Gambar: Ilustrasi by IA
JAKARTA, Mediainvestigasi.net – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mendesak pemerintah untuk semakin serius membenahi tata kelola sektor pertambangan di Indonesia.
Soalnya, praktik pertambangan ilegal atau PETI (Pertambangan Tanpa Izin) masih marak terjadi di berbagai daerah dan makin bikin resah.
Ketua Umum Perhapi, Sudirman Widhy, menegaskan bahwa aktivitas tambang ilegal sama sekali tidak memberikan manfaat bagi negara maupun masyarakat.
Justru yang menikmati keuntungan hanyalah segelintir oknum pelaku tambang ilegal, para cukong, hingga oknum aparat yang jadi “backing”.
“Tidak ada keuntungan bagi negara maupun masyarakat dari tambang ilegal ini. Yang diuntungkan hanya oknum pelaku, cukong, dan aparat yang terlibat,” kata Widhy, dikutip Senin (10/11/2025).
Kenapa Tambang Ilegal Merugikan? Ini Dampaknya!
Perhapi menilai kerugian dari tambang ilegal jauh lebih besar daripada yang terlihat. Alih-alih memberi pemasukan, tambang ilegal justru menjadi beban negara dan masyarakat.
1. Pendapatan Negara Hilang
Pelaku tambang ilegal tidak membayar royalti (PNBP), pajak, maupun kewajiban lainnya. Artinya, potensi pemasukan negara hilang begitu saja.
2. Sumber Daya Tidak Tergarap Maksimal
Karena tidak ada perencanaan tambang (mine planning), proses penggalian dilakukan asal-asalan. Akibatnya:
Banyak cadangan mineral atau batu bara terbuang percuma
Bahan tambang yang seharusnya bernilai justru tertimbun kembali
Cadangan jadi tidak ekonomis untuk ditambang lagi
Dampak akhirnya? Potensi pendapatan negara dari sumber daya alam ikut lenyap.
Kerusakan Lingkungan: Efek Paling Parah dari Tambang Ilegal
Masalah terbesar dari praktik tambang ilegal adalah kerusakan lingkungan. Para penambang umumnya tidak peduli soal aturan pengelolaan lingkungan maupun reklamasi.
Dampak lingkungan yang sering terjadi:
Tanah pucuk (topsoil) rusak dan hilang, sehingga lahan bekas tambang sulit dipulihkan
Kualitas air menurun karena meningkatnya kekeruhan dan munculnya air asam tambang
Sungai yang terkontaminasi jadi tidak layak konsumsi dan membahayakan masyarakat
Jika pencemaran air masuk ke sungai atau perairan umum, risikonya sangat besar bagi kesehatan dan kualitas hidup warga sekitar.
Harga Komoditas Naik, Tambang Ilegal Ikut Ramai
Widhy juga menambahkan bahwa maraknya tambang ilegal biasanya mengikuti tren harga komoditas.
Ketika harga batu bara naik, jumlah tambang ilegal langsung meningkat. Dampaknya, pasar bisa mengalami oversupply sehingga harga menjadi tidak stabil.
“Kalau harga batu bara naik, tambang ilegal pasti ikut ramai. Supply meningkat dan akhirnya memengaruhi stabilitas harga pasar,” jelasnya.
Editor: Rully Firmansyah











