Menu

Mode Gelap

Politik

3 September, Hari Luka Gerindra di Dharmasraya

badge-check


					3 September, Hari Luka Gerindra di Dharmasraya Perbesar

Gambar Presiden RI Prabowo Subianto (Dok, Istimewa)

Oleh: Mitra Yuyanti Kaperwil Sumatera Barat Mediainvestigasi.net

Dua kader tumbang dalam sehari, tanda tanya besar bagi loyalitas di tubuh partai penguasa

Dharmasraya – Tanggal 3 September 2025 akan dikenang sebagai hari paling kelam bagi Partai Gerindra di Kabupaten Dharmasraya. Dalam satu hari saja, dua kadernya yang cukup disegani tumbang di gelanggang berbeda. Sebuah ironi pahit yang mencoreng wibawa partai penguasa di tanah Cati Nan Tigo.

 

Rosandi Sanjaya Lengser dari Komisi II DPRD

Pukulan pertama datang dari gedung DPRD Dharmasraya. Rosandi Sanjaya, Ketua DPC Gerindra sekaligus Ketua Komisi II DPRD, harus merelakan jabatannya usai rapat internal komisi memutuskan rotasi pimpinan.

Keputusan itu sah setelah diketok palu dalam rapat paripurna DPRD yang dihadiri 17 anggota dewan dan disepakati tiga unsur pimpinan DPRD.

Berdasarkan Pasal 52 ayat (7) Peraturan DPRD Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Tertib, setiap ada perubahan pimpinan komisi, pemilihan ulang wajib dilakukan. Hasilnya, susunan baru Komisi II adalah: Chuyank Boy, S.Si sebagai Ketua, M. Abyan, S.Kom sebagai Wakil Ketua, dan Henrianto, S.E sebagai Sekretaris.

Di ruang paripurna, dentuman palu terdengar begitu nyaring, seolah merobek suasana. Rosandi hanya tersenyum tipis, senyum yang lebih mirip penutup getir. Beberapa kolega menunduk, tak percaya kursi strategis itu kini berpindah tangan.

Junaindra Kalah Tipis di Pemilihan Ketua KONI

Sore harinya, kabar lain datang dari arena berbeda. Junaindra Sumawan, tokoh muda Gerindra yang dikenal sebagai Tim Ahli Andre Rosiade dan bagian dari tim pemenangan Prabowo Subianto, kalah tipis dalam pemilihan Ketua KONI Dharmasraya. Ia harus mengakui keunggulan rivalnya, Afrizal.

Kekecewaan kian dalam karena beredar kabar Junaindra sempat diminta mundur dari pencalonan sebelum pemilihan. “Beredar kabar, sebelum pemilihan Ketua KONI Dharmasraya, Mas Juna diminta mundur oleh seseorang,” ujar Ardi (53), warga Dharmasraya.

Di luar gedung, beberapa pendukung tampak murung. Seorang pemuda, Affan (23), bahkan menitikkan air mata. “Kami sudah yakin Mas Juna menang. Dia punya semangat membangun olahraga. Tapi ternyata kalah juga,” ucapnya getir.

Junaindra sendiri hanya mampu tersenyum saat nama Afrizal diumumkan sebagai peraih suara terbanyak. Senyum yang lebih menyerupai kepasrahan.

Gambar Andre Rosiade (Dok, Istimewa)

Andre Rosiade Dianggap Tak Dihargai

Kekalahan beruntun ini menimbulkan tanda tanya besar. Mujiono (54), pemikir politik Dharmasraya, menilai peristiwa ini seolah memperlihatkan bahwa pengaruh Andre Rosiade—Ketua DPD Gerindra Sumbar sekaligus orang dekat Prabowo—tidak sepenuhnya dihargai di Dharmasraya.

“Bupati Anisa dan Marlon memberikan angin surga, tapi seperti bermain dua kaki. Seolah mengayomi, padahal ujungnya dibiarkan kadernya sendiri kalah. Itu yang membuat luka Gerindra semakin dalam,” ujarnya.

 

Hari Luka Gerindra

Ironis memang. Di tanah Cati Nan Tigo, yang kini dipimpin Anisa Suci Ramadani dari Partai Gerindra, justru dua kader terbaik partai itu tumbang bersamaan.

Bagi sebagian orang, ini hanya dinamika biasa. Namun bagi kader dan simpatisan Gerindra, ini luka yang sulit disembuhkan. Luka karena partai besar yang berkuasa di negeri ini ternyata tak kuasa melindungi prajuritnya di garis depan.

Politik, rupanya, tak pernah menjanjikan kepastian. Ia berputar cepat, mengangkat satu nama hari ini lalu menjatuhkannya esok tanpa ampun.

Dan pada 3 September 2025, Gerindra di Dharmasraya belajar satu hal: kekuasaan bisa menggetarkan, tapi juga bisa meremukkan. Sehebat apapun partai, sebesar apapun nama, pada akhirnya yang tersisa hanyalah kenyataan pahit—bahwa politik selalu menyimpan luka di balik senyumnya.
(**)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lapas Kelas IIA Bukittinggi Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan dalam Rangka HBP ke-62

17 April 2026 - 17:19 WIB

Penyaluran Bantuan Stimulan Pemberdayaan Dan Penghidupan Berkelanjutan Oleh Bupati Nias Utara

17 April 2026 - 13:48 WIB

Optimalkan Program Pembinaan, Lapas Bukittinggi Laksanakan Monev PKBM oleh Kasubsi Bimaswat dan Jajaran

17 April 2026 - 06:41 WIB

Trending di Berita