Gambar: Pj Sekda Dharmasraya Jasman Rizal saat melantik pejabat (Dok, Istimewa)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dharmasraya, Jasman Rizal, akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik pelantikan enam pejabat struktural dan fungsional pada Jumat, 24 Oktober 2025, yang sempat memicu reaksi publik dan sorotan dari Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni.
Kepada media ini, Jasman Rizal menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan untuk tidak memberitahu Wakil Bupati terkait pelantikan tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa itu murni akibat kelalaian administrasi dan miskomunikasi teknis di lapangan.
“Memang benar, saya ada melakukan pelantikan terhadap enam orang pejabat struktural dan fungsional pada tanggal 24 Oktober 2025 lalu. Tidak ada maksud untuk tidak memberitahu Bu Wakil Bupati,” jelas Jasman Rizal melalui pesan WhatsApp kepada media ini.
Menurutnya, pelantikan dijadwalkan oleh BKPSDM pada pukul 09.00 WIB, dan ia telah tiba di kantor pukul 08.50 WIB. Sebelum pelantikan dimulai, Jasman mengaku sudah berupaya mencari Wakil Bupati untuk menyampaikan informasi secara langsung.
“Sebelum pelantikan tersebut saya sudah bicara dengan ajudan untuk mencari Bu Wabup. Namun saat saya ke ruangan beliau, ternyata beliau masih tugas di luar dan belum masuk ruangan. Karena acara mendesak, sebab ada kegiatan di Kejari, pelantikan tetap dilanjutkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah pelantikan selesai, dirinya sebenarnya berniat untuk segera menemui Wakil Bupati, namun belum sempat karena Wakil Bupati sudah lebih dulu datang ke ruangannya. Dalam pertemuan tersebut, Leli Arni menyampaikan teguran atas kelalaian yang terjadi.
“Bagi saya wajar beliau menegur saya sebagai stafnya yang lalai memberikan undangan. Saat itu saya juga langsung menegur Plt Kepala BKPSDM yang ada di ruangan, kenapa tidak ada undangan,” terang Jasman.
Jasman menegaskan, dirinya bertanggung jawab penuh atas kelalaian tersebut dan telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Wakil Bupati maupun Bupati Dharmasraya.
“Saya sebagai atasan mereka meminta maaf kepada Bu Wabup dan menjadikannya pelajaran agar tidak terulang. Saya juga telah menyampaikan kepada Bu Bupati bahwa ini murni kesalahan administrasi. Saya bertanggung jawab dan telah menegur OPD penanggung jawab pelantikan,” tulisnya.
Lebih lanjut, Jasman menyebut bahwa setelah peristiwa itu, hubungan dan komunikasi antara dirinya dengan Wakil Bupati tetap berjalan baik dan cair.
“Saat itu saya rasa masalah sudah selesai. Bu Wabup dengan kebesaran jiwanya telah memaafkan kami dan memberikan nasihat. Setelah itu kami masih berbincang dan menghadiri acara bersama sambil bersendagurau seperti biasa,” katanya.
Ia juga mengimbau semua pihak agar tidak memperbesar masalah ini dan mengajak untuk tetap fokus pada tugas membangun daerah.
“Mudah-mudahan seluruh pihak bisa lebih bijak menyikapi ini. Biasanya Bu Wakil selalu diundang, bahkan lebih sering menghadiri kegiatan dibanding Bupati karena beliau sibuk mencari sumber keuangan ke pusat. Jadi hal-hal kecil seperti ini tidak perlu dibesar-besarkan. Mari sama-sama memahami tugas dan peranan masing-masing serta fokus bersatu untuk membangun Dharmasraya,” tutup Jasman Rizal.
Editor: Yanti











