Menu

Mode Gelap

Berita

SILPA Dharmasraya 2025 Tembus Rp154 M, DPRD Kritik Keras: Pemkab Dinilai Gagal Serap Anggaran, Masyarakat Ikut Kecewa

badge-check


					SILPA Dharmasraya 2025 Tembus Rp154 M, DPRD Kritik Keras: Pemkab Dinilai Gagal Serap Anggaran, Masyarakat Ikut Kecewa Perbesar

Ilustrasi: Gambar SILPA (Dok, Ist) 

 

DHARMASRAYA, MEDIAINVESTIGASI.NET — Proyeksi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Kabupaten Dharmasraya tahun 2025 yang mencapai Rp154 miliar kembali memantik kritik tajam. Angka fantastis itu diduga kuat muncul akibat lemahnya kemampuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam menyerap anggaran, sehingga banyak program pembangunan tidak berjalan optimal sepanjang tahun anggaran.

Sorotan paling keras datang dari Fraksi PKB DPRD Dharmasraya. Dalam pandangan umum terhadap Ranperda APBD 2026, Anggota DPRD Sugiono mendesak Pemkab membuka secara gamblang komponen penyebab membengkaknya SiLPA tersebut pada Kamis (20/11).

“Ya, kita meminta kepada Bupati untuk penjelasannya secara detail mengenai sektor dan komponen apa saja penyebab SILPA ini,” tegas Sugiono, dikutip dari media Scientia.

 

SiLPA Besar, Indikasi Kegagalan Menjalankan APBD

Dalam teori keuangan daerah, SiLPA yang terlalu besar kerap menjadi sinyal bahwa pemerintah gagal mengeksekusi program, baik karena proses pengadaan yang lambat, perencanaan tidak akurat, atau lemahnya koordinasi antarperangkat daerah. Dengan kata lain, uang rakyat tidak tersalurkan ke program pembangunan sebagaimana seharusnya.

Di Dharmasraya, tingginya SiLPA dipandang sebagai bukti bahwa berbagai program pembangunan—termasuk infrastruktur dasar—tidak terselesaikan.

Salah satu masyarakat Dharmasraya, Rizal (42), mengaku heran dengan besarnya sisa anggaran sementara kondisi lapangan banyak yang terbengkalai.

“Jalan kami di nagari sudah bertahun-tahun rusak, tapi anggaran malah ngendap ratusan miliar. Kalau memang ada uangnya, kenapa tidak dikerjakan? Ini membuktikan Pemkab tidak mampu menjalankan programnya,” ujarnya.

 

Masyarakat Nilai Pemkab Tidak Efektif

Keluhan serupa juga muncul di berbagai nagari, terutama terkait:

Proyek infrastruktur yang mangkrak atau tidak dimulai.

Kegiatan sosial yang tidak terlaksana sesuai jadwal.

Minimnya percepatan pembangunan meski anggaran tersedia.

Besarnya SiLPA, menurut masyarakat, menjadi bukti nyata bahwa anggaran tidak dikelola untuk kepentingan publik secara maksimal.

 

DPRD Minta Transparansi Total

Dengan nilai SiLPA yang tembus lebih dari Rp150 miliar, DPRD menilai Pemkab Dharmasraya harus menjelaskan secara detail sektor mana saja yang tidak mampu menyerap anggaran, serta siapa yang bertanggung jawab atas lemahnya realisasi belanja.

Transparansi penuh dianggap penting agar kegagalan serupa tidak terulang dan agar uang publik di tahun berikutnya tidak kembali mengendap tanpa memberikan manfaat.

 

Editor: Mitra Yuyanti

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. **mitolyn reviews**

    Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.

    Balas
  2. **backbiome**

    Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Ketua Investigasi Nasional LPK GPI Mengungkap Fakta Dugaan Kuat Kasus Korupsi Proyek Mangkrak Pekerjaan Pembangunan Jalan Ruas Hai-Air Kalimat Merugikan Keuagan Negara

17 April 2026 - 17:40 WIB

Lapas Kelas IIA Bukittinggi Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan dalam Rangka HBP ke-62

17 April 2026 - 17:19 WIB

Penyaluran Bantuan Stimulan Pemberdayaan Dan Penghidupan Berkelanjutan Oleh Bupati Nias Utara

17 April 2026 - 13:48 WIB

Trending di Berita