Indragiri Hilir, Mediainvestigasi.net – Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Indragiri Hilir bersama BPOM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir turun langsung ke lapangan.
Mereka menggelar operasi pasar terpadu untuk memastikan keamanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Operasi pasar tersebut dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, mulai pukul 11.00 WIB hingga 14.30 WIB, dengan sasaran distributor, agen, dan pasar tradisional di wilayah hukum Polres Inhil.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Budi Winarko, S.T., M.H., didampingi Kanit Tipidter IPDA Iwan Saputra, S.H., serta personel Tipidter Sat Reskrim Polres Inhil.
Turut terlibat tim ahli dari BPOM RI Kabupaten Inhu–Inhil serta jajaran Disperindag Kabupaten Indragiri Hilir.
Daging Ayam Dicek, Uji Formalin dan Boraks Dilakukan

Dalam operasi tersebut, tim gabungan melakukan penelusuran distribusi daging ayam potong, pengecekan stok, hingga pengambilan sampel untuk diuji menggunakan Rapid Test Formalin dan Rapid Test Boraks.
Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik, di antaranya:
- Agen distributor CV Ari Abah Boiler milik Tri Nofri Arisandi di Jalan Harapan Gang Harapan 7, Kelurahan Tembilahan Hulu,
- Agen milik Yosef Erfanda di Parit 6 Kelurahan Tembilahan Hulu,
- Kios penjual daging ayam potong di Pasar Pagi Mayang, Jalan Telaga Biru, Kelurahan Tembilahan Kota.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa distributor CV Ari Abah Boiler menjual ayam dalam kondisi hidup kepada konsumen, sementara agen Yosef Erfanda melayani pasokan daging ayam untuk wilayah Kota Tembilahan dan kecamatan sekitarnya.
Hasil Uji Negatif, Daging Ayam Aman Dikonsumsi
Hasil uji cepat terhadap sampel daging ayam menunjukkan NEGATIF formalin dan NEGATIF boraks.
Dengan demikian, daging ayam yang beredar di pasaran Kabupaten Indragiri Hilir dinyatakan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Adapun pasokan daging ayam diketahui berasal dari peternak dan distributor di Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jambi, serta Kabupaten Indragiri Hulu.
Harga Cabai Merah Naik, Perlu Pengawasan Lanjutan
Selain keamanan pangan, tim juga memantau stabilitas harga bahan pokok.
Dari hasil pemantauan, ditemukan adanya kenaikan harga cabai merah yang berasal dari wilayah Bukittinggi.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dan pengawasan berkelanjutan dari Tim Satgas Pangan Kabupaten Indragiri Hilir, agar lonjakan harga tidak memberatkan masyarakat menjelang Ramadhan.
Polres Inhil Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan Pangan
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., melalui Kasat Reskrim, menegaskan bahwa operasi pasar terpadu ini merupakan langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari peredaran bahan pangan berbahaya.
“Menjelang Ramadhan, konsumsi masyarakat meningkat. Karena itu, keamanan pangan yang sehat dan layak konsumsi menjadi prioritas utama,” ujar AKBP Farouk Oktora.
Ia menambahkan, dari hasil pengecekan bersama BPOM dan Disperindag, daging ayam yang beredar dinyatakan aman.
“Alhamdulillah, hasil uji sampel menunjukkan negatif formalin dan boraks. Ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.
Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
“Kami mengimbau para pelaku usaha agar mematuhi aturan dan mengutamakan kesehatan konsumen. Polri akan terus hadir memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan aman dan harga yang wajar selama Ramadhan,” tutupnya.***
Penulis: Muhammad
Editor: Rully Firmansyah













