Berita

Sinyal di Jorong Koto Baru Dharmasraya Belum Aktif, Warga Keluhkan Listrik dan Biaya Rp12 Juta

1157
×

Sinyal di Jorong Koto Baru Dharmasraya Belum Aktif, Warga Keluhkan Listrik dan Biaya Rp12 Juta

Sebarkan artikel ini

Gambar: Tower Sinyal di Jorong Koto Baru, Dharmasraya Belum Aktif (Mediainvestigasi.net/Yanti) 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – 21 Oktober 2025 – Meski pemerintah daerah tengah gencar mempromosikan keberhasilan pembangunan menara telekomunikasi (BTS) di sejumlah wilayah, kondisi di lapangan menunjukkan fakta yang berbeda. Salah satu tower di Jorong Koto Baru, Nagari Koto Nan Ampek Dibawuah, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya, hingga kini belum aktif beroperasi karena kendala listrik dan biaya pengoperasian yang belum tersedia.

‎Wali Nagari Koto Nan Ampek Dibawuah Mukhlis secara terbuka mengakui permasalahan tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. “Tower sudah ready tiga bulan, tapi belum aktif karena arus listrik belum masuk, Buk. Kalau bisa bantu lah,” ujarnya singkat. Saat ditanya penyebab belum aktifnya tower tersebut, wali nagari mengungkapkan bahwa diperlukan biaya sekitar Rp12 juta untuk pengadaan listrik.

‎Kendati demikian, dalam narasi yang disampaikan Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, publik dipresentasikan gambaran kemajuan pembangunan tower telekomunikasi yang kian merata. “Alhamdulillah, separuh dari target sudah terlaksana. Sisanya akan kita perjuangkan agar bisa direalisasikan secara bertahap,” ujarnya dalam rilis resmi Pemkab Dharmasraya.

‎Namun, fakta di Jorong Koto Baru ini menunjukkan bahwa perjuangan tersebut belum sepenuhnya membuahkan hasil bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan akses sinyal akibat menara yang belum beroperasi. Permasalahan klasik seperti ketiadaan listrik dan biaya operasional masih menjadi penghambat utama.

‎Bupati Annisa, yang didampingi Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade, memang aktif menyuarakan aspirasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk bertemu langsung dengan Telkomsel.

‎“Terima kasih kepada Bapak Andre Rosiade atas dukungan politik yang sangat konkret, serta Telkomsel dan Mitratel atas kerja teknis di lapangan. Ini bentuk kolaborasi nyata antara pusat dan daerah,” tambah Bupati.

‎Namun, di tengah gempuran narasi keberhasilan, kondisi di lapangan seperti di Jorong Koto Baru menunjukkan masih adanya kesenjangan dan kebutuhan pendampingan serius dari pemerintah daerah dan pusat agar seluruh menara yang dibangun benar-benar dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎Warga berharap perhatian lebih dan langkah konkret untuk mengatasi masalah listrik dan biaya yang menjadi penghambat agar menara di daerah mereka bisa segera aktif dan mendukung konektivitas digital yang selama ini sangat dibutuhkan.

 

Editor: Yanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *