Muflihun La Guna Kembali Soroti Struktur Kekuasaan Desa Pencado Sekretaris Desa Mundur, Akibat PJ. Jarang Muncul, Masyarakat Sebut Malapetaka

- Penulis

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Dokumentasi Istimewa : Muflihun La Guna (Aktivis mahasiswa) 

Taliabu Maluku Utara, Media Investigasi.net, Salah seorang Aktivis mahasiswa, Muflihun La Guna, kembali menyoroti persoalan serius yang terjadidalam tata kelola Pemerintahan Desa seperti yang terjadi saat ini di Desa Pencado Kecamatan Taliabu Selatan Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara, ungkapnya.

Dimana Aktivis mahasiswa, Muflihun La Guna, menilai Struktur manejen Desa Pencado Kecamatan Taliabu Selatan Kabupaten Pulau Taliabu hari ini tidak lagi berpihak pada kepentingan rakyat, melainkan berubah menjadi alat kekuasaan segelintir elite lokal yang hanya mementingkap kepentingan pribadi sementara masyarakat semakin sulit apalagi di tambah degan situasi manejemen semakin amburadul, tuturnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan ini menguat setelah sekretaris desa secara tiba-tiba mengundurkan diri, sementara Penjabat (PJ) Kepala Desa pencado disebut jarang terlihat di ruang publik, menimbulkan kebingungan dan keresahan di tengah masyarakat, kata. Muflihun La Guna.

Kepada Media Investigasi.net, Aktivis mahasiswa, Muflihun La Guna, melalui via tlpn whatssap, pagi tadi dalam pernyataannya, menyebut kondisi ini sebagai bentuk nyata dari alienasi birokrasi desa, di mana aparatur yang seharusnya menjadi pelayan rakyat justru terpisah dari realitas sosial masyarakatnya sendiri sehinggah struktur desa kini beroperasi layaknya “alat produksi kekuasaan” yang tidak lagi dikendalikan oleh rakyat, tetapi oleh kepentingan administratif dan politik tertentu, tegasnya.

“Desa seharusnya menjadi ruang demokrasi paling dekat dengan rakyat. Namun yang terjadi justru sebaliknya, rakyat tidak tahu harus mengadu ke siapa. Sekretaris desa pencado mundur tanpa penjelasan terbuka, PJ kepala desa pencado  jarang hadir, sementara pelayanan publik berjalan pincang,” ujar. Muflihun La Guna,
salah satu perwakilan mahasiswa.

Aktivis mahasiswa, Muflihun La Guna, juga mengatakan bahwa ketiadaan sekretaris desa dinilai berdampak langsung pada lumpuhnya administrasi. Mulai dari pengurusan surat menyurat, pelayanan data kependudukan, hingga koordinasi program desa menjadi tidak jelas arahnya bahkan warga mengaku kebingungan karena tidak ada figur yang bisa dimintai kejelasan secara pasti.

Baca Juga :  Hari-3 Operasi Keselamatan Krakatau 2025 Berjalan, Ribuan Pelanggar Ditemukan

“Kalau kami butuh tanda tangan atau informasi, kantor desa sering kosong Katanya PJ tidak ada di tempat, sekretaris sudah mundur. Kami ini rakyat kecil, mau mengurus hak saja dipersulit,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.

Aktivis mahasiswa menilai situasi ini mencerminkan krisis legitimasi kekuasaan desa dalam perspektif muflihun La Guna,  ketika struktur pemerintahan tidak lagi bekerja untuk kepentingan kolektif, maka yang muncul adalah dominasi struktural rakyat diposisikan sebagai objek, bukan subjek pembangunan.

Masyarakat setempat resa di baling bubuk santai juga mempertanyakan transparansi pengunduran diri sekretaris desa.  belum ada penjelasan resmi yang disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya persoalan internal yang ditutup rapat, sementara dampaknya harus ditanggung oleh warga desa.

“Ini bukan sekadar soal satu pejabat mundur atau jarang masuk kantor. Ini soal bagaimana kekuasaan dijalankan tanpa kontrol rakyat. Ketika rakyat bingung dan diam, di situlah ketimpangan tumbuh,” tegas aktivis

Muflihun la Guna salah seorang  aktivis Mahasiswa dan juga pemuda pencado mendesak Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu yang di nahkodai oleh Bupati Sashabila Mus dan Wakil Bupati La Ode Yasir dan instansi terkait lainnya untuk segera turun tangan agar ada kejelasan pada status kepemimpinan Desa, pengisian jabatan sekretaris desa secara transparan, serta memastikan PJ kepala desa hadir dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Jika tanpa langkah konkret, mereka khawatir desa akan terus berada dalam kondisi stagnan, sementara rakyat semakin terasing dari pemerintahan yang seharusnya menjadi milik mereka. ketika struktur tidak lagi melayani kelas rakyat, maka perubahan bukan hanya perlu, tetapi tak terelakkan lantas jika demikian mau jadi apa masyarakat yang ada di Desa Pencado Kecamatan Taliabu Selatan, tutupnya.

Baca Juga :  Kantor Bupati hingga Dinas di Dharmasraya Gelap Total Saat Mati Lampu

Ketua Investigasi Indonesia Nasional **** La Omy La Tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Puncak Mauluik Gadang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Masjid Raya IKK Ali Mukhni
Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla
Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang
Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran
Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa
Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026
Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 ,Tabligh Akbar Perkuat Nilai Keislaman dan Kebersamaan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:06 WIB

‎Puncak Mauluik Gadang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Masjid Raya IKK Ali Mukhni

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa

Berita Terbaru