MEDIAINVESTIGASI.NET – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan. Erupsi dilaporkan berlangsung secara menerus sejak Jumat malam hingga Sabtu (5/9/2026), disertai lava fountain atau semburan lava pijar, dentuman keras, serta sebaran abu vulkanik halus yang berpotensi terbawa angin menuju wilayah permukiman warga.
Pengamatan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) dan Magma Indonesia mencatat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dengan intensitas yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Lampung dan daerah yang berpotensi terdampak abu vulkanik, diminta meningkatkan kewaspadaan.
Menanggapi kondisi tersebut, Presiden Gerakan Anti Nganggur Nusantara (GANTARA), Sandi Febri Wijaya, mengimbau masyarakat Provinsi Lampung untuk lebih disiplin melindungi diri dari paparan abu vulkanik, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
“Abu vulkanik mengandung partikel silika yang tajam dan berisiko tinggi memicu Gangguan Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta iritasi mata. Kami mengimbau seluruh warga Lampung, khususnya di daerah pesisir dan jalur lintasan debu, untuk wajib menggunakan masker medis atau N95 saat beraktivitas di ruang terbuka,” tegas Sandi Febri Wijaya.
Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko paparan langsung abu vulkanik. Selain masker, warga juga disarankan menggunakan perlindungan tambahan seperti kacamata ketika kondisi udara mulai dipenuhi abu vulkanik.
Sandi Febri Wijaya juga menginstruksikan jaringan relawan pemuda GANTARA di Lampung untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Jaringan relawan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak, termasuk dalam pendistribusian masker serta memberikan edukasi mengenai langkah-langkah menghadapi paparan abu vulkanik.
“Yang terpenting masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang,” ujarnya.
GANTARA Sampaikan Tiga Imbauan
Dalam menyikapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, DPP GANTARA menyampaikan tiga poin imbauan kepada masyarakat. Pertama, masyarakat diminta disiplin menggunakan alat pelindung diri berupa masker dan kacamata pelindung untuk mengurangi paparan abu vulkanik secara langsung.
Kedua, masyarakat diminta memperhatikan kebersihan lingkungan domestik dengan menutup rapat tempat penampungan air bersih dan makanan. Langkah tersebut diperlukan untuk menghindari kontaminasi material vulkanik yang terbawa ke lingkungan permukiman.
Ketiga, masyarakat diminta mematuhi zona aman dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau yang masuk dalam wilayah berbahaya. Warga juga diimbau mengikuti setiap arahan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun BPBD.
GANTARA juga menyatakan telah mengonsolidasikan jaringan relawan pemuda di wilayah Lampung untuk membantu koordinasi dengan pihak berwenang. Relawan diharapkan dapat ikut mendukung pendistribusian masker sekaligus memberikan edukasi tanggap bencana kepada masyarakat di titik-titik yang terdampak.
Di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga diharapkan menyaring informasi dan memantau perkembangan aktivitas gunung api melalui kanal resmi pemerintah maupun lembaga terkait.
Kewaspadaan tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi perubahan arah sebaran abu vulkanik maupun peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap tenang, namun tidak mengabaikan langkah-langkah keselamatan yang telah disampaikan otoritas.
Dengan meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi antara relawan serta pemerintah daerah, risiko dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dan aktivitas warga diharapkan dapat diminimalkan.










