Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I
PASAMAN BARAT — mediainvestigasi.net
Festival Literasi Kabupaten Pasaman Barat 2026 tidak sekadar menjadi panggung bagi buku dan kegiatan membaca. Di tengah semarak acara yang berlangsung tiga hari, 15–17 September 2026, muncul satu kejutan yang cukup menarik perhatian.
Komunitas Read Aloud Pasaman Barat (Read Aloud Pasbar) yang awalnya datang dengan niat sederhana—berpartisipasi dan memperkenalkan gerakan membaca nyaring kepada masyarakat—justru pulang membawa predikat Juara I Stan Terbaik.
Padahal, sejak awal mereka mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa stan peserta akan dinilai.
Festival yang ditaja oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat tersebut dipusatkan di halaman Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman Barat.
Selama tiga hari, Read Aloud Pasbar tidak hanya membuka stan. Mereka juga aktif mengisi rangkaian acara dengan kegiatan membaca nyaring (Read Aloud) yang melibatkan anak-anak dari sejumlah taman kanak-kanak.
Tiga Hari, Tiga Sekolah, Tiga Cara Menanamkan Cinta Buku
Pada hari pertama, 15 September, kegiatan membaca nyaring melibatkan TK Ainur Rahmah dengan jumlah sekitar 90 murid.
Sesi membaca nyaring dibawakan oleh Kak Yenny Sastria, STP, selaku Divisi Program Read Aloud Pasbar, sementara kegiatan Bookish Play dipandu Melisya, S.Pd. Acara dipandu oleh Bunda Surya Tresna, S.TP, Sekretaris Read Aloud Pasbar.
Memasuki hari kedua, giliran TK Al Faras dengan sekitar 30 siswa. Kegiatan membaca nyaring dibawakan oleh Bunda Yulisna Wisna Jaya, S.Pd., M.Pd., sedangkan Bookish Play dipandu oleh Bunda Surya Tresna.
Hari ketiga sekaligus penutupan festival, Read Aloud Pasbar kembali mengajak anak-anak dari TK ABA, dengan jumlah sekitar 60 murid. Sesi membaca nyaring dibawakan oleh Kak Dian Lestari, S.TP., dilanjutkan Bookish Play bersama Kak Sastika Dewi, S.Sos.I., dan dipandu Ustazah Siti Aminah sebagai pembawa acara.
Namun kegiatan tidak berhenti setelah cerita selesai dibacakan.
Anak-anak diajak memahami isi cerita, kemudian menuangkan imajinasi mereka melalui berbagai kegiatan kreatif. Hari pertama, mereka membuat dan mewarnai mahkota impian. Hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan membuat slime, sedangkan hari ketiga anak-anak berkreasi menggunakan kertas origami.
Konsep inilah yang membuat kegiatan membaca terasa berbeda. Anak-anak tidak hanya duduk mendengarkan cerita, tetapi diajak memahami, bermain, berimajinasi, kemudian menghasilkan sebuah karya.
Bukan Sekadar Nama yang Bertugas
Di balik nama-nama yang bertugas di setiap sesi, seluruh tim Read Aloud Pasbar ternyata ikut terlibat.
Bunda Puspa Dani, S.Pd., selaku Pembina Read Aloud Pasbar, bahkan hadir sejak pagi hingga kegiatan berakhir selama tiga hari festival.
“Memang yang diberi tanggung jawab untuk mengisi acara adalah nama-nama yang sudah ditentukan. Tetapi seluruh tim Read Aloud Pasbar ikut mengikuti kegiatan ini,” ujar Puspa Dani, yang juga Pengawas SD di Kecamatan Kinali, kepada mediainvestigasi.net.
Menurutnya, kebersamaan tim menjadi salah satu kekuatan Read Aloud Pasbar dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Stan yang Awalnya Biasa, Justru Berujung Juara
Selain mengisi kegiatan membaca nyaring, Read Aloud Pasbar juga membuka stan di lokasi festival.
Stan tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk memperkenalkan lebih jauh apa itu Read Aloud, sekaligus memamerkan karya tulis anggota, berbagai kerajinan tangan, serta aneka makanan hasil kreativitas anggota.
Tidak hanya itu, anggota Read Aloud juga memiliki Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Kinali dan Pasaman.
Menariknya, semua aktivitas tersebut dilakukan tanpa target untuk mengejar penghargaan.
Karena itu, ketika nama Read Aloud Pasbar diumumkan sebagai Juara I Stan Terbaik, para anggota mengaku terkejut.
“Kami sangat terkejut ketika pengumuman stan terbaik. Ternyata stan Read Aloud Pasbar menjadi terbaik satu. Padahal, itu bukan tujuan utama kami karena sejak awal kami tidak tahu akan ada penilaian stan,” ungkap mereka.
Bagi Read Aloud Pasbar, penghargaan tersebut menjadi bonus dari sebuah niat yang lebih besar: hadir, berbagi, dan memperkenalkan budaya membaca kepada masyarakat Pasaman Barat.
Dari Stan Literasi, Menyemai Generasi Masa Depan
Bunda Surya Tresna, mewakili seluruh pengurus dan anggota Read Aloud Pasbar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman Barat yang telah memberikan ruang kepada komunitas tersebut untuk berpartisipasi dalam Festival Literasi Kabupaten Pasaman Barat 2026.
“Insyaallah ke depan Read Aloud Pasaman Barat akan selalu berkolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasbar serta seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk kembali menanamkan minat baca kepada generasi masa depan bangsa,” ujar Bunda Surya.
Festival boleh saja berakhir.
Stan boleh dibongkar.
Namun pesan yang dibawa Read Aloud Pasbar masih jauh dari selesai: membaca bukan sekadar mengeja kata, tetapi membuka pintu imajinasi dan menanamkan m yg Pasaman Barat 2026.
Biro Pasaman Raya
Penulis : Rakiman
Editor : Atri








