Kisah Mistis di Balik Longsor Sinuruik Talamau Pasaman Barat: Tanda Alam, Lampu Musholla Menyala, hingga Dentuman Tebing Runtuh

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 00:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman Barat, Mediainvestigasi.net — Bencana longsor besar yang melanda Jorong Harapan Baru, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau,pada Jumat 28 November 2025,masih menyisakan cerita duka sekaligus kisah-kisah mistis yang beredar di tengah masyarakat.

Dua rumah warga tertimbun material tanah ribuan meter kubik, dan hingga hari pertama pencarian, tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI–Polri, dan relawan belum berhasil menemukan korban akibat medan yang sangat berat.

Namun di balik upaya keras semua petugas, ada cerita lain yang mencuat dari para warga setempat—sebuah rangkaian “tanda alam” yang disebut-sebut muncul sebelum tebing itu benar-benar runtuh.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hujan Deras, Retakan Jalan, dan Pertanda Malam Sebelum Longsor

Ucok, salah satu warga yang melintas di ruas jalan yang kini telah runtuh, mengaku melihat retakan besar di badan jalan pada malam sebelum kejadian.

“Saya sudah curiga malam itu, hujan deras, jalan mulai retak. Saya sudah memperingatkan warga sekitar. Dan benar, sekitar pukul 04.00 WIB, bukit itu longsor,” tuturnya.

Retakan yang kian memanjang itu menjadi tanda pertama sebelum bencana besar terjadi dini hari berikutnya.

Lampu Musholla Menyala Saat Listrik Padam

Cerita lain datang dari beberapa warga sekitar yang melihat hal aneh pada malam itu.

Ketika listrik di wilayah Sinuruik padam total, mereka justru melihat lampu musholla di bawah tebing menyala terang.

“Kami kaget, listrik mati tapi lampunya hidup. Kami cek, memang musholla itu bercahaya,” ujar salah satu warga yang ikut memeriksa lokasi.

Kejadian janggal itu membuat warga semakin yakin bahwa ada sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi.

Peringatan untuk Mengungsi yang Tidak Diindahkan

Melihat tanda-tanda alam dan kondisi tanah yang makin tidak stabil, warga berinisiatif membangunkan pemilik rumah yang kini tertimbun dan menyarankan untuk mengungsi.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Tinjau Lokasi Galodo di Malalak Timur, Instruksikan Penanganan Cepat untuk Korban

Namun imbauan itu tidak sepenuhnya diikuti.

“Sayangnya mereka menolak. Tidak lama setelah itu, dini hari kami mendengar dentuman keras dari bukit,” ungkap warga lain.

Dentuman tersebut diyakini berasal dari pergerakan tanah sebelum tebing akhirnya runtuh dan membawa material besar ke area pemukiman.

Ular Berkepala Dua Muncul Beberapa Hari Sebelumnya

Cerita lain yang membuat suasana makin mencekam adalah kemunculan ular berkepala dua yang sempat terlihat di sekitar lokasi beberapa hari sebelum longsor.

“Alam sebenarnya sudah memberi tanda. Tapi korban tidak menuruti anjuran kami untuk pindah sementara,” ucap seorang warga yang menyesali kejadian ini.

Meski sulit dibuktikan secara ilmiah, warga menilai kemunculan hewan langka itu sebagai pertanda kuat sebelum terjadinya bencana.

Pencarian Dilanjutkan Sabtu Pagi, Data Korban Masih Diverifikasi

 

Pencarian korban dijadwalkan dilanjutkan Sabtu, 29 November 2025, dengan fokus memperluas titik-titik yang diduga sebagai lokasi tertimbunnya warga.

Hingga kini, jumlah pasti korban hilang masih simpang siur, dan Posko TDB Kecamatan Talamau sedang melakukan verifikasi ulang untuk memastikan akurasi data agar pencarian lebih tepat sasaran.*** Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konfirmasi Belum Terjawab, Dua Pelaksana Blokir Kontak Wartawan — PUPR/Pemkab Bogor Diminta Buka Terang
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Antrean BBM Mengular di SPBU, Polres Soppeng Perkuat Patroli dan Pengamanan
TANGGAPI KABUT ASAP, POLSEK PALEMBAYAN DAN SAKA BHAYANGKARA BAGIKAN MASKER GRATIS KEPADA WARGA
Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi
Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor Digeledah, Polisi Dalami Dugaan Mafia Tanah PTSL 2019
Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:58 WIB

Konfirmasi Belum Terjawab, Dua Pelaksana Blokir Kontak Wartawan — PUPR/Pemkab Bogor Diminta Buka Terang

Selasa, 15 September 2026 - 16:44 WIB

Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sabtu, 12 September 2026 - 17:23 WIB

Antrean BBM Mengular di SPBU, Polres Soppeng Perkuat Patroli dan Pengamanan

Sabtu, 12 September 2026 - 17:12 WIB

TANGGAPI KABUT ASAP, POLSEK PALEMBAYAN DAN SAKA BHAYANGKARA BAGIKAN MASKER GRATIS KEPADA WARGA

Sabtu, 12 September 2026 - 09:21 WIB

Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi

Berita Terbaru