Menu

Mode Gelap

Peristiwa

Akses Terisolir 14 Km, Warga Lubuk Rasam Tantang Bupati Solok Lihat Langsung Jalan Rusak ‎

badge-check


					Akses Terisolir 14 Km, Warga Lubuk Rasam Tantang Bupati Solok Lihat Langsung Jalan Rusak  ‎ Perbesar

Gambar: evakuasi warga sakit menggunakan sepeda motor (Dok, Mediainvestigasi.net/Dedi) 

Laporan: Dedi Zulpadli

Solok, Sumatera Barat, Mediainveatigasi.net – Buruknya akses infrastruktur kembali memperlihatkan wajah ketimpangan pembangunan di Kabupaten Solok. Warga Jorong Lubuk Rasam, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, terpaksa mengevakuasi seorang warga yang sakit menggunakan sepeda motor dengan cara diikat ke pengendara (7/2/2026).

‎Evakuasi ekstrem itu dilakukan lantaran tidak adanya tenaga kesehatan di jorong tersebut serta akses jalan yang belum pernah tersentuh pembangunan layak.

‎Jalan tanah yang menjadi satu-satunya jalur penghubung berubah menjadi lintasan berbahaya, terutama saat musim hujan, sehingga ambulans tidak dapat melintas.

‎Diketahui, Puskesmas Nagari Surian merupakan fasilitas kesehatan terdekat bagi warga Jorong Lubuk Rasam dengan jarak tempuh sekitar 14 kilometer. Namun kondisi jalan yang rusak parah membuat jarak tersebut seolah tak terjangkau.

‎“Bidan di Jorong Lubuk Rasam tidak ada. pasien sudah ngedrop, kami terpaksa melarikan ke puskesmas dengan cara seadanya,” ujar Umar (63), salah seorang warga.

‎Menurut Umar, kejadian tersebut bukanlah yang pertama. Ia mengingatkan publik pada peristiwa memilukan yang sempat viral di media sosial, ketika jenazah seorang guru SD N 20 Lubuk Rasam harus digotong oleh warga sejauh 14 kilometer karena ambulans tidak mampu melewati akses jalan menuju jorong mereka.

‎“Kami tidak ingin kejadian buruk itu terus terulang. Sampai kapan kami harus mempertaruhkan nyawa hanya karena jalan rusak?” tegasnya.

‎Warga Lubuk Rasam menilai kondisi ini sebagai bentuk ketidakadilan pembangunan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Mereka mengaku hanya menuntut hak dasar sebagai warga negara, yakni akses jalan yang layak untuk menunjang pelayanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi.

‎“Kami hanya minta jalan diperbaiki. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum kami rasakan. Kalau alasannya karena kawasan hutan lindung, bukankah pemerintah seharusnya hadir mencari solusi untuk rakyatnya?” ujar Umar dengan nada kecewa.

‎Ia bahkan menyampaikan kritik keras terhadap para pemangku kebijakan.

‎“Kalau tidak bisa melayani dan mengasihi masyarakatnya, jangan jadi pejabat,” pungkasnya.

‎Tak hanya menyuarakan keluhan, warga Jorong Lubuk Rasam juga secara terbuka menantang Bupati Solok, Jon Firman Pandu, untuk turun langsung melihat kondisi jalan yang mereka lalui setiap hari.

‎“Pak Bupati, coba konten video motor trabas Bapak itu diarahkan ke jorong kami ini. Supaya Gubernur, Menteri, sampai Presiden tahu bagaimana kondisi akses jalan rakyatnya di Lubuk Rasam,” ujar salah seorang warga lainnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, media ini masih menunggu keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Solok terkait persoalan krusial yang sudah menahun di Jorong Lubuk Rasam. Peristiwa ini kembali menegaskan masih adanya wilayah di Sumatera Barat yang terisolir dan luput dari pembangunan infrastruktur dasar, khususnya akses jalan dan layanan kesehatan.

Editor: Mitra Yuyanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Petasan Serbu Toko Obat Ilegal Golongan “G” hingga Viral di Medsos

16 Maret 2026 - 01:16 WIB

Miris, Jelang Idul Fitri, Warga Kritik Bupati Inhil Soal Jalan Rusak Parit Guntong–Pulau Kijang

13 Maret 2026 - 10:54 WIB

Menu Diduga Menyimpang dari Standar, Pengelolaan Dapur MBG Toboh Baru Disorot Wali Murid

4 Maret 2026 - 11:55 WIB

Trending di Berita