kini terancam menjadi artefak bisu oleh deru ekskavator normalisasi.

Normalisasi Kali Ciliwung, sebagaimana proyek infrastruktur lainnya, sering kali dibalut retorika “kemajuan” dan “penataan ruang”. Namun, sebagaimana diingatkan Heidegger, manusia bukan sekadar das Man (makhluk massa yang dibentuk oleh sistem), melainkan Dasein—ia yang ‘ada-di-dunia’ dengan kesadaran akan tempat, warisan, dan kebermaknaan. Maka, upaya merapikan aliran sungai ini tanpa mengindahkan ruang hidup dan nilai-nilai budaya lokal adalah bentuk alienasi: mencabut manusia dari keterhubungannya dengan lingkungan eksistensialnya.

Pariwisata yang dibangun di atas reruntuhan memori dan kearifan lokal hanyalah simulakra, tiruan realitas yang kehilangan jiwa. Ciliwung bisa saja dipercantik dengan dermaga, taman, atau mural warna-warni, namun jika denyut budaya Betawi tak lagi terasa di sana—jika suara lenong, irama tanjidor, dan narasi rakyat tak turut hidup—maka pariwisata itu hanyalah panggung kosong tanpa naskah.

Lebih dari itu, proyek revitalisasi ini menunjukkan lemahnya integrasi organisasi dan manajemen SDM di tingkat daerah. Minimnya pelibatan masyarakat lokal, tidak adanya pendidikan budaya dalam perencanaan proyek, serta tiadanya peta jalan pengembangan kapasitas warga sebagai pelaku pariwisata—semua ini adalah tanda kegagalan organisasi dalam memahami ruang sebagai entitas sosial, bukan sekadar teknis.

Kali Ciliwung seharusnya tidak direduksi menjadi saluran drainase perkotaan atau sekadar koridor wisata. Ia adalah ruang hidup (Lebensraum) yang sarat dengan nilai historis, ekologis, dan antropologis. Masyarakat Betawi tak butuh modernisasi yang memutus akar. Mereka butuh pemberdayaan, ruang dialog, dan partisipasi sejati agar bisa menjadi subjek dari transformasi, bukan korban dari sistem.

Baca Juga :  Program Santunan Anak Yatim & Piatu (Fakir Miskin) Karang Taruna Fajar Menyingsing, Kel. Balai Gadang

Di sinilah letak tantangannya: bagaimana menghadirkan pembangunan yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga berjiwa—yang merangkul alam, menghormati budaya, dan menghidupkan kembali masyarakat sebagai pemilik sah ruang ini.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian
SOSOK INSPIRATIF DI PALEMBAYAN | PATUT DICONTOH!
Ketika Pikiran Presiden Sulit Dipahami
LUAR BIASA! Di Tangan Kepsek Muharni, SD Negeri 01 Pasar Palembayan Bertransformasi, Gudang Piala Penghargaan, Sekolah Bersih dan Jadi Kebanggaan Siswa
KEREN DAN MENDIDIK! Begini Cara SMKN 1 Palembayan Terapkan Disiplin Humanis, Siswa Terlambat Tidak Dimarahi, Tapi Dibina Jadi Generasi Hebat
BIKIN BETAH! Intip Potret SMA Negeri 1 Palembayan yang Bersih, Asri dan Nyaman, Sekolah Idaman di Ujung Agam – Jumat, 2 Oktober 2026
Alat Berat Bongkar Bangunan Lapas Cibinong, Siapa Bertanggung Jawab?
Randai Gurindam IV Koto Palembayan Latihan Pakai Karung Goni, Galembong dan Gandang Rusak Butuh Bantuan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:11 WIB

SOSOK INSPIRATIF DI PALEMBAYAN | PATUT DICONTOH!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Ketika Pikiran Presiden Sulit Dipahami

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:23 WIB

LUAR BIASA! Di Tangan Kepsek Muharni, SD Negeri 01 Pasar Palembayan Bertransformasi, Gudang Piala Penghargaan, Sekolah Bersih dan Jadi Kebanggaan Siswa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:03 WIB

KEREN DAN MENDIDIK! Begini Cara SMKN 1 Palembayan Terapkan Disiplin Humanis, Siswa Terlambat Tidak Dimarahi, Tapi Dibina Jadi Generasi Hebat

Berita Terbaru