Perjusami Gugus 07 Kinali Berubah Menjadi Kemah Literasi
Pasaman Barat — mediainvestigasi.net
Suasana berbeda mewarnai Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) Gugus 07 Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Perkemahan yang semula berfokus pada kegiatan kepramukaan itu mendadak berubah menjadi “Kemah Literasi”, ketika komunitas Read Aloud Pasaman Barat hadir membawa semangat membaca ke tengah-tengah para peserta.
Kegiatan yang digelar di Bumi Perkemahan SD 07 Kinali, Nagari Sigunanti, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari empat sekolah dasar, yakni SD 08, SD 20, SD 30, dan SD 41 Kinali.
Perjusami merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya menumbuhkan dan menanamkan jiwa kepramukaan sejak usia dini. Bagi siswa sekolah dasar, kegiatan kepramukaan dikenal dengan istilah Pramuka Siaga.
Beragam kegiatan digelar selama perkemahan, mulai dari pelatihan keterampilan kepramukaan, berbagai perlombaan, api unggun, hingga kegiatan jelajah pada hari Minggu.
Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda.
Kehadiran komunitas Read Aloud Pasaman Barat memberikan warna baru. Bumi perkemahan yang biasanya dipenuhi aktivitas kepramukaan, untuk sesaat berubah menjadi ruang belajar yang penuh cerita, imajinasi, tawa, dan semangat membaca.
Kepala SD 07 Kinali sekaligus tuan rumah Perjusami, Kiki Fatmawati, S.Pd., mengatakan bahwa kehadiran Read Aloud Pasaman Barat membuat kegiatan tahun ini terasa lebih istimewa.
“Pada tahun pelajaran ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kami didatangi Read Aloud Pasaman Barat, sebuah komunitas literasi tentang membaca nyaring. Kehadiran mereka mengubah suasana bumi perkemahan menjadi kemah literasi,” ujar Kiki.
Menurut Kiki, anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan yang diberikan. Read Aloud Pasaman Barat mengisi kegiatan dengan membaca nyaring, Bookish Play membuat kapal dan pesawat impian dari kertas origami, teka-teki literasi, serta penyerahan hadiah.
Kegiatan tersebut tidak sekadar mengajak anak membaca, tetapi juga membawa mereka masuk ke dalam dunia cerita melalui permainan, kreativitas, dan imajinasi.
“Anak-anak kami sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Komunitas Read Aloud Pasaman Barat yang telah mengubah Perjusami menjadi kemah literasi. Semoga pada kegiatan berikutnya kami tetap dapat memohon kepada Read Aloud Pasaman Barat untuk bersedia menanamkan minat baca kepada anak-anak kami,” kata Kiki kepada Media Investigasi.
Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) Gugus 07 Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, berlangsung berbeda tahun ini. Kegiatan yang digelar di Bumi Perkemahan SD 07 Kinali, Nagari Sigunanti, diikuti sekitar 100 peserta dari SD 08, SD 20, SD 30, dan SD 41 Kinali.
Selain kegiatan kepramukaan, seperti pelatihan, perlombaan, api unggun, dan jelajah, komunitas Read Aloud Pasaman Barat menghadirkan kegiatan literasi berupa membaca nyaring, Bookish Play, teka-teki literasi, serta penyerahan hadiah.
Kepala SD 07 Kinali, Kiki Fatmawati, S.Pd., mengatakan kehadiran komunitas tersebut membuat Perjusami terasa istimewa.
“Kehadiran Read Aloud Pasaman Barat mengubah suasana bumi perkemahan menjadi kemah literasi,” ujar Kiki.
Ia menyebutkan, anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan membaca dan bermain. Kiki berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut.
Membaca Nyaring Bukan Sekadar Membacakan
Sementara itu, Bunda Puspa Dani, S.Pd., pembina Read Aloud Pasaman Barat yang juga Pengawas SD Kecamatan Kinali, mengatakan bahwa gerakan literasi perlu dibangun secara berkesinambungan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, sekolah-sekolah dasar, khususnya di Kecamatan Kinali, diharapkan dapat menunjuk guru untuk mengikuti pelatihan membaca nyaring sehingga kegiatan tersebut dapat terus dilakukan di sekolah.
“Membaca nyaring tidak sama dengan sekadar membacakan buku kepada anak. Dalam membaca nyaring, anak harus diajak terlibat dalam cerita yang sedang dibacakan. Mereka bukan hanya mendengar, tetapi ikut merasakan, berpikir, berimajinasi, dan berinteraksi dengan cerita,” jelas Bunda Puspa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pegiat Read Aloud Pasaman Barat yang telah memberikan perhatian terhadap kegiatan Perjusami Gugus 07 Kinali.
“Atas nama Pengawas SD Kecamatan Kinali, saya mengucapkan terima kasih kepada Bunda Fera Susanti, S.Pd., Ketua Read Aloud Pasaman Barat, Ustazah Siti Aminah, Tatik, S.Pd., dan Melisya, S.Pd. Walaupun kehadiran mereka tidak semuanya dapat dilakukan secara langsung karena berbagai agenda yang telah terjadwal, mereka tetap bersedia membantu dan memberikan warna baru dalam kegiatan ini,” tuturnya.
Menurut Bunda Puspa, mereka merupakan para guru, penulis, sekaligus pegiat literasi yang aktif di Pasaman Barat.
Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti di satu kegiatan saja.
“Insyaallah, setiap ada kegiatan perkemahan di Kecamatan Kinali maupun kecamatan lainnya di Pasaman Barat, kami dari Read Aloud Pasaman Barat siap hadir, selama kesehatan dan keadaan memungkinkan. Kami ingin ikut menumbuhkembangkan kembali minat baca anak-anak yang kini menghadapi tantangan besar dari perkembangan teknologi,” katanya.
Bunda Puspa menegaskan bahwa Read Aloud Pasaman Barat hadir untuk semua kalangan dan tidak membawa kepentingan kelompok tertentu.
Pembina Read Aloud Pasaman Barat, Bunda Puspa Dani, S.Pd., mengatakan gerakan literasi perlu dilakukan secara berkesinambungan di sekolah.
Menurutnya, membaca nyaring bukan sekadar membacakan buku, tetapi mengajak anak terlibat, berpikir, berimajinasi, dan berinteraksi dengan cerita.
Ia berharap sekolah-sekolah di Kecamatan Kinali dapat mengikutsertakan guru dalam pelatihan membaca nyaring.
“Read Aloud Pasbar hadir untuk semua, bukan untuk kelompok tertentu. Itu moto kami,” tegasnya.
Literasi, Menanam Benih untuk Masa Depan
Sementara itu, Bunda Fera Susanti menyampaikan permohonan maaf karena pihaknya belum dapat hadir secara lengkap dalam kegiatan tersebut. Namun, ia memastikan Read Aloud Pasaman Barat tetap terbuka untuk berkolaborasi dengan sekolah-sekolah dalam membangun budaya membaca.
“Kami mohon maaf karena belum bisa hadir secara sempurna. Mungkin ada beberapa kegiatan lain yang sudah teragenda sebelumnya. Namun, insyaallah kami siap memenuhi harapan Pengawas SD Kecamatan Kinali yang juga merupakan pembina Read Aloud Pasaman Barat,” ujarnya.
Menurutnya, selama kondisi kesehatan dan keadaan memungkinkan, Read Aloud Pasaman Barat akan terus membuka ruang kolaborasi demi menanamkan budaya baca melalui gerakan literasi sekolah.
Sebab, literasi bukan hanya tentang bagaimana anak mampu membaca sebuah kata. Lebih jauh dari itu, literasi adalah bagaimana sebuah kata mampu membuka jendela pengetahuan, menyalakan imajinasi, dan menuntun anak mengenal dunia.
Perjusami Gugus 07 Kinali pun akhirnya meninggalkan cerita yang berbeda.
Di antara tenda-tenda, api unggun, permainan, dan langkah-langkah kecil para Pramuka Siaga, tumbuh sebuah kegiatan sederhana yang menyimpan makna besar: membaca bersama, bermain bersama, dan menanamkan kecintaan terhadap buku sejak dini.
Karena sebuah buku mungkin hanya terdiri dari lembaran kertas, tetapi dari sanalah sebuah masa depan bisa dimulai.
Bunda Puspa juga mengapresiasi para pegiat Read Aloud Pasaman Barat yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Menanam Benih untuk Masa Depan
Bunda Fera Susanti menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir secara lengkap. Namun, ia memastikan Read Aloud Pasaman Barat tetap terbuka untuk berkolaborasi dengan sekolah.
Menurutnya, literasi bukan hanya kemampuan membaca, tetapi juga cara membuka pengetahuan dan menyalakan imajinasi anak.
Perjusami Gugus 07 Kinali pun menjadi ruang untuk membaca, bermain, dan menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak dini.
“Bersama kita membangun budaya baca menuju manusia mulia.”
Biro Pasaman Raya
Penulis : Rakiman Putra
Editor : Rafdy Guci










