Tersangka Priyo Hantam Euis dengan Palu Hingga Tewas Sesak Napas

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT

Tersangka Priyo Hantam Euis dengan Palu Hingga Tewas Sesak Napas

Mediainvestigasi.net– Tabir kekejaman dalam kasus pembunuhan berencana satu keluarga di Indramayu terus dikuliti oleh penyidik kepolisian. Selain peran Ririn sebagai otak pelaku, peran tersangka Priyo Bagus Setiawan dalam menghabisi anggota keluarga lainnya, termasuk Euis Juwita Sari, terungkap sangat brutal dan eksplisit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam gelar perkara, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menjelaskan bahwa Euis Juwita Sari menjadi target setelah kedua pelaku menghabisi suami dan ayah mertuanya. Priyo bertugas memastikan tidak ada saksi yang tersisa di dalam rumah tersebut.

“Tersangka Priyo mendatangi korban Euis yang saat itu berada dalam kondisi sangat ketakutan. Tanpa ragu, Priyo mengayunkan palu besi ke bagian wajah dan kepala korban,” tutur Kombes Hendra, Jum’at (15/5/2026)

Hantaman keras tersebut mengenai bagian dahi dan dagu korban dengan sangat telak. Akibat serangan brutal itu, korban mengalami luka terbuka yang sangat lebar di bagian wajah. Namun, kengerian tidak berhenti pada luka fisik luar saja. Pukulan tersebut menyebabkan kerusakan struktur pada bagian leher dan rahang korban.

“Akibat hantaman bertubi-tubi di area kepala dan wajah, korban mengalami kondisi sesak napas yang hebat. Trauma tumpul pada bagian kepala belakang juga menyebabkan patah tulang tengkorak yang mengakibatkan pendarahan hebat di selaput otak,” jelas Hendra secara detil.

Euis ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan setelah sempat berjuang menghirup oksigen di tengah luka-lukanya yang mematikan. Polisi menyebutkan bahwa tindakan Priyo ini dilakukan dengan sangat dingin dan terencana.

“Pukulan tersebut memang dirancang untuk mematikan secara cepat. Korban mengalami kegagalan pernapasan akibat trauma berat pada sistem saraf pusat dan kerusakan di area vital kepala,” pungkasnya.

Baca Juga :  Warga Langsung Rasakan Dampak dari Pengerukan Drainase yang Dilakukan Pemko Padang

Bandung 15 Mei 2026

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla
Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang
Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran
Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa
Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026
Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 ,Tabligh Akbar Perkuat Nilai Keislaman dan Kebersamaan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
Sirah Nabi Berbahasa Bugis Warnai Maulid GP Ansor Soppeng
Berita ini 30 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026

Berita Terbaru