Polda Riau Intensif Ungkap Perburuan Gajah di Pelalawan, 40 Saksi Diperiksa

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 01:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad. (Dok. Istimewa)

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad. (Dok. Istimewa)

Laporan: Muhammad

MEDIAINVESTIGASI.NET – Polda Riau terus mengintensifkan penyelidikan kasus kematian gajah Sumatera yang ditemukan di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Hingga kini, sebanyak 40 saksi telah diperiksa untuk mengungkap pelaku perburuan satwa dilindungi tersebut.

Peristiwa ini menyita perhatian publik setelah bangkai gajah liar ditemukan warga pada Senin malam (2/2/2026) dalam kondisi mengenaskan. Sebagian kepala gajah hilang, mulai dari mata, belalai, hingga kedua gadingnya. Dari temuan awal, kuat dugaan satwa dilindungi itu menjadi korban perburuan liar.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melalui Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menegaskan komitmen pihaknya untuk menuntaskan kasus tersebut. Ia menyebut penanganan perkara dilakukan secara serius oleh Polres Pelalawan bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

“Polda Riau berkomitmen penuh dalam penegakan hukum terhadap pelaku perburuan satwa dilindungi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Kami pastikan kasus ini menjadi atensi serius,” tegas Kombes Pandra, Kamis (19/2/2026).

Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro bersama Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara mengungkapkan, 40 saksi yang telah diperiksa terdiri dari petugas keamanan (satpam), karyawan di areal konsesi perusahaan, serta masyarakat sekitar kawasan hutan lindung lokasi ditemukannya bangkai gajah.

Penyidik juga mendalami dugaan keterkaitan dengan jaringan perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi, termasuk kemungkinan adanya jaringan penjualan gading gajah. Langkah ini diambil untuk memastikan apakah perburuan dilakukan secara terorganisir.

Dalam proses penyelidikan, Polda Riau berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau dan mengedepankan metode scientific crime investigation. Tim Laboratorium Forensik bersama BKSDA telah melakukan nekropsi atau bedah bangkai terhadap gajah tersebut.

Baca Juga :  Kasat Narkoba Polres Sibolga Tingkatkan Kemampuan Personel dalam Penanganan Kasus Narkoba dengan melakukan pelatihan

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, dipastikan kematian gajah diduga kuat akibat tembakan senjata api yang mengenai bagian tengkorak atau batok kepala. Temuan ini menepis dugaan awal adanya unsur keracunan atau paparan zat berbahaya di sekitar lokasi.

Dari keterangan puluhan saksi, penyidik menyebut perkara ini mulai menunjukkan titik terang. Namun, kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap pelaku utama dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Polda Riau juga mengimbau masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas perburuan liar maupun perdagangan satwa dilindungi. Partisipasi publik dinilai penting dalam mempercepat pengungkapan kasus.

Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024, pelaku perburuan satwa dilindungi terancam hukuman pidana hingga 15 tahun penjara. Polda Riau memastikan perkembangan penyidikan akan disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk transparansi penegakan hukum.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditresnarkoba Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Kota Padang, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Paket Barang Bukti
Penganiayaan Berat di Caringin Bogor: Wilson Lalengke Kecam Aksi Main Hakim Sendiri, Desak Polisi Usut Tuntas Terduga Pelaku ‘Imron’
Kepala Bidang Aset Kekayaan INI Hustam Soroti Menteri Hukum RI Diduga Sengaja Abaikan Putusan MA Yang Sudah Inkrah
Beli 7 Dapat 9 Kubik” – Pasir Proyek Kantor Wali Nagari 4 Koto Palembayan Jadi Sorotan, Wali Nagari Diduga Sopiri Sendiri
Menata Ulang Tata Kelola Peradilan: Memperkuat Peran Komisi Yudisial demi Keadilan Sempurna bagi Rakyat Indonesia
Majelis Hakim PN Cibinong Diduga Kuat Berpihak pada Pelaku Mafia Tanah
Tirai Gelap di Ruang Sidang PN Cibinong: Ketika Majelis Hakim Menjadi Benteng Pembungkaman Pers*
PWI OKU Timur mengecam keras Pelaku Pemukulan Wartawan di Palembang, Usut tuntas Pelaku
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 19:57 WIB

Ditresnarkoba Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Kota Padang, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Paket Barang Bukti

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Penganiayaan Berat di Caringin Bogor: Wilson Lalengke Kecam Aksi Main Hakim Sendiri, Desak Polisi Usut Tuntas Terduga Pelaku ‘Imron’

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kepala Bidang Aset Kekayaan INI Hustam Soroti Menteri Hukum RI Diduga Sengaja Abaikan Putusan MA Yang Sudah Inkrah

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Beli 7 Dapat 9 Kubik” – Pasir Proyek Kantor Wali Nagari 4 Koto Palembayan Jadi Sorotan, Wali Nagari Diduga Sopiri Sendiri

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Menata Ulang Tata Kelola Peradilan: Memperkuat Peran Komisi Yudisial demi Keadilan Sempurna bagi Rakyat Indonesia

Berita Terbaru