Taliabu Maluku Utara, Investigasi.net, Ketua Lembaga Pemerhati Keungan Negara (LPKN) La Omy La Tua tegas menyampaikan bahwa Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi Maluku Utara tidak seharusnya pilih kasih dalam tupoksi pekerjaan dalam menjalankan Misi Kemanusiaan.
Dimana Ketua Lembaga Pemerhati Keungan Negara (LPKN) La Omy La Tua mengutarakan hal tersebut lantaran sejumlah persitiwa laka laut atau nelayan yang hilang sudah berulang kali saat melaut di perairan Kabupaten Pulau Taliabu, tidak pernah tersentuh oleh pihak Basarnas yang ada di Provinsi Maluku Utara
Padahal kita ketahu Kabupaten Pulau Taliabu sendiri masih masuk dalam Wilayah Provinsi Maluku Utara yang seharusnya pada setiap terjadinya musibah seperti yang terjadi saat ini di Desa Penu Kecamatan Taliabu Timur serta beberapa kejadian sebelumnya itu menjadi tugas dan tanggungjawab Basarnas.
Ketua Lembaga Pemerhati Keungan Negara (LPKN) La Omy La Tua juga tegas mengatakan bahwa kinerja basarnas Provinsi Maluku Utara patut dipertanyakan, apakah Taliabu ini bukan wilayah Maluku Utara atau bukan kok setiap laka laut, orang hilang di Kabupaten Pulau Taliabu baik di laut maupun di darat tidak pernah tersentuh oleh Basarnas yang ada di Provinsi Maluku Utara padahal itu Tupoksi dan mereka ini, tegas La Omy La Tua Rabu (9/8/2023).
Ketua Lembaga Pemerhati Keungan Negara (LPKN) La Omy La Tua melihat pihak Basarnas Provinsi Maluku Utara hanya lebih aktif melakukan pencarian dan pertolongan hanya di Kota Ternate dan Wilayah Halmahera saja, namun melakukan penyelamatan di Kabupaten Pulau Taliabu tidak pernah sama sekali.
Faktanya pihak Basarnas Provinsi Maluku Utara soal dua nelayan Desa Penu Kecamatan Pulau Taliabu yang hilang saat melaut mencari telur ikan terbang di Pulau Taliabu Basarnas tidak terliabat sama sekali, yang ada hanya sebatas koordinasi melalui via tlpn tampa satupun menerjunkan tim dalam pencarian dua nelayan, tuturnya.
Hal itu nampak saat dua nelayan asal Desa Penu Kecamatan Taliabu Timur yang hilang selama tiga hari, sampai degan samapai ditemukan kembali oleh warga Desa Penu, itu pun tidak ada keterlibatan Basarnas dari Provinsi Maluku Utara, tegas. La Omy La Tua.
Anehnya tidak hanya itu, namun banyak peristiwa di Taliabu yang membutuhkan kehadiran basarnas namun tidak pernah ada namun di mata Ketua Lembaga Pemerhati Keungan Negara (LPKN) La Omy La Tua Basarnas Provinsi Maluku Utara telah menganatirikan Masyarakat yang ada di Kabupupaten Pulau Taliabu dan bahkan Kabupaten Pulau Taliabu tidak masuk dalam bagian Provinsi Maluku Utara.
Ketua Lembaga Pemerhati Keungan Negara (LPKN) La Omy La Tua juga
menambahkan bahwa Kabupaten Pulau Taliabu tidak hanya dianaktirikan dalam hal pembangunan Infrastruktur oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara, tetapi dalam misi kesalamatan kemanusiaan juga dianaktirikan oleh Basarnas Provinsi Maluku Utara.
Jadi Kabupaten Pulau Taliabu juga bukan hanya dianaktirikan misi kemanusiaan namun dari segi pembangunan juga dianaktirikan
Aneh bin ajaib Kepala Kantor Basarnas Provinsi Maluku Utara Fatur Rahman jika masalah misi kemanusiaan hanya buat pengakuan pada awak media bahwa Basarnas sangat kesulitan menjangkau seluruh perairan Maluku Utara karna jumlah personel Basarnas Ternate yang hanya berjumlah 50 orang saja dengan Rescue Ship.
Kalau alasan tidak mampu menjangkau wilayah yang jauh dari Kota Ternate lalu apa artinya fasilitas oprasional laut maupun fasilitas oprasional udara yang di anggarkan oleh Negara begitu besar tidak dapat di fungsikan, tutup. La Omy La Tua.
(Tim Investigasi Wilayah Indonesia Timur dan Tim Investigasi Wilayah
Provinsi Maluku Utara **** JMD)











