Menu

Mode Gelap

Daerah

Akses Jalan Terputus Total, Stafsus Gubernur Aceh Tempuh dengan Perahu dan Berjalan Kaki Demi Pastikan Bantuan Tiba di Pedalaman Aceh Timur

badge-check


					Stafsus Gubernur Aceh bersama Relawan. (Dok. Istimewa) Perbesar

Stafsus Gubernur Aceh bersama Relawan. (Dok. Istimewa)

Laporan: Razali ‘Raja’ Maop

MEDIAINVESTIGASI.NET – Terputusnya akses jalan akibat banjir besar di pedalaman Kabupaten Aceh Timur memaksa Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Faisal Rizal Hasan, turun langsung ke wilayah terisolir dengan berjalan kaki, Senin (05/01/2026).

Peninjauan dilakukan di tengah lumpuhnya jalur transportasi darat yang membuat sejumlah desa nyaris terputus dari distribusi logistik dan komunikasi. Kendaraan double gardan yang digunakan rombongan terpaksa ditinggalkan di ujung jalan berlumpur karena tidak lagi mampu menembus medan ekstrem.

Dari titik tersebut, Faisal bersama relawan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, menyeberangi jembatan darurat yang kondisinya rawan, demi mencapai desa-desa terdampak banjir di wilayah Simpang Jernih, Serba Jadi (Lokop), hingga Pante Bidari.

“Kami hadir untuk memastikan tidak ada warga yang merasa sendirian di tengah musibah ini. Fokus utama Bapak Gubernur (Mualem) adalah keselamatan warga dan terpenuhinya kebutuhan dasar seperti pangan dan obat-obatan, terlepas dari seberapa sulit akses menuju ke sana,” tegas Faisal Rizal Hasan di lokasi.

Pantauan di lapangan menunjukkan dampak banjir belum sepenuhnya surut. Lumpur pekat masih menyelimuti pemukiman warga, sementara tumpukan kayu gelondongan menutup sejumlah jalur desa. Kondisi tersebut memperlihatkan betapa rapuhnya infrastruktur dasar di kawasan pedalaman saat diterpa bencana.

Selain menyalurkan bantuan logistik, Faisal juga menyerap langsung keluhan dan aspirasi warga, terutama terkait kerusakan infrastruktur vital yang dinilai membutuhkan penanganan segera pascabanjir.

Banjir kali ini disebut warga sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Terputusnya komunikasi dan akses jalan membuat distribusi bantuan hanya dapat dilakukan melalui perahu kayu atau dengan berjalan kaki menembus jalur alternatif hutan.

Situasi ini kembali menyoroti urgensi percepatan koordinasi Pemerintah Aceh dengan instansi terkait, khususnya dalam pemulihan akses transportasi yang menjadi urat nadi ekonomi dan kehidupan masyarakat pedalaman Aceh Timur.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. **mitolyn reviews**

    Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Apresiasi Kinerja Jajaran, Kapolres Tapteng Berikan Penghargaan Kepada Personel Berprestasi

1 Juni 2026 - 19:47 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Pantau Perkembangan Tanaman Terong dan Cabai di Desa Tagagiri Tama Jaya

1 Juni 2026 - 19:43 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Dandim 0211/TT Bertindak sebagai Pembina Upacara

1 Juni 2026 - 19:40 WIB

Trending di Berita