Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla

- Penulis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Muhammad

Kampar – Mediainvestigasi.net -Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diintensifkan. Hingga Selasa (25/8/2026), jumlah hotspot yang terpantau sejak pagi tercatat dua titik dan berada pada lokasi yang sama.

Di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, sebanyak 283 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan pada lahan gambut yang terdampak karhutla.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Personel tersebut terdiri dari 153 personel Polri, 45 personel Brimob, 30 personel TNI, 18 personel BPBD, 18 personel Manggala Agni serta 19 personel dari sejumlah perusahaan yang ikut mendukung operasi pemadaman.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra mengatakan, personel gabungan dibagi menjadi 10 regu untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap.

“Fokus kami sekarang memastikan seluruh bara yang masih tersimpan di dalam gambut benar-benar padam dan tidak kembali memunculkan api. Personel dibagi menjadi 10 regu agar penanganan bisa dilakukan secara lebih efektif,” kata Boby.

Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 13 hektare dengan karakteristik tanah gambut tebal dan ditumbuhi semak belukar.

Kondisi tersebut membuat proses pendinginan membutuhkan penanganan intensif karena bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan mengerahkan berbagai peralatan pemadaman, mulai dari mesin pompa, ministriker, nozzle, selang pemadam, water tank hingga kendaraan pemadam kebakaran.

Selain melakukan pendinginan pada areal yang masih mengeluarkan asap, petugas melakukan penyiraman dan blokade pada lahan yang belum terbakar untuk mencegah penjalaran api.

“Police line juga sudah kami pasang di lokasi. Untuk pemilik lahan maupun penyebab terjadinya kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Penanganan di lapangan berjalan bersamaan dengan proses penegakan hukum,” ujar Boby.

Baca Juga :  Kontingen Hapkido Padang Pariaman Resmi Dilepas, Optimistis Raih Prestasi di Kejurda dan Pra Porprov 2026

Hingga Selasa siang, asap masih terlihat pada beberapa bagian lahan sehingga proses pendinginan terus dilakukan.

Perubahan arah angin dan karakteristik gambut menjadi tantangan bagi personel di lapangan. Meski demikian, situasi di sekitar lokasi dalam keadaan aman dan terkendali.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, operasi di Rimbo Panjang merupakan bagian dari penanganan karhutla secara terpadu yang dilakukan Polda Riau bersama TNI, pemerintah daerah dan stakeholder terkait.

Menurutnya, penanganan tidak hanya difokuskan pada pemadaman, tetapi juga deteksi dini, patroli, pendinginan, pencegahan meluasnya kebakaran hingga penegakan hukum.

“Prinsipnya adalah kolaborasi. Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, masyarakat dan unsur perusahaan yang bergerak bersama,” jelasnya.

“Semua sumber daya yang tersedia kita konsolidasikan untuk mempercepat pengendalian karhutla,” imbuhnya.

Akmadi mengatakan, perkembangan hotspot juga terus dipantau secara berkala. Sejak Selasa pagi hingga pemantauan terakhir, tercatat dua hotspot di wilayah Riau dan keduanya berada pada titik yang sama.

“Dari pagi sampai pemantauan terakhir jumlah hotspot masih dua titik dan berada di lokasi yang sama. Perkembangan ini terus kami monitor. Penurunan jumlah titik panas tentu menjadi perkembangan positif, tetapi tidak boleh membuat kita lengah,” ujarnya.

Menurut Akmadi, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk mempertahankan kesiapsiagaan dan memastikan penanganan terus dilakukan selama masih ditemukan asap maupun bara di lapangan.

“Pesan Bapak Kapolda jelas, fokus tuntaskan pemadaman dan pendinginan. Selama masih ada asap dan bara, personel tetap bekerja. Targetnya bukan sekadar api padam di permukaan, tetapi memastikan tidak terjadi kebakaran kembali,” tegas Akmadi.

Polda Riau bersama TNI, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait akan terus melakukan pemantauan hotspot dan firespot, patroli serta operasi pemadaman dan pendinginan sebagai bagian dari upaya pengendalian karhutla dari hulu hingga hilir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang
Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran
Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa
Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026
Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 ,Tabligh Akbar Perkuat Nilai Keislaman dan Kebersamaan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
Sirah Nabi Berbahasa Bugis Warnai Maulid GP Ansor Soppeng
Tanah longsor terjadi di kawasan Kapalo Lubuak Jambu, Jorong Subarang Ombak, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung,
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026

Berita Terbaru