Aksi Vandalisme Kelompok Separatis Sahrawi dan Urgensi Dialog Beradab

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Aksi Vandalisme Kelompok Separatis Sahrawi dan Urgensi Dialog Beradab

Geneva –Mediainvestigasi.net– Ketegangan geopolitik global kembali menodai kota perdamaian, Geneva, Swiss. Menjelang KTT G7 yang berlangsung di kota wisata Evian, Prancis, sebuah aksi unjuk rasa yang diorganisasi oleh koalisi anti-G7 berujung pada bentrokan hebat, Senin, 15 Juni 2026. Ironisnya, situasi diperparah oleh keterlibatan kelompok separatis Sahrawi yang melakukan tindakan anarkis dan vandalisme di dekat gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Para pengunjuk rasa dari kelompok separatis tersebut mulai menyerang aparat keamanan secara brutal dengan melemparkan botol, batu, hingga petasan. Menanggapi eskalasi kekerasan yang membahayakan fasilitas publik dan keselamatan warga, ribuan personel keamanan yang telah disiagakan di Geneva terpaksa mengambil tindakan tegas. Polisi menghalau massa menggunakan gas air mata serta semprotan meriam air (water cannon) demi mengendalikan situasi yang kian mencekam.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi kerusuhan yang mencederai nilai-nilai diplomasi tersebut, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, menyampaikan keprihatinan sekaligus kecaman keras terhadap pendekatan kekerasan tersebut. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) ini mendorong semua pihak untuk mengedepankan dialog konstruktif dan beradab dalam menyelesaikan setiap perselisihan yang ada.

Menurutnya, pemaksaan kehendak secara sepihak hanya akan menciptakan lingkaran setan kekerasan yang merugikan stabilitas internasional. Dunia saat ini, kata Wilson Lalengke, sudah semakin kompleks dan rapuh. Kita harus menghentikan pemaksaan kehendak melalui cara-cara anarkis yang hanya akan memperburuk masalah global.

“Tindakan vandalisme di pusat diplomasi dunia seperti Geneva tidak akan menghasilkan solusi, melainkan justru mengorbankan banyak orang yang tidak bersalah,” tegas Wilson Lalengke dari Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026.

Baca Juga :  *Antisipasi 3C Dan Aksi Premanisme, Polres Sibolga Gelar Patroli Gabungan*

Aksi anarkis kelompok separatis ini juga memicu sorotan tajam dari perspektif filsafat dunia. Filsuf pencerahan asal Jerman, Immanuel Kant (1724-1804), dalam esai monumentalnya “Perpetual Peace” (Menuju Perdamaian Abadi), menekankan bahwa perdamaian global hanya dapat dicapai jika setiap aktor politik bertindak berdasarkan hukum internasional dan menghormati institusi bersama, bukan melalui pemaksaan kehendak egoistik. Kekerasan di depan gedung PBB merupakan antitesis dari prinsip moral universal Kantian.

Sementara itu, filsuf kontemporer Jürgen Habermas (1929-2026) melalui teori Tindakan Komunikatif (Communicative Action) menyatakan bahwa solusi atas konflik sosial-politik mutlak harus dicapai lewat dialog rasional yang bebas dari dominasi dan kekerasan. Ketika batu dan petasan menggantikan argumen, maka ruang publik yang beradab telah mati.

Tragedi di Geneva ini menjadi pengingat penting bagi komunitas internasional. Di tengah dunia yang kian saling terhubung, resolusi konflik harus dikembalikan ke meja perundingan dengan kepala dingin, demi melindungi hak hidup masyarakat sipil yang kerap menjadi korban dari arogansi kelompok-kelompok tertentu. (PERSISMA/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rokok Ilegal Jagakarsa Disorot Keras: Rekaman Sebut Koordinasi dengan Oknum AKP M, Publik Minta Jawaban
Bappeda Kabupaten Pulau Taliabu Selenggarakan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Kemiskinan Daerah
Galodo Aro Suka Terjang Kompleks Pemkab Solok, Lumpur Penuhi Jalan Solok-Padang
Ditresnarkoba Polda Sumbar Perkuat Program Kampung Bebas Narkoba di Nagari Air Manggis Selatan Pasaman
ABPEDNAS Soppeng Perkuat Tata Kelola Desa dan Konsolidasi Organisasi
Dugaan Skandal Kapal Tongkang Rp30 Miliar, Ketum PPWI Laporkan Kapolda Sumsel dan Tiga Pejabat ke Propam Polri
Diduga Intimidasi Usai Pemberitaan, Penasehat PPWI Inhil Didatangi Pria yang Mengaku Suami Bidan
Plh. Kabag PBJ Tapanuli Tengah dengan Tegas Bantah Pokja ULP Pemkab Tapanuli Tengah Makelar Proyek Tahun 2026
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 12:41 WIB

Rokok Ilegal Jagakarsa Disorot Keras: Rekaman Sebut Koordinasi dengan Oknum AKP M, Publik Minta Jawaban

Selasa, 22 September 2026 - 10:45 WIB

Bappeda Kabupaten Pulau Taliabu Selenggarakan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Kemiskinan Daerah

Selasa, 22 September 2026 - 06:03 WIB

Galodo Aro Suka Terjang Kompleks Pemkab Solok, Lumpur Penuhi Jalan Solok-Padang

Selasa, 22 September 2026 - 05:52 WIB

Ditresnarkoba Polda Sumbar Perkuat Program Kampung Bebas Narkoba di Nagari Air Manggis Selatan Pasaman

Selasa, 22 September 2026 - 05:37 WIB

Dugaan Skandal Kapal Tongkang Rp30 Miliar, Ketum PPWI Laporkan Kapolda Sumsel dan Tiga Pejabat ke Propam Polri

Berita Terbaru

Rapat Penyusunan Annual Work Plan (AWP) dan Overall Work Plan (OWP) Daerah Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) Tahun Anggaran 2026-2030. (Dok. Bina Bangda/ Kemendagri)

Bina Bangda

Kemendagri Matangkan AWP dan OWP Program LSDP 2026-2030

Selasa, 22 Sep 2026 - 07:19 WIB