Update BMKG: Tsunami Akibat Gempa M7,7 Sudah Terdeteksi di Sejumlah Wilayah, Warga Pesisir Tetap Waspada

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi waspada gempa. Foto Generate by AI

Ilustrasi waspada gempa. Foto Generate by AI

Sulawesi Utara, Mediainvestigasi.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperbarui informasi terkait gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin pagi, 8 Juni 2026.

Dalam pemutakhiran terbaru, BMKG mengonfirmasi bahwa gelombang tsunami telah terdeteksi di beberapa titik pemantauan di kawasan Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Berdasarkan data BMKG, tsunami terpantau di:

  • Loloda, Halmahera Barat pada pukul 07.20 WIB dengan tinggi gelombang sekitar 0,09 meter
  • Melonguane, Kepulauan Talaud pada pukul 07.27 WIB dengan tinggi gelombang sekitar 0,19 meter
  • Ulu Siau, Kabupaten Sitaro pada pukul 07.27 WIB dengan tinggi gelombang sekitar 0,18 meter

Meski tinggi gelombang yang terdeteksi relatif kecil, BMKG menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan adanya respons muka laut akibat gempa besar yang terjadi di wilayah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak menganggap remeh situasi dan tetap mengikuti perkembangan informasi resmi.

Gempa Berkekuatan Besar Picu Peringatan Dini Tsunami

Gempa utama tercatat memiliki magnitudo 7,7 dengan pusat gempa berada sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 kilometer berdasarkan hasil pemutakhiran BMKG.

Sejak gempa terjadi, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak, yaitu:

  • Gorontalo
  • Kalimantan Timur
  • Maluku Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Utara

Peringatan ini masih menjadi perhatian utama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir maupun yang sedang beraktivitas di sekitar pantai.

Warga Diimbau Tidak Mendekati Pantai

BMKG mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menjauhi kawasan pantai, pelabuhan, muara sungai, dan wilayah pesisir rendah sampai ada pengumuman resmi berikutnya.

Selain itu, warga juga diminta tidak mendatangi pantai hanya untuk melihat kondisi laut secara langsung.

Baca Juga :  Pemkab Padang Pariaman Gelar Pengobatan Massal di Korong Talao Mundam Pasca Bencana

Dalam beberapa kejadian tsunami sebelumnya, banyak korban justru terjadi akibat masyarakat mendekati garis pantai saat kondisi masih berbahaya.

Potensi Perubahan Kondisi Masih Dipantau

BMKG bersama instansi terkait masih terus memantau kondisi muka laut dan aktivitas gempa susulan yang mungkin terjadi.

Status peringatan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil analisis terbaru dari sistem pemantauan tsunami nasional.

Masyarakat di wilayah yang masuk dalam cakupan peringatan dini diminta tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan.

Seluruh informasi resmi dapat dipantau melalui situs resmi BMKG, aplikasi Info BMKG, serta kanal komunikasi pemerintah daerah setempat.

Situasi Masih Berkembang

Hingga berita ini ditulis, pemantauan terhadap dampak gempa dan tsunami masih berlangsung.

Belum ada laporan resmi mengenai kerusakan besar maupun korban akibat gelombang yang telah terdeteksi.

Namun aparat dan petugas kebencanaan di sejumlah daerah pesisir telah meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi.

Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dan menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi.***
Penulis: Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Tuberkulosis dari Nagari, Sekda Hendra Aswara Ajak Kader Jadi Garda Terdepan Penanganan TB
Mantan Kapolri Ditahan bersama Dua Jenderal Aktif Lainnya: Terseret Kasus Penyadapan Presiden?
Kabid Hukum HMI Tembilahan Pertanyakan Perkembangan Kasus Penemuan Mayat dalam Jaring Ikan di Sungai Batang
KANTOR DESA BUKAN KERAJAAN KELUARGA! Jimmy: Jabatan Sekdes Bukan Warisan Dinasti
Kemendagri Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah, BPD, Fintech dan Dunia Usaha untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Digital
Sinergi TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil dan Puskesmas Kota Baru Reteh Gelar Sosialisasi Posyandu dan Posbindu di Kuala Lemang ​
Sinergi TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil dan Polsek Keritang Gencar Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Desa Kuala Lemang
Habib Alwi Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Dinilai Bawa Angin Segar Perubahan di Tubuh Polri
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:27 WIB

Cegah Tuberkulosis dari Nagari, Sekda Hendra Aswara Ajak Kader Jadi Garda Terdepan Penanganan TB

Rabu, 4 November 2026 - 00:49 WIB

Mantan Kapolri Ditahan bersama Dua Jenderal Aktif Lainnya: Terseret Kasus Penyadapan Presiden?

Selasa, 3 November 2026 - 20:43 WIB

Kabid Hukum HMI Tembilahan Pertanyakan Perkembangan Kasus Penemuan Mayat dalam Jaring Ikan di Sungai Batang

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

KANTOR DESA BUKAN KERAJAAN KELUARGA! Jimmy: Jabatan Sekdes Bukan Warisan Dinasti

Selasa, 3 November 2026 - 15:22 WIB

Kemendagri Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah, BPD, Fintech dan Dunia Usaha untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Berita Terbaru