Gempar di Medsos: Keluarga Wahyuda Minta Kapolres Inhil Tindak Pemasok Narkoba

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Video viral tentang pernyataan adanya dugaan oknum di Polres Inhil. (Dok. Tangkapan layar video viral)

Video viral tentang pernyataan adanya dugaan oknum di Polres Inhil. (Dok. Tangkapan layar video viral)

Laporan: Muhammad

MEDIAINVESTIGASI.NET – Sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook “Atika Balqis Ninda Alzahra” https://www.facebook.com/share/v/1BmRV2BY22/ dan di beberapa media sosial lainnya tengah viral. Pasalnya video tersebut menayangkan pernyataan dari keluarga Wahyuda Zulia Saputra.

Diketahui Wahyuda saat ini tengah berhadapan dengan hukum terkait kasus narkoba.

Dalam video tersebut, keluarga menyampaikan permohonan kepada Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) agar menindak tegas pihak yang diduga sebagai pemasok narkoba, yaitu seseorang bernama Iwan Tanjung.

“Kami dari keluarga Wahyuda Julian Saputra memohon kepada Bapak Kapolres Inhil untuk menangkap pemasok narkoba yang diduga bernama Iwan Tanjung. Anak kami bersalah, namun jangan dizalimi,” ucap keluarga Wahyuda dalam video itu.

Keluarga Wahyuda juga menjelaskan bahwa Wahyuda ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Inhil, pada 14 September 2025 bersama tiga rekannya. Dari 2 orang yang ditangkap, keduanya disebutkan direhabilitasi namun Wahyuda tidak direhabilitasi.

Dalam video tersebut Wahyuda pernah mengatakan kepada keluarganya, dia mengaku pernah mendengar kabar bahwa nama Iwan Tanjung disebut-sebut memiliki kedekatan dengan oknum aparat di Satuan Reserse Narkoba wilayah hukum Polres Inhil.

Pernyataan keluarga tersebut menuai berbagai tanggapan dari warganet yang meminta agar aparat penegak hukum menindaklanjuti informasi tersebut secara transparan dan profesional.

Kasat Narkoba Polres Inhil, AKP Adam Effendi mengklarifikasi bahwa Iwan Tanjung sudah tiga kali lakukan pemanggilan secara resmi dari Sat Resnarkoba Polres Inhil untuk dimintai keterangan, namun tidak diindahkan hingga akhirnya terbitkan surat sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Untuk Iwan tanjung sudah tiga kali kami lakukan pemanggilan secara resmi dari Sat Resnarkoba Polres Inhil untuk kami mintakan keterangannya, namun ketiga panggilan kami tidak di indahkannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Menagih Janji "Perisai Rakyat": Tragedi Penelantaran Keluarga oleh Oknum TNI dan Gugatan Keadilan Seorang Ibu

Lebih lanjut, Kasat Narkoba menjelaskan perihal tentang rehabilitasi, karena dua kawan Yuda positif urine, tapi tidak ada barang bukti padanya. Sedang Wahyuda barang bukti narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 7 gram beserta timbangan ada padanya saat di geledah.

“Kami juga sudah menerbitkan surat DPO atas nama Iwan tanjung jika ada masyarakat dan atau keluarganya yang melihat, tolong segera laporkan ke Polres Inhil,” imbau Adam.

Pernyataan di video tentang adanya 75% Satnarkoba Polres Inhil yang berpihak ke Iwan Tanjung, Adam mengatakan akan menelusuri kebenarannya.

“Iya utk kebenarannya kita musti dapatkan Iwan tanjung dan minta keterangan darinya apa benar keterangan dari Ibu tersangka itu. Jika tidak iya pasti ada konsekuensinya nanti. Mohon doa dan bantuan masyarakat Inhil agar Iwan tanjung cepat kita dapati,” tutup Adam.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uang Publik Dipertanyakan, Warga Dadok Tunggul Hitam Tuntut LPJ dan Audit Total
DUGAAN PUNGLI BERKEDOK UANG KOMITE DI PALEMBAYAN
SETELAH VIRAL PLESTERAN IRIGASI MONDAK PILADANG BISA DIKUPAS TANGAN, PEMBORONG DIDUGA ALIHKAN ISU DAN TANTANG WARTAWAN: “TUNGGU SAYA DI PALEMBAYAN
WADUH! Proyek Irigasi Mondak Piladang Belum Selesai Dikerjakan Sudah Rusak, Pengerjaan Diduga Tidak Sesuai SOP Konstruksi
Alat Berat Bongkar Bangunan Lapas Cibinong, Siapa Bertanggung Jawab?
Tanah Adat Tanah Moi Bukan Komoditas: Negara Dituntut Berdiri di Sisi Masyarakat Adat
Gelombang Perlawanan Masyarakat Adat Tanah Moi: Jeritan Keadilan di Bawah Bayang-Bayang Perampasan Tanah
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Uang Publik Dipertanyakan, Warga Dadok Tunggul Hitam Tuntut LPJ dan Audit Total

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:05 WIB

DUGAAN PUNGLI BERKEDOK UANG KOMITE DI PALEMBAYAN

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 05:38 WIB

SETELAH VIRAL PLESTERAN IRIGASI MONDAK PILADANG BISA DIKUPAS TANGAN, PEMBORONG DIDUGA ALIHKAN ISU DAN TANTANG WARTAWAN: “TUNGGU SAYA DI PALEMBAYAN

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:26 WIB

WADUH! Proyek Irigasi Mondak Piladang Belum Selesai Dikerjakan Sudah Rusak, Pengerjaan Diduga Tidak Sesuai SOP Konstruksi

Berita Terbaru