Menu

Mode Gelap

Berita

Padang Pariaman Sumbar Tetapkan Tanggap Darurat: Banjir dan Longsor Meluas, Ribuan Warga Perlu Bantuan Cepat

badge-check


					Anggota BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar mengevakuasi korban banjir di Kecamatan Ulakan Tapakis. Antara/Tangkapan layar Perbesar

Anggota BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar mengevakuasi korban banjir di Kecamatan Ulakan Tapakis. Antara/Tangkapan layar

Padang Pariaman, Mediainvestigasi.net – Cuaca ekstrem yang terus mengguyur wilayah Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) sejak Jumat (21/11), membuat pemerintah daerah akhirnya menetapkan status tanggap darurat bencana.

Hujan deras nonstop memicu banjir, longsor, hingga pohon tumbang di banyak titik—dan situasinya masih berkembang.

“Semua personel harus bergerak cepat, fokus pada keselamatan warga,” tegas Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Senin di Parik Malintang.

Banjir, Longsor, dan Cuaca yang Tak Juga Membaik

Sejak Sabtu (22/11), sejumlah nagari dilaporkan terendam banjir, beberapa kawasan tertutup material longsor, dan pepohonan tumbang menghalangi akses jalan.

BMKG bahkan memperkirakan cuaca ekstrem masih akan bertahan hingga 27 November, yang berarti risiko bencana susulan masih sangat mungkin terjadi.

Pemerintah daerah tidak mau menunggu kondisi memburuk. Langsung diturunkan:

  • BPBD
  • Satpol PP dan Damkar
  • ASN dari berbagai instansi
  • Relawan lokal

Tujuannya satu: pastikan warga aman dan kebutuhan darurat terpenuhi.

Ratusan Warga Dievakuasi, 8 Dapur Umum Diaktifkan

Sejauh ini, ratusan warga telah dievakuasi dari rumah-rumah yang terendam. Untuk memastikan pasokan makanan tidak terganggu, Pemkab sudah menyiapkan delapan dapur umum.

“Hari ini, pemerintah menyiapkan 2.000 paket makanan siap saji untuk didistribusikan ke seluruh titik bencana,” kata John.

Dengan akses jalan yang sebagian terputus dan beberapa kampung sempat terisolasi, bantuan makanan menjadi kebutuhan paling mendesak.

Pemkab Minta Bantuan Pusat: “Ini Sungai Kewenangan Nasional”

Salah satu faktor utama banjir di Padang Pariaman adalah meluapnya sungai yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, tepatnya Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V.

Menurut Pemkab, pihaknya sudah melakukan gotong royong besar untuk membersihkan aliran sungai seperti Batang Ulakan beberapa bulan lalu.

Tapi—karena debit air dari hulu besar dan kondisi sungai belum tertangani optimal—banjir kembali terjadi.

Karena itu, Pemkab Padang Pariaman meminta intervensi langsung dari pemerintah pusat untuk penanganan jangka panjang.

Belasan Titik Terdampak dan Aktivitas Warga Lumpuh

Sekda Padang Pariaman Rudy Repenaldi Rilis menyebutkan, ada belasan lokasi yang mengalami dampak bencana, baik banjir, longsor, maupun pohon tumbang.

Ini pun baru data sementara, karena petugas masih terus memutakhirkan informasi di lapangan.

Meski tak ada korban jiwa, aktivitas warga jelas lumpuh. Beberapa wilayah sempat terisolasi, meski kini sebagian sudah berhasil dievakuasi.

Pemerintah Fokus pada Dua Hal: Evakuasi dan Perbaikan Jangka Panjang

Selain penanganan darurat, Pemkab berupaya keras agar bencana tahunan ini tidak terus berulang. Koordinasi dengan pemerintah pusat akan difokuskan pada:

Normalisasi dan penanganan sungai
Penguatan infrastruktur pengendali banjir
Perbaikan akses jalan rusak
Penanganan kawasan rawan longsor

(***)Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. **mitolyn**

    Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

ADI Gugat Keadilan Pengupahan Dosen di Mahkamah Konstitusi

25 Mei 2026 - 16:11 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Tempuling Gelar Patroli KRYD Akhir Pekan

24 Mei 2026 - 21:59 WIB

Diduga Garap Hutan Mangrove Jadi Sawit, PT RSA dan Kades Batang Sari Intervensi Mitra Kerja PT Agrinas Palma Nusantara

24 Mei 2026 - 21:55 WIB

Trending di Berita