Warga belitang jaya kecewa terkait pupuk subsidi tidak sesuai harapan, pemerintah pusat harus tahu ini
OKU Timur Sumsel MediaInvestigasi.net – Di era kepemimpinan presiden BPK Prabowo Subianto Program program pertanian sangat disambut baik oleh masyarakat, seperti halnya pupuk, harga gabah maupun jagung, tapi ada hal yang perlu diketahui oleh Pihak pemerintah pusat khususnya Pihak pertanian, bahwa warga di belitang jaya sangat butuh pupuk tepat waktu dan stok pupuk agar tidak kekurangan apalagi memasuki musim tanam padi, Minggu, 17,05,2026
Petani warga desa argomulyo mengeluh dan merasa kecewa bahwa disaat membutuhkan pupuk subsidi dan mendatangi kios pengecer untuk menebus pulang tidak membawa pupuk dengan alasan Pupuk belum ada, ditambah lagi diketahui berdasarkan keterangan KTP petani disimpan oleh Oknum kios pengecer, tentunya adanya Informasi ini kami dari pihak media akan mengkonfirmasi dan mengkelarifikasi pihak Kios pengecer BPK Suyono untuk bisa memberikan keterangan atas adanya hal ini.
S Giyanto selaku Tokoh masyarakat yang merupakan Petani di Belitang jaya Menerangkan, ” Atas adanya program dari pemerintah saya sangat menyambut baik apalagi terkait pertanian, tapi saya selaku petani bertanya tanya kenapa untuk kali ini saya mau mengambil hak saya penebusan pupuk subsidi kok masih kosong dengan alasan belum ada, padahal ini sudah memasuki musim tanam, saya sangat kecewa mewakili petani lainnya kalau seperti ini, “Terangnya.
S Giyanto Juga menambahkan, “Kami ingin Pupuk Subsidi ini bisa ada disaat kami membutuhkan, semoga keluh kesah kami dari petani didesa argomulyo kecamatan belitang jaya bisa didengar oleh Pemerintah pusat adanya hal ini, “Jelasnya.
Dihari yang berbeda Suyono Selaku Pengecer Pupuk Subsidi diwilayah Belitang jaya Saat dikonfirmasi Klarifikasi Oleh pihak media Menjelaskan, “Saya sudah menebus pupuk kurang lebih setengah bulan yang lalu pak, Sampai saat ini belum Dikirim juga untuk Phonska subsidi Informasi nya masih kosong dan baru dikirim pupuk urea, terkait KTP itu untuk keperluan pupuk itu sendiri, “Pungkasnya ( Saiful Jurnalis )











