Pergolakan Pemikiran Ekopol Pancasila

- Penulis

Jumat, 11 Juli 2025 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergolakan Pemikiran Ekopol Pancasila

_Oleh: Yudhie Haryono_

Jakarta – Mediainvestigasi.net–Kubur kekerdilan. Hapus mental kate. Tikam jago kandang. Sebab, setiap peradaban besar, bermula dari pikiran besar. Lalu, dikerjakan oleh “orang besar.” Demikian hukum besi sejarah dan alamnya. Tanpa pikiran besar dan pemimpin besar, sungguh tak dimungkinkan lahir dan tumbuh peradaban, bangsa, negeri dan komunitas besar plus dikagumi semesta.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai wilayah yang pernah menghasilkan peradaban besar: Tarumanegara, Mataram, Sriwijaya, Majapahit dan Nusantara, tentu kita mewarisi pikiran besar dan pemimpin besar. Puluhan tahun lalu, kita mampu menjadi inspirasi kemerdekaan negara di benua Asia-Afrika lewat konfrensi (KAA/18-24 April 1955) yang menggetarkan dunia. Itu salah satu bukti warisan aksi besar yang masih bisa kita baca.

Soal pemikiran, kita bisa menyebut misalnya “ekonomi-politik pancasila.” Ini tentu warisan pemikiran besar (yang ontologinya ada di konstitusi) dari para pendiri republik yang masih terasa walau sudah lama dipunggungi oleh kita semua.

Ya, duapuluh tahun terakhir kita tak lagi melahirkan pikiran-pikiran besar dan tokoh-tokoh dunia. Hal yang kita rindukan sejak lama. Sebaliknya, republik ini diterjang badai KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) yang meluluh lantakkan kehidupan kenegaraan kita. Praktis juara di semua liga, baik tingkat regional (Asean) maupun internasional (Asia dan Dunia).

Walaupun begitu, perjalanan ekonomi kita tertatih-tatih terus berjalan. Kementerian Keuangan mencatat aset negara mencapai Rp 13.692,4 triliun per 31 Desember 2024. Angka ini naik dibanding 2023 yang sebesar Rp 13.072,8 triliun. Neraca pemerintah per 31 Desember 2024 mencerminkan posisi keuangan yang kecil dan memprihatinkan, dengan total aset hanya mencapai Rp 13.692,4 triliun (1/72025).

Baca Juga :  Ketua DPRD Batang Hari Menghadiri Secara Langsung MUSRENBANG RKPD

Mengapa kecil dan memprihatinkan? Karena agensinya hanya beriman pada ekonometrika, bermahzab neoliberal dan texbook. Sebagian besar bahkan menjadi hit-guys yang mengkayakan negara lain serta korporasi elite global. Bahkan, di inti kelembagaan negara, para ekonomnya itu banyak pengkhianat dari sistem ekopol kita yang pancasilais, kerakyatan dan berdimensi keadilan sosial.

Tentu saja, negara-bangsa ini hanya akan tangguh dan jadi peradaban besar jika kita berani meninggalkan cara berpikir dan bertindak berdasar ekonometrik, neolib, texbook dan hit-guys. Selanjutnya sambil menyambut dan merealisasikan kembali sistem ekopol pancasila.

Kita wajib membongkar tuntas masalah ini dengan tagline “selamat tinggal neoliberalisme, selamat datang pasukan pancasila dan pikiran-pemikirannya yang jenius plus merakyat.” Kini dan seterusnya. Oleh kita, bukan oleh asing-aseng-asong.

Soal ekonometrika dan neoliberalisme yang sudah memiskinkan Indonesia, kita bisa baca buku dan kitab-kitab yang terkurikulumkan di mana isinya hanya lima: individualisme, keinginan, ketamakan, dominasi dan ketimpangan. Lahirlah rezim devisa bebas, kurs bebas, teorama defisit anggaran, utang luar negeri yang menggunung, agensi oligarki, bunga dan pajak tinggi serta deregulasi.

Padahal, antitesanya sudah ada. Jelas sekali bahwa basis ekopol pancasilaisme itu: kebersamaan, kebutuhan, keselarasan, gotong-royong, kemerataan. Lahirlah rezim pasar terkelola, kurs tetap, koperasi, kehadiran negara via BUMN serta surplus APBN, insentif dan subsidi tinggi, serta keadilan regulasi.

Dengan antitesa yang jenius tersebut, tema-tema pokoknya adalah: (1)Negeri tanpa kemiskinan; (2)Republik tanpa kelaparan; (3)Indonesia penuh kesehatan, papan dan sandang; (4)Pendidikan berkualitas; (5)Kesetaraan gender; (6)Air Bersih dan sanitasi berkwalitas dunia; 7)Pasokan energi bersih dan terjangkau.

Selanjutnya, dalam ekopol pancasila kita terus melakukan: (8)Pekerjaan manusiawi dan pemerataan ekonomi; (9)Penuh industri ramah lingkungan, inovasi dan infrastruktur; (10)Hidup tanpa kesenjangan; (11)Kota dan permukiman yang berkelanjutan; (12)Konsumsi dan pangan yang bertanggung jawab; (13)Penanganan perubahan iklim; (14)Ekosistem lautan, daratan dan udara yang sehat.

Baca Juga :  Bupati Tapteng Hadiri Launching 200 Titik Jembatan Garuda

Singkatnya, pergumulan pemikiran ekopol pancasila juga merealisasikan subtansi kenegaraan berupa: (15)Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh; (16)Kolaborasi dan gotong-royong untuk mencapai tujuan; (17)Tanpa para penipu, pencopet, pencoleng, maling dan rampok di manapun; (18)Republik bebas KKN; (19)Komunitas epistemik negeri hukum; (20)Negeri rempah dan herbal.

Dengan tema dan program berwawasan theo-antro-eco sentris maka kita akan mewarnai regional Asean, melukis internasional Asia dan Dunia, serta menjadi mercusuar semesta. Inilah warisan pemikiran ekopol pancasila. Kitalah yang sedang mencetak realisasinya.(*)

_Penulis adalah CEO Nusantara Centre_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I
Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi
My Rubel Literasi Center Gebrak Festival Literasi Pasaman Barat 2026, Siap Lahirkan Generasi Emas 2045
Hermawan Rahman Adalah Sosok Pemimpin Cerdas Masuk Pada Bursa Calon Kepala Desa (Cakades) Kota Bobong
DKUPP Inhil Tegaskan Lapak Pasar Bukan Untuk Diperjualbelikan, Buka Posko Pengaduan dengan QR Code
Polsek Kateman Ungkap Kasus Curat, Lima Orang Diamankan dalam Pengembangan Perkara
Konfirmasi Belum Terjawab, Dua Pelaksana Blokir Kontak Wartawan — PUPR/Pemkab Bogor Diminta Buka Terang
 Komitmen Lapas Bersih Narkoba, Razia Gabungan & Tes Urin di Lapas Bukittinggi Negatif
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:28 WIB

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I

Jumat, 18 September 2026 - 11:57 WIB

Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi

Jumat, 18 September 2026 - 10:36 WIB

Hermawan Rahman Adalah Sosok Pemimpin Cerdas Masuk Pada Bursa Calon Kepala Desa (Cakades) Kota Bobong

Jumat, 18 September 2026 - 09:41 WIB

DKUPP Inhil Tegaskan Lapak Pasar Bukan Untuk Diperjualbelikan, Buka Posko Pengaduan dengan QR Code

Jumat, 18 September 2026 - 06:51 WIB

Polsek Kateman Ungkap Kasus Curat, Lima Orang Diamankan dalam Pengembangan Perkara

Berita Terbaru