Terancam Digusur, Keluarga Pensiunan PNS DKI di Bendungan Hilir Minta Solusi dari Gubernur

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 04:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di lokasi yang terancam digusur. (Dok. Istimewa)

Suasana di lokasi yang terancam digusur. (Dok. Istimewa)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Keluarga pensiunan PNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tinggal di Jalan PAM Baru Raya Nomor 1A–15A, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, diliputi keresahan menyusul rencana pengosongan rumah dinas yang mereka tempati selama puluhan tahun.

Keresahan itu mencuat setelah warga menerima surat pemberitahuan pengosongan dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui pihak Kelurahan Bendungan Hilir pada Jumat (10/4/2026).

Perwakilan warga menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada pihak kelurahan, termasuk kepada perwakilan bernama Roocky, agar difasilitasi solusi terbaik dan diteruskan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Warga berharap adanya kebijakan yang tidak merugikan, seperti relokasi ke hunian yang layak tanpa beban sewa serta pemberian kompensasi yang adil.

Untuk diketahui, para pensiunan tersebut merupakan eks pegawai Proyek Air Minum Jakarta di bawah Direktorat Teknik Penyehatan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen PUTL (kini Kementerian Pekerjaan Umum), yang telah mengabdi sejak sekitar tahun 1969.

Awalnya, mereka tinggal di kawasan Jalan Penjernihan I, Jakarta Pusat, yang kini menjadi salah satu kantor PAM Jaya. Namun pada tahun 1980, mereka dipindahkan ke rumah dinas di kawasan Perumahan Departemen Pekerjaan Umum, Pejompongan (Jalan PAM Baru Raya, Bendungan Hilir).

Selama menempati rumah tersebut, warga mengaku tetap memenuhi kewajiban sebagai penghuni, termasuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Warga juga telah berupaya mengurus kepemilikan rumah dinas agar dapat menjadi hak milik, sebagaimana sebagian penghuni lain di kawasan tersebut. Namun proses tersebut terkendala kebijakan moratorium yang masih berlaku.

“Kami tidak keberatan jika lahan ini akan digunakan oleh PAM. Namun kami meminta solusi terbaik. Misalnya direlokasi ke tempat tinggal yang layak tanpa harus menyewa, serta diberikan kompensasi yang adil,” ujar salah satu warga.

Baca Juga :  Gugatan Sosial dari Rakyat: Menakar Ulang Kontrak Sosial Indonesia di Tengah Badai Korupsi

Sebelumnya, warga PAM Baru Raya bersama sejumlah kelompok masyarakat yang terdampak penggusuran di Jakarta sempat bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Gedung LBH Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Pertemuan tersebut berlangsung usai acara serah terima Gedung YLBHI antara Pemprov DKI Jakarta dan YLBHI. Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan penolakan terhadap penggusuran paksa.

LBH Jakarta mencatat sekitar 2.000 warga di berbagai wilayah ibu kota terdampak atau terancam penggusuran.

Salah satu kelompok yang menyampaikan aspirasi adalah Perhimpunan Warga Perumahan Departemen Pekerjaan Umum, Pejompongan, Bendungan Hilir.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan mencari solusi terbaik bersama pihak terkait.

“Gini, saya kan tidak mengetahui semua persoalan. Di sini ada wali kota, LBH Jakarta, dan instansi terkait. Akan dicarikan solusinya,” ujar Pramono.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk membantu selama masih dalam kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kalau yang menjadi kewenangan Pemerintah DKI Jakarta, saya akan lakukan yang terbaik,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tirai Gelap di Ruang Sidang PN Cibinong: Ketika Majelis Hakim Menjadi Benteng Pembungkaman Pers*
PWI OKU Timur mengecam keras Pelaku Pemukulan Wartawan di Palembang, Usut tuntas Pelaku
Dugaan Perundungan Siswa Alexandria Islamic School, Kuasa Hukum Ungkap Sejumlah Persoalan
SUARA RAKYAT BERGEMA: RIBUAN WARGA AKAN SAMPAIKAN ASPIRASI KE DPR RI, MINTA PENGEMBALIAN KEUTUHAN DEMOKRASI
Belajar Praktik Baik di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Peserta PKA Sumut Perkuat Tata Kelola dan Kepemimpinan Berbasis Data
Uang Publik Dipertanyakan, Warga Dadok Tunggul Hitam Tuntut LPJ dan Audit Total
DUGAAN PUNGLI BERKEDOK UANG KOMITE DI PALEMBAYAN
SETELAH VIRAL PLESTERAN IRIGASI MONDAK PILADANG BISA DIKUPAS TANGAN, PEMBORONG DIDUGA ALIHKAN ISU DAN TANTANG WARTAWAN: “TUNGGU SAYA DI PALEMBAYAN
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Tirai Gelap di Ruang Sidang PN Cibinong: Ketika Majelis Hakim Menjadi Benteng Pembungkaman Pers*

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:03 WIB

PWI OKU Timur mengecam keras Pelaku Pemukulan Wartawan di Palembang, Usut tuntas Pelaku

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Dugaan Perundungan Siswa Alexandria Islamic School, Kuasa Hukum Ungkap Sejumlah Persoalan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:18 WIB

SUARA RAKYAT BERGEMA: RIBUAN WARGA AKAN SAMPAIKAN ASPIRASI KE DPR RI, MINTA PENGEMBALIAN KEUTUHAN DEMOKRASI

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Belajar Praktik Baik di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Peserta PKA Sumut Perkuat Tata Kelola dan Kepemimpinan Berbasis Data

Berita Terbaru