Usai Akui Salah di DPRD, Kominfo Dharmasraya Kembali Berulah: Cap Wartawan “Disinformasi”

- Penulis

Senin, 8 September 2025 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Gambar Release Dharmasraya (Dok, Istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Bukannya belajar dari kesalahan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Dharmasraya kembali memicu kontroversi. Setelah sebelumnya mengakui kesalahan di hadapan DPRD karena mengintervensi wartawan kontrak untuk menjatuhkan citra DPRD dalam isu asesstensi Perubahan APBD 2025, kini Kominfo berulah lagi dengan menuding seorang jurnalis menyebarkan “disinformasi” melalui akun resmi Facebook Pemkab Dharmasraya.

Tudingan itu dilayangkan terhadap wartawan mediainvestigasi.net yang memberitakan kondisi lapuknya lantai jembatan di Jorong Pulau Anjolai, Nagari Koto Nan Ampek Dibawuah, Kecamatan Sembilan Koto. Berita berjudul “Warga Pulau Anjolai Swadaya Perbaiki Jembatan Lapuk, Bupati Anisa Pilih Tutup Mata” itu justru berangkat dari fakta di lapangan hasil wawancara dengan Kepala Jorong Pulau Anjolai, Bobi, dan sejumlah warga setempat pada Sabtu (06/09/2025).

Menariknya, usai release Dharmasraya dari Kominfo itu beredar, Bobi justru menyampaikan apresiasi. Dalam pesan singkat yang diterima redaksi, ia menulis:

“Saya tidak tahu kayu dari Sutan Riki sudah datang. Terima kasih banyak kak, sudah peduli dengan warga 9 Koto.”

Ucapan itu menjadi bukti nyata bahwa liputan tersebut murni berangkat dari suara warga, bukan kabar bohong seperti yang dituding Kominfo.

 

Kominfo Keblinger, DPRD Sudah Pernah Tegur

Ironisnya, tudingan “disinformasi” ini muncul tidak lama setelah Kabid Kominfo, Amrijal, mengakui kesalahannya di gedung DPRD Dharmasraya. Dalam sebuah video berdurasi 1 menit 31 detik, Amrijal dengan didampingi Plt Kadis Kominfo Bobby Perdana Riza dan Sekretaris Hendri menyatakan:

(Amrizal, disebelahnya kiri Plt Kominfo Bobby Perdana Riza, sebelah kanannya Sekretaris Kominfo Hendri, akui kesalahan di rapat asestensi di DPRD)

“Saya mengakui kesalahan dalam pemberitaan sebelumnya… itu kesalahan saya pribadi, dan saya mohon petunjuk bapak-bapak sekalian untuk dapat menegur saya secara langsung.”

Amrijal bahkan menambahkan bahwa jabatan Kabid Kominfo merupakan pengalaman pertamanya, sehingga ia meminta bimbingan dari atasannya.

Baca Juga :  Kapolres Dharmasraya Pimpin Panen Jagung Serentak, Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Namun, pengakuan itu seolah tak berarti apa-apa. Belum genap sepekan, Kominfo kembali mencederai marwah pers dengan tindakan serampangan: mengumbar cap “disinformasi” kepada jurnalis yang menjalankan tugas sesuai kode etik jurnalistik.

(Gambar ilustrasi: Aksi menciderai demokrasi, upaya pembungkaman pers)

 

Tamparan Keras: Kominfo Bukan Dewan Pers

Perlu dicatat, bukan wewenang Kominfo menilai atau memberi label terhadap produk jurnalistik. Sesuai Undang-Undang Pers, otoritas itu ada pada Dewan Pers. Tindakan Kominfo ini bukan hanya salah kaprah, tapi juga mencoreng nama baik pemerintah daerah di mata publik dan memperlihatkan betapa bobroknya tata kelola komunikasi di tubuh dinas tersebut.

Alih-alih fokus pada tugas pokok dan fungsinya di bidang layanan komunikasi publik dan teknologi informasi, Kominfo Dharmasraya justru terjerumus dalam praktik intervensi dan tuding-menuding terhadap pers. Padahal, pers merupakan pilar demokrasi yang dilindungi undang-undang.

Ucapan terima kasih dari warga Sembilan Koto semestinya menjadi alarm bagi pemerintah: jurnalisme hadir untuk menyuarakan jeritan masyarakat yang terabaikan. Bukan untuk dicap “disinformasi” hanya karena memberitakan kenyataan pahit yang tak ingin didengar penguasa.

 

Editor: Yanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Kapolda Berganti, 19 Bulan Laporan Tanah Samota Belum Naik Penyidikan
Satukan Langkah Membangun Negeri, TMMD ke-130 Inhil Rampungkan 90% Target Fisik ​
Bangun Negeri dari Desa, Satgas TMMD Kodim 0314/Inhil Perkuat Ketahanan Pangan di Keritang
Satukan Langkah Bangun Negeri dari Desa, TMMD ke-130 Tanam 1.000 Bibit Petai, Jengkol, dan Sirsak ​
Ditresnarkoba Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Kota Padang, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Paket Barang Bukti
Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Pinangsori Tapteng, 14 Paket Disita
Bupati Tapteng Hadiri Wisuda Wabup Mahmud Efendi di UMN Al Washliyah Medan
Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Perencanaan Pembangunan Gedung DPRD Kota Bukittinggi
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:37 WIB

Tiga Kapolda Berganti, 19 Bulan Laporan Tanah Samota Belum Naik Penyidikan

Senin, 2 November 2026 - 12:58 WIB

Satukan Langkah Membangun Negeri, TMMD ke-130 Inhil Rampungkan 90% Target Fisik ​

Senin, 2 November 2026 - 12:36 WIB

Bangun Negeri dari Desa, Satgas TMMD Kodim 0314/Inhil Perkuat Ketahanan Pangan di Keritang

Senin, 2 November 2026 - 12:17 WIB

Satukan Langkah Bangun Negeri dari Desa, TMMD ke-130 Tanam 1.000 Bibit Petai, Jengkol, dan Sirsak ​

Minggu, 1 November 2026 - 19:57 WIB

Ditresnarkoba Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Kota Padang, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Paket Barang Bukti

Berita Terbaru