MEDIAINVESTIGASI.NET – Kekecewaan mendalam dirasakan oleh puluhan penumpang bus PT. Antar Lintas Sumatra (ALS) dengan nomor polisi BK 7871 LD. Bus yang seharusnya mengantarkan penumpang tepat waktu menuju tujuan, justru tertahan selama lebih dari 5 jam hanya untuk mengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU RM Cahaya Lematang, Lahat, Senin (29/6/2026).
Insiden ini memicu gelombang protes dari para penumpang yang merasa dirugikan secara materi maupun waktu. Banyak di antara mereka yang terancam sanksi di tempat kerja karena melewati jadwal shift, serta membuat keluarga di rumah cemas menunggu tanpa kepastian.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi yang dihimpun, bus ALS tersebut menepi di SPBU RM Cahaya Lematang, Lahat, dan langsung terjebak dalam antrean solar yang mengular panjang. Alih-alih mencari solusi cepat atau mengantisipasi ketersediaan bahan bakar sebelum memasuki jalur rawan antrean, kru bus justru membiarkan penumpang telantar di area rumah makan dan SPBU selama setengah hari kerja.
“Kami ini punya jadwal kerja yang ketat, ada juga yang sudah ditunggu keluarga di rumah karena ada urusan penting. Kalau telantar sampai 5 jam di Lahat hanya karena antre solar, ini jelas merugikan kami,” ujar salah satu penumpang dengan nada kecewa.
Dipertanyakan Kesiapan Manajemen dan Sopir
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar dari publik dan para penumpang mengenai profesionalisme PT. Antar Lintas Sumatra.
Minimnya Antisipasi Jalur: Apakah tidak ada pengecekan dan pengisian bahan bakar yang matang dari pihak sopir sebelum bus diberangkatkan, terutama saat mengetahui jalur yang dilewati rawan kelangkaan solar?
Manajemen Krisis yang Buruk: Mengapa pihak manajemen bus tidak memiliki mitigasi darurat ketika armada mereka terjebak antrean hingga berjam-jam, seperti koordinasi pengisian di titik lain atau solusi cepat bagi penumpang yang mengejar waktu?
Kerugian Nyata Bagi Penumpang
Bagi penumpang bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), waktu adalah hal yang sangat krusial. Keterlambatan hingga 5 jam di perjalanan bukan lagi perkara sepele, melainkan bentuk kelalaian pelayanan. Penumpang mendesak pihak PT. ALS untuk memberikan penjelasan resmi serta bertanggung jawab atas kerugian waktu yang dialami oleh pengguna jasa mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen PT. Antar Lintas Sumatra terkait insiden telantarnya penumpang bus BK 7871 LD di Lahat tersebut.






