Warga Pisangan Baru Merasa Dibodohi: Udah Bayar Rp 100 Ribu, Aspal Langsung Rusak, Bingung Mau Lapor ke Mana?

- Penulis

Jumat, 20 Juni 2025 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Penampakan aspal di depan rumah yang dikenakan biaya Rp 100 Ribu per-meter. (Dok. Media Investigasi)


MEDIAINVESTIGASI.NET – Keluhan keras disuarakan warga Pisangan Baru, Jakarta Timur, terkait proyek pengaspalan jalan yang terkesan asal-asalan dan tidak transparan.

Sejumlah warga mengaku sudah dimintai iuran sebesar Rp 100 ribu per rumah untuk di trotoar depan rumah atau toko namun aspal sudah rusak hanya dalam hitungan hari.

“Baru beberapa hari diaspal, udah banyak yang retak-retak. Ini sih bukan pembangunan, tapi pembodohan. Kami disuruh bayar seratus ribu, tapi kualitasnya memprihatinkan!” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Keresahan ini pun semakin menjadi karena warga mengaku tidak tahu hari mengadu ke mana?

Banyak warga yang merasa dipermainkan dan dibohongi oleh oknum yang melakukan pembodohan tersebut pasca Bina Marga Matraman melakukan pengaspalan jalan utama Pisangan Baru Tengah.

“Setahu saya, setiap toko atau rumah yang berhadapan dengan jalan ditawari pengaspalan, harganya kayaknya bervariasi per meternya” keluh warga lainnya ketika tim melakukan investigasi, Rabu (18/6).

Sungguh ironis, sebelumnya ada pelaksanaan pengaspalan di dalam gang RT.01 RW.12, ketika itu warga meminta dilebarkan sedikit agar terlihat rapi, namun penolakan keras datang dari Kasatpel Bina Marga Matraman, Nessy Octavia didampingi oleh seorang petugas yang dikenal bernama Icun.

Proyek tambal sulam ini menuai sorotan publik, apalagi di tengah maraknya sorotan terhadap proyek-proyek ‘asal jadi’ di Jakarta. Praktik seperti ini tidak hanya merugikan warga, tapi juga mencoreng citra pemerintah daerah yang tengah gencar menggaungkan transparansi dan pelayanan publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak instansi terkait. Bahkan, Icun, petugas Bina Marga Matraman ketika diinformasikan tentang berita keluhan, dirinya malah merespon yang dinilai sebuah penghinaan terhadap wartawan. Dirinya merespon dengan stiker WhatsApp dengan gambar wanita membawa kopi dengan payudara yang ikut menjadi objek.

Baca Juga :  Banjir Melanda Pesisir Selatan Sumbar: Ratusan Rumah Terendam, Satu Warga Hilang Terbawa Arus (Update Senin 24 November 2025, 20:45 WIB)

Warga berharap aparat dan pihak pengawasan pembangunan segera turun tangan dan mengusut tuntas dugaan kejanggalan ini.

Tim investigasi yang kini tersebar di beberapa lokasi masih terus melakukan penelusuran terhadap permainan proyek yang dinilai sarat dengan dugaan pungli.

Tentunya kasus semacam ini harus dibongkar, karena rakyat bukan sapi perah. Pemerintah harus lebih selektif untuk memberikan sebuah jabatan kepada seseorang, jangan tutup mata ketika ada petugas pengaspalan datang minta uang tapi lari pas hasilnya jelek.

Redaksi akan terus memantau perkembangan dan meminta tanggapan dari pihak berwenang terkait proyek pengaspalan bermasalah ini.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Miris! Jalan Pusat Kecamatan Palembayan Rusak Bertahun-tahun, Pasar IV Koto di Jantung Ibu Kota Kecamatan Mati Suri
Direktur RSUD Minta Maaf atas Insiden Pelecehan sesksual di RSUD. Oknum Perawat diberhentikan secara tidak hormat
BANJIR KEMBALI TERJANG LUMIN PARK, 40 JIWA DIEVAKUASI: PEMKO PADANG HARUS BUKA HASIL EVALUASI DAN PENANGANAN SUNGAI
Nah.. kan akhirnya jembatan didesa gedung Rejo kecamatan belitang amblas lagi
Alat Berat Bongkar Bangunan Lapas Cibinong, Siapa Bertanggung Jawab?
Sorotan Dugaan Penyimpangan Menguat, DPRD Kabupaten Bogor Ditunggu Respons
Rokok Diduga Tanpa Cukai di Cinere Menguak, Puluhan Dus dan Jutaan Rupiah Jadi Sorotan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:56 WIB

Miris! Jalan Pusat Kecamatan Palembayan Rusak Bertahun-tahun, Pasar IV Koto di Jantung Ibu Kota Kecamatan Mati Suri

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Direktur RSUD Minta Maaf atas Insiden Pelecehan sesksual di RSUD. Oknum Perawat diberhentikan secara tidak hormat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:19 WIB

BANJIR KEMBALI TERJANG LUMIN PARK, 40 JIWA DIEVAKUASI: PEMKO PADANG HARUS BUKA HASIL EVALUASI DAN PENANGANAN SUNGAI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Nah.. kan akhirnya jembatan didesa gedung Rejo kecamatan belitang amblas lagi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Berita Terbaru