Berita

Muflihun La Guna Kembali Soroti Struktur Kekuasaan Desa Pencado Sekretaris Desa Mundur, Akibat PJ. Jarang Muncul, Masyarakat Sebut Malapetaka

3
×

Muflihun La Guna Kembali Soroti Struktur Kekuasaan Desa Pencado Sekretaris Desa Mundur, Akibat PJ. Jarang Muncul, Masyarakat Sebut Malapetaka

Sebarkan artikel ini

Foto Dokumentasi Istimewa : Muflihun La Guna (Aktivis mahasiswa) 

Taliabu Maluku Utara, Media Investigasi.net, Salah seorang Aktivis mahasiswa, Muflihun La Guna, kembali menyoroti persoalan serius yang terjadidalam tata kelola Pemerintahan Desa seperti yang terjadi saat ini di Desa Pencado Kecamatan Taliabu Selatan Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara, ungkapnya.

Dimana Aktivis mahasiswa, Muflihun La Guna, menilai Struktur manejen Desa Pencado Kecamatan Taliabu Selatan Kabupaten Pulau Taliabu hari ini tidak lagi berpihak pada kepentingan rakyat, melainkan berubah menjadi alat kekuasaan segelintir elite lokal yang hanya mementingkap kepentingan pribadi sementara masyarakat semakin sulit apalagi di tambah degan situasi manejemen semakin amburadul, tuturnya.

Sorotan ini menguat setelah sekretaris desa secara tiba-tiba mengundurkan diri, sementara Penjabat (PJ) Kepala Desa pencado disebut jarang terlihat di ruang publik, menimbulkan kebingungan dan keresahan di tengah masyarakat, kata. Muflihun La Guna.

Kepada Media Investigasi.net, Aktivis mahasiswa, Muflihun La Guna, melalui via tlpn whatssap, pagi tadi dalam pernyataannya, menyebut kondisi ini sebagai bentuk nyata dari alienasi birokrasi desa, di mana aparatur yang seharusnya menjadi pelayan rakyat justru terpisah dari realitas sosial masyarakatnya sendiri sehinggah struktur desa kini beroperasi layaknya “alat produksi kekuasaan” yang tidak lagi dikendalikan oleh rakyat, tetapi oleh kepentingan administratif dan politik tertentu, tegasnya.

“Desa seharusnya menjadi ruang demokrasi paling dekat dengan rakyat. Namun yang terjadi justru sebaliknya, rakyat tidak tahu harus mengadu ke siapa. Sekretaris desa pencado mundur tanpa penjelasan terbuka, PJ kepala desa pencado  jarang hadir, sementara pelayanan publik berjalan pincang,” ujar. Muflihun La Guna,
salah satu perwakilan mahasiswa.

Aktivis mahasiswa, Muflihun La Guna, juga mengatakan bahwa ketiadaan sekretaris desa dinilai berdampak langsung pada lumpuhnya administrasi. Mulai dari pengurusan surat menyurat, pelayanan data kependudukan, hingga koordinasi program desa menjadi tidak jelas arahnya bahkan warga mengaku kebingungan karena tidak ada figur yang bisa dimintai kejelasan secara pasti.

“Kalau kami butuh tanda tangan atau informasi, kantor desa sering kosong Katanya PJ tidak ada di tempat, sekretaris sudah mundur. Kami ini rakyat kecil, mau mengurus hak saja dipersulit,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.

Aktivis mahasiswa menilai situasi ini mencerminkan krisis legitimasi kekuasaan desa dalam perspektif muflihun La Guna,  ketika struktur pemerintahan tidak lagi bekerja untuk kepentingan kolektif, maka yang muncul adalah dominasi struktural rakyat diposisikan sebagai objek, bukan subjek pembangunan.

Masyarakat setempat resa di baling bubuk santai juga mempertanyakan transparansi pengunduran diri sekretaris desa.  belum ada penjelasan resmi yang disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya persoalan internal yang ditutup rapat, sementara dampaknya harus ditanggung oleh warga desa.

“Ini bukan sekadar soal satu pejabat mundur atau jarang masuk kantor. Ini soal bagaimana kekuasaan dijalankan tanpa kontrol rakyat. Ketika rakyat bingung dan diam, di situlah ketimpangan tumbuh,” tegas aktivis

Muflihun la Guna salah seorang  aktivis Mahasiswa dan juga pemuda pencado mendesak Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu yang di nahkodai oleh Bupati Sashabila Mus dan Wakil Bupati La Ode Yasir dan instansi terkait lainnya untuk segera turun tangan agar ada kejelasan pada status kepemimpinan Desa, pengisian jabatan sekretaris desa secara transparan, serta memastikan PJ kepala desa hadir dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Jika tanpa langkah konkret, mereka khawatir desa akan terus berada dalam kondisi stagnan, sementara rakyat semakin terasing dari pemerintahan yang seharusnya menjadi milik mereka. ketika struktur tidak lagi melayani kelas rakyat, maka perubahan bukan hanya perlu, tetapi tak terelakkan lantas jika demikian mau jadi apa masyarakat yang ada di Desa Pencado Kecamatan Taliabu Selatan, tutupnya.

Ketua Investigasi Indonesia Nasional **** La Omy La Tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *