Dharmasraya Tak Masuk RPJMN 2025-2029: Janji Sejahtera Anisa–Leli di Ujung Tantangan

- Penulis

Rabu, 12 Maret 2025 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni ( Dok, istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net-Dharmasraya menghadapi tantangan serius dalam lima tahun ke depan setelah tidak tercantum dalam Lampiran IV Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Artinya, kabupaten ini tidak termasuk dalam daftar prioritas pembangunan nasional yang berhak mendapatkan perhatian dan alokasi anggaran khusus dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya terpilih, Anisa–Leli, tetap optimistis dengan visi mereka, Dharmasraya Sejahtera Merata, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025. “Beberapa program prioritas di antaranya adalah mewujudkan Dharmasraya Sejahtera Merata, membangun infrastruktur sejahtera merata, serta membangun SDM sejahtera merata,” ujar Leli Arni saat berkunjung ke Masjid At-Taqwa Jorong Piruko Selatan, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Senin (10/3/2025).

Namun, pertanyaan besar muncul: bagaimana visi besar ini akan terwujud jika Dharmasraya tidak masuk dalam daftar prioritas nasional?

Tanpa Dukungan Pusat, Mampukah Dharmasraya Mandiri?

Ketidakhadiran Dharmasraya dalam RPJMN 2025-2029 berpotensi menghambat berbagai program strategis daerah, terutama yang bergantung pada dana pemerintah pusat. Tanpa status prioritas nasional, proyek infrastruktur, investasi, serta program pengentasan kemiskinan bisa berjalan lebih lambat atau bahkan terhenti akibat keterbatasan anggaran.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dharmasraya pada tahun 2024 tercatat Rp 25,47 miliar atau 96,37% dari target. Meski angka ini menunjukkan efektivitas pengelolaan PAD, jumlah tersebut masih jauh dari cukup untuk membiayai pembangunan yang terus meningkat. Sementara itu, belanja daerah terus bertambah setiap tahunnya, menambah tantangan bagi pemerintahan Anisa–Leli dalam menyeimbangkan antara belanja rutin dan pembangunan infrastruktur.

Dampak Ketidakhadiran Dharmasraya dalam RPJMN 2025-2029

Ketidakterlibatan Dharmasraya dalam RPJMN dapat berdampak besar pada berbagai sektor:

  1. Minimnya Infrastruktur Strategis
    Tanpa dukungan dari anggaran pusat, proyek jalan, jembatan, dan fasilitas publik berisiko tertunda atau bergantung sepenuhnya pada APBD yang terbatas.
  2. Sulitnya Akses ke Program Nasional
    Banyak program nasional, termasuk pengentasan kemiskinan, beasiswa pendidikan, dan insentif investasi, diarahkan ke daerah yang masuk RPJMN. Dharmasraya bisa kehilangan banyak peluang ini.
  3. Tantangan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
    Janji pemerintahan Anisa–Leli untuk membangun SDM dan infrastruktur sejahtera merata akan sulit diwujudkan jika tidak ada strategi alternatif dalam mencari sumber pendanaan di luar APBD.
Baca Juga :  Paslon Bupati Kabupaten Pulau Taliabu CPM -UTU Gelar Buka Puasa Bersama Masyarakat Desa Salati Kecamatan Taliabu Barat Laut

Realita vs Janji: Mampukah Anisa–Leli Menjawab Tantangan?

Pemerintahan Anisa–Leli harus segera menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi keterbatasan ini. Tanpa sokongan dari pemerintah pusat, mereka harus menggali potensi lokal, menarik investasi swasta, dan mencari pendanaan alternatif lainnya. Jika tidak, janji Dharmasraya Sejahtera Merata bisa berakhir sebagai sekadar slogan politik.

Masyarakat Dharmasraya perlu mengawasi kebijakan pemerintah daerah dengan lebih kritis. Apakah Anisa–Leli benar-benar memiliki strategi jitu untuk membawa daerah ini maju? Atau justru ketidakhadiran Dharmasraya dalam RPJMN akan menjadi lima tahun penuh ketidakpastian bagi warganya?

Editor: Yanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Ada Ampun bagi Pembakar Lahan, Polsek Kateman Amankan Seorang Pria
Kwartir Cabang 04.02 Gerakan Pramuka Indragiri Hilir Upacara Gelar Senja di Kediaman Bupati
Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita, Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Lahan Jagung di Desa Tanjung Melayu
Bongkar sampai Bandar Besarnya! Warga Desak Polisi Putus Jaringan Narkoba Pulau Ruku
Resahkan Warga, Peredaran Narkoba di Desa Pulau Ruku Desak Tindakan Tegas Aparat
DPRD Inhil Apresiasi Sikap tegas DKUPP dalam penegakan aturan dan mengurangi kebocoran Retribusi
HUT Ke-1 BMSN, Perkuat Komitmen Tangkal Hoaks
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:04 WIB

Tak Ada Ampun bagi Pembakar Lahan, Polsek Kateman Amankan Seorang Pria

Senin, 14 September 2026 - 18:41 WIB

Kwartir Cabang 04.02 Gerakan Pramuka Indragiri Hilir Upacara Gelar Senja di Kediaman Bupati

Senin, 14 September 2026 - 16:04 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita, Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Lahan Jagung di Desa Tanjung Melayu

Senin, 14 September 2026 - 14:55 WIB

Senin, 14 September 2026 - 11:38 WIB

Bongkar sampai Bandar Besarnya! Warga Desak Polisi Putus Jaringan Narkoba Pulau Ruku

Berita Terbaru

Headline

Senin, 14 Sep 2026 - 14:55 WIB