Ketika Program Negara Dipertanyakan Manfaatnya bagi Seluruh Penggiat Literasi

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RELIMA Pasaman Barat untuk Siapa?

 

Pasaman Barat | mediainvestigasi.net

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Literasi adalah cahaya. Ia semestinya menerangi setiap sudut nagari, menyapa setiap rumah baca, menghidupkan perpustakaan, menguatkan sekolah, dan menumbuhkan harapan bagi siapa saja yang mencintai buku. Namun, ketika cahaya itu terasa hanya menerangi lingkaran tertentu, pertanyaan pun tak dapat dihindarkan: Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Pasaman Barat sesungguhnya hadir untuk siapa?

Program Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) merupakan program yang didanai melalui APBN oleh Perpustakaan Nasional RI. Harapannya sederhana namun mulia, yakni memperkuat budaya baca dan membangun ekosistem literasi yang merata di tengah masyarakat.

Namun, harapan itu ternyata belum sepenuhnya dirasakan oleh sebagian penggiat literasi di Kabupaten Pasaman Barat.

Salah seorang penggiat literasi yang juga merupakan penulis kepada mediainvestigasi.net mengaku sangat menyayangkan pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Imawan Azhari yang dipercaya sebagai RELIMA Pasaman Barat sekaligus menjabat sebagai Sekretaris Forum Penggerak Literasi (FPL) Pasaman Barat dinilai belum mampu menunjukkan keberpihakan kepada seluruh komunitas literasi.

“Yang tampak di lapangan, kegiatan RELIMA seolah hanya berputar di lingkungan FPL. Hampir seluruh aktivitas selalu melibatkan kelompok yang sama. Akibatnya, muncul kesan bahwa program negara ini hanya dinikmati oleh satu komunitas tertentu,” ujarnya.

Ia menilai, kegiatan yang dilakukan lebih banyak berorientasi pada pemenuhan laporan administratif daripada memperluas manfaat kepada seluruh taman bacaan, sekolah, maupun komunitas literasi yang tersebar di Pasaman Barat.

RELIMA: Semua Sudah Sesuai Juknis

Menanggapi kritik tersebut, Imawan Azhari saat dihubungi mediainvestigasi.net menjelaskan bahwa seluruh pelaksanaan program telah berjalan sesuai petunjuk teknis dari Perpustakaan Nasional RI.

Ia mengatakan, sebanyak 360 Relawan Literasi Masyarakat dari seluruh Indonesia telah mengikuti Bimbingan Teknis sebelum menjalankan tugas. Selama pelaksanaan program, setiap relawan didampingi oleh PIC, satuan tugas RELIMA, serta para mentor. Seluruh kegiatan juga dilaporkan secara berkala dan berada dalam proses monitoring serta evaluasi berkelanjutan.

Baca Juga :  Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Soppeng Datangi Warakawuri yang Sakit: Pengabdian Tak Berhenti di Jalan Raya

“Kalau RELIMA Pasaman Barat, tidak ada permasalahan terkait kesesuaian pelaksanaan program,” tegasnya.

Menjawab anggapan bahwa kegiatan hanya menyasar kelompok tertentu, Imawan menjelaskan bahwa sasaran RELIMA memang diarahkan kepada kelompok-kelompok yang menjadi bagian dari ekosistem literasi, seperti sekolah, perpustakaan, rumah baca, guru, penggiat literasi, pemerintah nagari, komunitas literasi, serta masyarakat yang memiliki minat mengembangkan budaya baca.

Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan strategi agar program berjalan lebih efektif dan mampu memberikan dampak yang optimal.

Kritik: Literasi Tidak Boleh Berhenti pada Kelompok Tertentu

Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari salah seorang tokoh masyarakat Pasaman Barat yang juga dikenal sebagai penulis dan penggiat literasi tingkat nasional.

Menurutnya, penjelasan Imawan Azhari lebih merupakan pembelaan diri dibanding jawaban atas kegelisahan para penggiat literasi di daerah.

“Kalau memang program ini untuk seluruh masyarakat, mengapa yang terlihat dalam berbagai kegiatan justru orang-orang yang itu-itu saja? Nagari mana saja yang telah dikunjungi selain Kapa? Sekolah yang didatangi pun umumnya memiliki keterkaitan dengan anggota FPL. Rumah baca yang dikunjungi juga didominasi TBM miliknya sendiri, TBM Ketua FPL, maupun TBM yang berada di lingkungan FPL,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa laporan yang disampaikan kepada Perpustakaan Nasional belum tentu menggambarkan kondisi riil di lapangan.

“Pihak Perpustakaan Nasional tentu menerima laporan administrasi. Namun, realitas yang dirasakan para penggiat literasi di Pasaman Barat belum tentu sama dengan isi laporan tersebut. Banyak taman bacaan, sekolah, dan komunitas literasi yang merasa belum pernah merasakan kehadiran program RELIMA,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, ia berharap proses seleksi Relawan Literasi Masyarakat ke depan lebih melibatkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten maupun Provinsi, sehingga tidak ada kesan keberpihakan kepada kelompok tertentu.

Baca Juga :  Keluarga Pelapor Kecewa! Polsek Mataram Baru Merubah Pasal yang Tertera dalam STPL Polres Lampung Timur 

“Program yang dibiayai oleh APBN ini semestinya menjadi milik seluruh masyarakat. Literasi tidak mengenal sekat organisasi, tidak mengenal kelompok, dan tidak boleh berhenti pada satu komunitas saja. Sebab ilmu yang baik adalah ilmu yang dibagikan seluas-luasnya, bukan yang berputar di lingkaran yang sama,” tutupnya.

Ka Biro Pasaman Barat

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rokok Ilegal Jagakarsa Disorot Keras: Rekaman Sebut Koordinasi dengan Oknum AKP M, Publik Minta Jawaban
Bappeda Kabupaten Pulau Taliabu Selenggarakan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Kemiskinan Daerah
Galodo Aro Suka Terjang Kompleks Pemkab Solok, Lumpur Penuhi Jalan Solok-Padang
Ditresnarkoba Polda Sumbar Perkuat Program Kampung Bebas Narkoba di Nagari Air Manggis Selatan Pasaman
ABPEDNAS Soppeng Perkuat Tata Kelola Desa dan Konsolidasi Organisasi
Dugaan Skandal Kapal Tongkang Rp30 Miliar, Ketum PPWI Laporkan Kapolda Sumsel dan Tiga Pejabat ke Propam Polri
Diduga Intimidasi Usai Pemberitaan, Penasehat PPWI Inhil Didatangi Pria yang Mengaku Suami Bidan
Plh. Kabag PBJ Tapanuli Tengah dengan Tegas Bantah Pokja ULP Pemkab Tapanuli Tengah Makelar Proyek Tahun 2026
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 12:41 WIB

Rokok Ilegal Jagakarsa Disorot Keras: Rekaman Sebut Koordinasi dengan Oknum AKP M, Publik Minta Jawaban

Selasa, 22 September 2026 - 10:45 WIB

Bappeda Kabupaten Pulau Taliabu Selenggarakan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Kemiskinan Daerah

Selasa, 22 September 2026 - 06:03 WIB

Galodo Aro Suka Terjang Kompleks Pemkab Solok, Lumpur Penuhi Jalan Solok-Padang

Selasa, 22 September 2026 - 05:52 WIB

Ditresnarkoba Polda Sumbar Perkuat Program Kampung Bebas Narkoba di Nagari Air Manggis Selatan Pasaman

Selasa, 22 September 2026 - 05:37 WIB

Dugaan Skandal Kapal Tongkang Rp30 Miliar, Ketum PPWI Laporkan Kapolda Sumsel dan Tiga Pejabat ke Propam Polri

Berita Terbaru

Rapat Penyusunan Annual Work Plan (AWP) dan Overall Work Plan (OWP) Daerah Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) Tahun Anggaran 2026-2030. (Dok. Bina Bangda/ Kemendagri)

Bina Bangda

Kemendagri Matangkan AWP dan OWP Program LSDP 2026-2030

Selasa, 22 Sep 2026 - 07:19 WIB