BeritaCommunityDaerahEkonomiHukumLifestyleNasionalOpiniPeristiwa

Banjir Kembali Rendam Timpeh: Proyek Pengendalian Bernilai Miliaran Dipertanyakan

2675
×

Banjir Kembali Rendam Timpeh: Proyek Pengendalian Bernilai Miliaran Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Banjir Kembali Rendam Timpeh (Dok, istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net– Banjir besar kembali melanda Kecamatan Timpeh, Dharmasraya, pada Jumat (21/02/2025), akibat luapan sungai setelah hujan deras semalaman. Padahal, pemerintah telah menggelontorkan dana Rp 18,7 miliar untuk proyek pengendalian banjir di kawasan ini.

Camat Timpeh, Rizki Rulien Putra, S.Stp, M.Si, membenarkan bahwa beberapa jorong di nagari-nagari Timpeh terendam banjir. “Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada Bupati melalui Zoom karena beliau masih di luar daerah usai pelantikannya,” kata Rizki. Ia juga menyebut bahwa banjir kali ini merupakan yang terbesar kedua dalam dua tahun terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Dharmasraya, Edison, menyebutkan bahwa 17 kepala keluarga (KK) di Nagari Panyubarangan dan 208 KK di Nagari Tabek terdampak. “Warga telah dievakuasi ke tempat aman, dan alhamdulillah kondisi air siang ini sudah surut,” katanya.

Miliaran Rupiah untuk Apa?

Ironisnya, banjir ini terjadi setelah proyek pengendalian banjir oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang dengan dana APBN senilai Rp 18.736.428.991,00 rampung dikerjakan. Proyek ini mencakup tiga titik pembangunan:

  1. Tribun Sungai Batanghari Pulau Punjung
  2. Sungai Batang Abai di Nagari Abai Siat
  3. Sungai Batang Timpeh di Timpeh

Di Sungai Batang Timpeh sendiri, PT Graha Bangun Persada sebagai pelaksana proyek melakukan normalisasi sungai sepanjang 6 kilometer dengan pemasangan beton cyclop di dua area, masing-masing sepanjang 220 meter dan 152 meter.

Pengawas lapangan proyek, Fandy Basten, sebelumnya optimistis bahwa proyek ini dapat mengatasi permasalahan banjir di Timpeh. “Kami fokus pada normalisasi sungai dan pemasangan beton cyclop. Saat ini, setelah hujan deras, debit air sungai tidak meluap,” ujarnya sebelum banjir terjadi.

Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Sungai tetap meluap, dan ratusan rumah kembali terendam. Ini memunculkan pertanyaan besar: apakah proyek miliaran rupiah ini benar-benar efektif atau hanya proyek seremonial tanpa dampak nyata bagi masyarakat?

Pemerintah daerah dan pihak terkait harus memberikan penjelasan transparan tentang efektivitas proyek ini. Masyarakat Timpeh berhak mendapatkan solusi yang benar-benar melindungi mereka dari bencana, bukan sekadar proyek dengan anggaran besar tanpa hasil yang jelas.

Editor: Yanti