BeritaHeadlineNasional

Update BMKG: Tsunami Akibat Gempa M7,7 Sudah Terdeteksi di Sejumlah Wilayah, Warga Pesisir Tetap Waspada

1516
×

Update BMKG: Tsunami Akibat Gempa M7,7 Sudah Terdeteksi di Sejumlah Wilayah, Warga Pesisir Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi waspada gempa. Foto Generate by AI

Sulawesi Utara, Mediainvestigasi.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperbarui informasi terkait gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin pagi, 8 Juni 2026.

Dalam pemutakhiran terbaru, BMKG mengonfirmasi bahwa gelombang tsunami telah terdeteksi di beberapa titik pemantauan di kawasan Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Berdasarkan data BMKG, tsunami terpantau di:

  • Loloda, Halmahera Barat pada pukul 07.20 WIB dengan tinggi gelombang sekitar 0,09 meter
  • Melonguane, Kepulauan Talaud pada pukul 07.27 WIB dengan tinggi gelombang sekitar 0,19 meter
  • Ulu Siau, Kabupaten Sitaro pada pukul 07.27 WIB dengan tinggi gelombang sekitar 0,18 meter

Meski tinggi gelombang yang terdeteksi relatif kecil, BMKG menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan adanya respons muka laut akibat gempa besar yang terjadi di wilayah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak menganggap remeh situasi dan tetap mengikuti perkembangan informasi resmi.

Gempa Berkekuatan Besar Picu Peringatan Dini Tsunami

Gempa utama tercatat memiliki magnitudo 7,7 dengan pusat gempa berada sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 kilometer berdasarkan hasil pemutakhiran BMKG.

Sejak gempa terjadi, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak, yaitu:

  • Gorontalo
  • Kalimantan Timur
  • Maluku Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Utara

Peringatan ini masih menjadi perhatian utama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir maupun yang sedang beraktivitas di sekitar pantai.

Warga Diimbau Tidak Mendekati Pantai

BMKG mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menjauhi kawasan pantai, pelabuhan, muara sungai, dan wilayah pesisir rendah sampai ada pengumuman resmi berikutnya.

Selain itu, warga juga diminta tidak mendatangi pantai hanya untuk melihat kondisi laut secara langsung.

Dalam beberapa kejadian tsunami sebelumnya, banyak korban justru terjadi akibat masyarakat mendekati garis pantai saat kondisi masih berbahaya.

Potensi Perubahan Kondisi Masih Dipantau

BMKG bersama instansi terkait masih terus memantau kondisi muka laut dan aktivitas gempa susulan yang mungkin terjadi.

Status peringatan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil analisis terbaru dari sistem pemantauan tsunami nasional.

Masyarakat di wilayah yang masuk dalam cakupan peringatan dini diminta tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan.

Seluruh informasi resmi dapat dipantau melalui situs resmi BMKG, aplikasi Info BMKG, serta kanal komunikasi pemerintah daerah setempat.

Situasi Masih Berkembang

Hingga berita ini ditulis, pemantauan terhadap dampak gempa dan tsunami masih berlangsung.

Belum ada laporan resmi mengenai kerusakan besar maupun korban akibat gelombang yang telah terdeteksi.

Namun aparat dan petugas kebencanaan di sejumlah daerah pesisir telah meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi.

Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dan menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi.***
Penulis: Rully Firmansyah