Guru di Nagari Garabak Data Terisolir, Tunjangan Daerah Khusus Tak Kunjung Dibayar Sejak 2021

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: lampiran perjuangan guru dengan kondisi terkini, akses jalan yang sulit ke Garabak Data (Dok, Istimewa) 

 

Laporan: Dedi Zulfadli (Wartawan) 

Solok, Mediainvestigasi.net – Nasib puluhan guru yang mengabdi di Nagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, kembali menjadi sorotan. Hingga awal 2026, para guru di wilayah yang dikenal sebagai salah satu nagari paling terisolir di Kabupaten Solok ini belum juga menerima Tunjangan Daerah Khusus (TDK), meski secara data resmi Garabak Data tercatat sebagai daerah tertinggal.

Melalui sebuah surat resmi tertanggal 7 Januari 2026 yang dikirim dari Aro Suka, majelis guru di Nagari Garabak Data menyampaikan permohonan dan keluhan langsung kepada Bupati Solok, melalui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok. Surat tersebut merujuk pada SK Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 03338.0804/PLPP.3.2/TK/T2/2025.

Dalam surat itu, para guru mempertanyakan alasan mereka tidak lagi menerima TDK, padahal berdasarkan data DPMN, di Kabupaten Solok hanya terdapat dua nagari berstatus tertinggal, yakni Nagari Garabak Data dan Nagari Tanjung Balik Sumiso.

61 Guru Mengabdi di Daerah Sulit Akses

Saat ini, terdapat 61 orang guru yang mengabdi di berbagai satuan pendidikan di Nagari Garabak Data, dengan rincian:

SDN 02 Garabak Data: 11 guru

SDN 07 Garabak Data: 9 guru

SDN 09 Lubuk Tareh: 11 guru

SMPN 2 Tigo Lurah: 13 guru

SMPN 5 Tigo Lurah: 12 guru

TK IT Puti Tareno Bayan: 3 guru

TK Al-Baraqah Lubuk Tareh: 2 guru

Para guru tersebut harus berjuang di tengah kondisi jalan yang rusak parah dan akses yang sangat terbatas. Bahkan, sebagian tenaga pendidik terpaksa menempuh perjalanan ekstrem dari Kabupaten Dharmasraya demi bisa melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) di Jorong Lubuak Tareh, Nagari Garabak Data.

Baca Juga :  Ipda Elianus Zalukhu Menjabat Sebagai Kapolsek Sirombo Yang Di Lantik Oleh Kapolres Nias

 

Terakhir Terima Tunjangan Tahun 2021

Ironisnya, para guru mengungkapkan bahwa TDK terakhir kali mereka terima adalah pada tahun 2021. Sejak saat itu, tidak ada lagi kejelasan, meski status wilayah mereka tidak pernah berubah.

“Guru di Nagari Garabak Data terakhir menerima tunjangan TDK tahun 2021. Kami benar-benar berada di daerah yang nyata-nyata terisolir. Tentu kami berharap mendapatkan perlakuan yang adil. Kami hanya menuntut hak kami sebagai guru yang mengabdi di daerah yang diakui sangat tertinggal,” ujar Aguslim Fajri, S.Pd, salah seorang guru.

Para guru juga meminta difasilitasi rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok serta pihak terkait, agar status Garabak Data kembali diakomodir sebagai penerima Tunjangan Daerah Khusus.

 

Surat Disertai Bukti Lapangan

Sebagai penguat, surat tersebut turut melampirkan foto dokumentasi rapat, daftar hadir, serta kondisi jalan menuju sekolah yang menggambarkan beratnya medan yang harus dilalui para guru setiap hari.

Surat itu juga ditembuskan kepada sejumlah pihak strategis, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Solok, Komisi A DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, Camat Tigo Lurah, Wali Nagari Garabak Data, Ketua PGRI Kabupaten Solok, serta Ketua PGRI Cabang Tigo Lurah.

 

Belum Ada Tanggapan dari Pemkab Solok

Namun hingga kini, belum ada tanggapan resmi baik dari Bupati Solok maupun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok terkait tuntutan para guru tersebut.

Sampai berita ini ditayangkan, media masih menunggu klarifikasi dan jawaban resmi dari pihak terkait, demi kejelasan nasib puluhan guru yang telah bertahun-tahun mengabdi di wilayah terisolir Nagari Garabak Data.

 

Editor: Mitra Yuyanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Pinangsori Tapteng, 14 Paket Disita
Bupati Tapteng Hadiri Wisuda Wabup Mahmud Efendi di UMN Al Washliyah Medan
Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Perencanaan Pembangunan Gedung DPRD Kota Bukittinggi
Kejar Target 1 Kilometer, Satgas dan Warga Maksimalkan Waktu Lembur di TMMD ke-130 Desa Kuala Lemang ​
Kejar Target, Satgas TMMD dan Warga Gesa Pengerjaan Sisa MCK dan Sumur Bor di Desa Kuala Lemang
Kian Mendekati Rampung, Satgas TMMD Ke-130 Kebut Pemasangan Jendela dan Teras Rumah Warga di Desa Kuala Lemang
Tertibkan Kafe Karaoke dan Kedai Tuak, Satpol PP Damkar Padang Pariaman Amankan Empat Pasangan Muda-Mudi
‎Lestarikan Budaya Minangkabau, Pemkab Padang Pariaman Tingkatkan Penerapan Sumbang Duo Baleh di Sekolah
Berita ini 301 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 19:22 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Pinangsori Tapteng, 14 Paket Disita

Minggu, 1 November 2026 - 15:57 WIB

Bupati Tapteng Hadiri Wisuda Wabup Mahmud Efendi di UMN Al Washliyah Medan

Minggu, 1 November 2026 - 15:33 WIB

Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Perencanaan Pembangunan Gedung DPRD Kota Bukittinggi

Minggu, 1 November 2026 - 12:43 WIB

Kejar Target 1 Kilometer, Satgas dan Warga Maksimalkan Waktu Lembur di TMMD ke-130 Desa Kuala Lemang ​

Minggu, 1 November 2026 - 12:08 WIB

Kejar Target, Satgas TMMD dan Warga Gesa Pengerjaan Sisa MCK dan Sumur Bor di Desa Kuala Lemang

Berita Terbaru