Menu

Mode Gelap

Peristiwa

Kisah Mistis di Balik Longsor Sinuruik Talamau Pasaman Barat: Tanda Alam, Lampu Musholla Menyala, hingga Dentuman Tebing Runtuh

badge-check


					Kisah Mistis di Balik Longsor Sinuruik Talamau Pasaman Barat: Tanda Alam, Lampu Musholla Menyala, hingga Dentuman Tebing Runtuh Perbesar

Pasaman Barat, Mediainvestigasi.net — Bencana longsor besar yang melanda Jorong Harapan Baru, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau,pada Jumat 28 November 2025,masih menyisakan cerita duka sekaligus kisah-kisah mistis yang beredar di tengah masyarakat.

Dua rumah warga tertimbun material tanah ribuan meter kubik, dan hingga hari pertama pencarian, tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI–Polri, dan relawan belum berhasil menemukan korban akibat medan yang sangat berat.

Namun di balik upaya keras semua petugas, ada cerita lain yang mencuat dari para warga setempat—sebuah rangkaian “tanda alam” yang disebut-sebut muncul sebelum tebing itu benar-benar runtuh.

Hujan Deras, Retakan Jalan, dan Pertanda Malam Sebelum Longsor

Ucok, salah satu warga yang melintas di ruas jalan yang kini telah runtuh, mengaku melihat retakan besar di badan jalan pada malam sebelum kejadian.

“Saya sudah curiga malam itu, hujan deras, jalan mulai retak. Saya sudah memperingatkan warga sekitar. Dan benar, sekitar pukul 04.00 WIB, bukit itu longsor,” tuturnya.

Retakan yang kian memanjang itu menjadi tanda pertama sebelum bencana besar terjadi dini hari berikutnya.

Lampu Musholla Menyala Saat Listrik Padam

Cerita lain datang dari beberapa warga sekitar yang melihat hal aneh pada malam itu.

Ketika listrik di wilayah Sinuruik padam total, mereka justru melihat lampu musholla di bawah tebing menyala terang.

“Kami kaget, listrik mati tapi lampunya hidup. Kami cek, memang musholla itu bercahaya,” ujar salah satu warga yang ikut memeriksa lokasi.

Kejadian janggal itu membuat warga semakin yakin bahwa ada sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi.

Peringatan untuk Mengungsi yang Tidak Diindahkan

Melihat tanda-tanda alam dan kondisi tanah yang makin tidak stabil, warga berinisiatif membangunkan pemilik rumah yang kini tertimbun dan menyarankan untuk mengungsi.

Namun imbauan itu tidak sepenuhnya diikuti.

“Sayangnya mereka menolak. Tidak lama setelah itu, dini hari kami mendengar dentuman keras dari bukit,” ungkap warga lain.

Dentuman tersebut diyakini berasal dari pergerakan tanah sebelum tebing akhirnya runtuh dan membawa material besar ke area pemukiman.

Ular Berkepala Dua Muncul Beberapa Hari Sebelumnya

Cerita lain yang membuat suasana makin mencekam adalah kemunculan ular berkepala dua yang sempat terlihat di sekitar lokasi beberapa hari sebelum longsor.

“Alam sebenarnya sudah memberi tanda. Tapi korban tidak menuruti anjuran kami untuk pindah sementara,” ucap seorang warga yang menyesali kejadian ini.

Meski sulit dibuktikan secara ilmiah, warga menilai kemunculan hewan langka itu sebagai pertanda kuat sebelum terjadinya bencana.

Pencarian Dilanjutkan Sabtu Pagi, Data Korban Masih Diverifikasi

 

Pencarian korban dijadwalkan dilanjutkan Sabtu, 29 November 2025, dengan fokus memperluas titik-titik yang diduga sebagai lokasi tertimbunnya warga.

Hingga kini, jumlah pasti korban hilang masih simpang siur, dan Posko TDB Kecamatan Talamau sedang melakukan verifikasi ulang untuk memastikan akurasi data agar pencarian lebih tepat sasaran.*** Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Ringsek Parah

28 April 2026 - 00:13 WIB

Mayor Laut (H) Ahmad Fauzi Angkat Bicara Soal Kasus Proyektil Rekoset

3 April 2026 - 14:26 WIB

Warga Sikabau Geger, Pria Muda Ditemukan Gantung Diri di Kebun Karet

3 April 2026 - 10:54 WIB

Trending di Peristiwa