Rakyat Aceh Gelar Aksi Damai: Tuntut Implementasi MoU Helsinki dan Tolak Penambahan Militer

- Penulis

Rabu, 9 Juli 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi damai di Aceh. (Dok. Razali)


Laporan: Razali

MEDIAINVESTIGASI.NET – Ribuan masyarakat Aceh menggelar aksi demonstrasi damai pada Senin, 7 Juli 2025, di depan Kantor Gubernur Aceh. Aksi ini mencerminkan keresahan publik terhadap stagnasi implementasi MoU Helsinki, ketidakjelasan status bendera Aceh, konflik kepemilikan tanah wakaf Blang Padang, serta rencana penambahan batalion militer di wilayah tersebut.

Tokoh masyarakat, Razali alias Nyakli Ma’op, memimpin langsung orasi dari atas mobil komando. Ia menyuarakan sejumlah tuntutan mendasar rakyat Aceh, termasuk penegakan keadilan dan kepastian hukum atas butir-butir perjanjian damai yang belum terealisasi.

“Permasalahan bendera Aceh dan tanah wakaf Blang Padang belum juga tuntas. Pemerintah tidak boleh diam. Kami menuntut kepastian hukum yang adil untuk rakyat Aceh,” tegas Nyakli.

Ia juga menolak rencana penambahan empat batalion militer di Aceh, yang dinilai bertentangan dengan semangat perdamaian.

“Aceh adalah Serambi Mekkah, bukan tempat untuk memperbanyak pasukan. Yang dibutuhkan rakyat hari ini adalah lapangan kerja, bukan senjata,” ujarnya, disambut sorakan dukungan dari massa.

Nyakli turut menyinggung ketimpangan ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam yang belum berpihak pada masyarakat lokal.

“Kami tidak ingin senjata lagi, kami ingin pekerjaan. Kami ingin hidup sebagai rakyat yang dihargai di tanah sendiri,” tambahnya.

“Kalau MoU tidak dijalankan sepenuhnya, lalu di mana arti perdamaian itu? Kami tidak ingin konflik kembali, tapi pemerintah harus jujur dan adil,” seru Nyakli dalam nada penuh emosi.

Sejumlah tokoh masyarakat lainnya juga menyampaikan sikap serupa, menekankan pentingnya penyelesaian berbagai persoalan identitas dan simbol kedaerahan.

“Bendera Aceh adalah simbol marwah. Jangan terus digantung tanpa kepastian. Pemerintah Aceh harus punya sikap, jangan hanya diam,” ucap salah satu tokoh yang turut hadir.

Baca Juga :  Tepati Janji, Bupati Tapteng Gerakkan 2 Ekskavator Normalisasi Sungai Pascabanjir di Desa Mela I dan Desa Mela II

Enam Tuntutan Masyarakat Aceh:

1. Implementasi penuh MoU Helsinki tanpa pengecualian

2. Penyelesaian status hukum bendera Aceh

3. Penyelesaian tanah wakaf Blang Padang

4. Penolakan terhadap penambahan 4 batalion militer

5. Pemenuhan hak-hak eks kombatan GAM dan korban konflik

6. Pembukaan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi berbasis SDA Aceh

Aksi Berlangsung Tertib

Aksi damai ini berlangsung tertib sejak pagi hingga menjelang zuhur. Massa membawa spanduk bertuliskan “Jangan Khianati MoU Helsinki”, “Bendera Aceh Hak Kami”, dan “Aceh Butuh Kerja, Bukan Batalion”. Pengamanan dilakukan oleh pihak kepolisian dan Satpol PP, tanpa insiden bentrokan.

Aksi 7 Juli 2025 ini menjadi penanda kuat bahwa masyarakat Aceh masih memegang teguh harapan atas tegaknya keadilan dan perdamaian yang hakiki. Suara rakyat yang disuarakan melalui orasi Nyakli dan para tokoh masyarakat menjadi panggilan moral bagi pemerintah untuk bertindak nyata, bukan sekadar menebar janji.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uang Publik Dipertanyakan, Warga Dadok Tunggul Hitam Tuntut LPJ dan Audit Total
Pemkab Tapanuli Tengah Ikuti Jaksa Sahabat Pendidik, Perkuat Sinergi Hukum dan Pendidikan Bersama Kejari Sibolga
Masuki Hari ke-10 Tanggap Darurat, DLH Tapteng Intensifkan Pembersihan Sampah Pascabencana di Tukka dan Badiri
Tepati Janji, Bupati Tapteng Gerakkan 2 Ekskavator Normalisasi Sungai Pascabanjir di Desa Mela I dan Desa Mela II
Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Di Kabupaten Nias Utara Dukung Pengembangan Potensi Desa
Wabup Tapteng Mahmud Efendi Hadiri HUT ke-81 TNI di Makorem 023/KS : Perkuat Sinergi Manjaga Keutuhan NKRI
Ketika Pikiran Presiden Sulit Dipahami
Mengalir Dukungan Masyarakat Minta Martani Jaya Maju Pilkades Desa Wayo Kabupaten Pulau Taliabu Merupakan Sosok Pemimpin Jujur dan Terbuka
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Uang Publik Dipertanyakan, Warga Dadok Tunggul Hitam Tuntut LPJ dan Audit Total

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Ikuti Jaksa Sahabat Pendidik, Perkuat Sinergi Hukum dan Pendidikan Bersama Kejari Sibolga

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Masuki Hari ke-10 Tanggap Darurat, DLH Tapteng Intensifkan Pembersihan Sampah Pascabencana di Tukka dan Badiri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Tepati Janji, Bupati Tapteng Gerakkan 2 Ekskavator Normalisasi Sungai Pascabanjir di Desa Mela I dan Desa Mela II

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Di Kabupaten Nias Utara Dukung Pengembangan Potensi Desa

Berita Terbaru