BeritaDaerahHukum

Pantai Nias Utara terancam tercemar tumpahan aspal dari kapal India, Tim dari Kementerian KKP dan Pemkab Turun Ke lokasi

1761
×

Pantai Nias Utara terancam tercemar tumpahan aspal dari kapal India, Tim dari Kementerian KKP dan Pemkab Turun Ke lokasi

Sebarkan artikel ini

 

MediaInvestigasi.net, Kep. Nias —Kapal MV Aasih dari India bermuatan aspal terdampar di Nias Utara, ternyata lambunget kapal ini, pecah. Aspal yang dimuat lalu mencemari sepanjang pantai di wilayah kabupaten Nias Utara.

“Akibatnya, nelayan terganggu, dan penyu-penyu tidak bisa lagi ke pantai untuk bertelur, bahkan ada yang mati akibat tercemar tumpahan aspal” ujar warga setempat.

Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nias Utara Sabar Jaya Telaumbanua dampingi tiga orang staf dari Dit. Jend. (PRL-KKP) Kamis, (23/02/2023) sekitar lokasi kapal MV Aasih
terdampar yakni di wilayah Desa Faekhu naa, kecamatan Afulu, kabupaten Nias Utara.

Saat dimita tanggapan salah seorang staf Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (Dit.jend. PRL- KKP) Amirul Ardi mengatakan tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan datang ke lokasi setelah menerima laporan bahwa ada kapal Asing yang telah terdampar di lokasi ini yang bermuatan aspal yang telah tumpah dan berserakan di sepanjang pantai ini. Tentu ini kita sudah saksikan bersama.

“Kita telah berkoordinasi di berbagai pihak pemerintah dan kepada perusahaan dari kapal tersebut, kami sampaikan hari ini kita kroscek dulu di lokasi dan meminta tanggung jawab dari perusahaan kapal untuk membersihkan gumpalan aspal yang berserakan, karena sangat berpengaruh pada ekosistem di laut dan juga terganggu para nelayan, “bebernya.

Kadis Kelautan dan Perikan Sabar Jaya Telaumbanua, menyebutkan kejadian itu 11 Februari 2023, Kapal MV Aasih bermuatan Aspal terdampar di perairan Nias Barat tak jauh dari perbatasan Kabupaten Nias Utara. Ternyata lambung kapal bocor, maka terjadi tumpahan aspal di laut hingga sampai ke pantai di sini.

Peristiwa ini, menyebabkan ekosistem di laut sangat terganggu dan begitu juga para nelayan di sepanjang pantai ini.

“Kami sudah menyampaikan laporan baik ke pemerintah pusat dan juga provinsi. Hari ini kita mendampingi tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melihat secara langsung kejadian ini dan bagaimana tanggung jawab pihak perusahaan dari kapal tersebut, “ucap Kadis.

Salah seorang pelaut Sozanolo Gulo mengatakan “Sejak kejadian tersebut kami tidak bisa melaut lagi, kami berharap melaui pemerintah Kabupaten Nias Utara agar pihak perusahaan dari kapal asing ini dapat bertanggung jawab dan membersihkan semua gumpalan-gumpalan Aspal ini” Harapnya (Kaperwil Kep. Nis/Wira Zalukhu).