Menu

Mode Gelap

Peristiwa

Kapolres Pulau Taliabu Menjelaskan Insiden Meledaknya Hings Speeadboat “Bela 72” Milik Calon Gubernur Maluku Utara No. Urut 4, Benny Laos, Masyarakat Diminta Tak Perlu Giring Opini

badge-check


					Kapolres Pulau Taliabu Menjelaskan Insiden Meledaknya Hings Speeadboat “Bela 72” Milik Calon Gubernur Maluku Utara No. Urut 4, Benny Laos, Masyarakat Diminta Tak Perlu Giring Opini Perbesar

Foto : Kapolres Pulau Taliabu AKBP. Totok Handoyo, S.I.K., Saat Menjelaskan Insiden Meledaknya Hings Speeadboat “Bela 72”

 

Taliabu Maluku Utara, MediaInvestigasi.Net – Kepala Kepolisian Resor Pulau Taliabu AKBP. Totok Handoyo, S.I.K., kembali menjelaskan Insiden Ledakan Hings Speeadboat “Bela 72” yang menewaskan Calon Gubernur Maluku Utara No. Urut 4, Benny Laos, serta Istrinya mengalami patah tulang bagian kaki serta meninggalnya beberapa rombongan dalam insiden tersebut dalam rangka melaksanakan giat Kampanye di wilayah Kabupaten Pulau Taliabu yang mana terjadi di Pelabuhan Regional Bobong Pada hari Sabtu tanggal 12 Oktober 2024, Sekitar Pukul 14.05 Wit beberapa hari yang lalu.

Dimana Kepala Kepolisian Resor Pulau Taliabu AKBP. Totok Handoyo, menjelaskan kronologis terjadinya musibah armada laut Hings Speeadboat “Bela 72” yang di tumpangi Calon Gubernur Maluku Utara No. Urut 4, Benny Laos, bersama Istri Ibu Serly dan rombongan bersama Timnya tiba di Pelabuhan Regional Bobong Desa Bobong Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu pada Pukul 08.00 WIT, menggunakan Hings Speeadboat Bela 72 GT. 37 No 9942/BC dari Desa Nggele Kecamatan Taliabu Barat Laut setelah selesai melaksanakan Kampanye terbatas atau tatap muka bersama rombongan berjumlah 34 orang antara lain adalah :

1). Benny Laos (Calon Gubernur Malut Nomor Urut 4).

2). Hendrata Thes (Calon Bupati Kep Sula Nomor Urut 3).

3). Sherly Djoanda Laos (Istri Beni Laos).

4). Ester Tantri (Anggota DPRD Prov Malut Partai Demokrat).

5). Muhdin A. Wahid (Anggota DPRD Prov Malut Partai PPP).

6). Nasrun, S,Pd., (Tim Jurkam).

7). Mahsudin Ode Muisi (Tim Beni – Sarbin Kab. Pulau Taliabu).

8). Hamdani Buamonabot (Adc Cabup Kep Sula Hendrata Theis).

9). Sarkah (Tim Jurkam).

10). Alimin (Tim Jurkam).

11). Nurjana (Tim Kampanye).

12). Jamil Ibrahim (Walpri Cagub Beni Laos).

13). Sukarno (Walpri Cagub Beni Laos).

14). Kamal (Walpri Cagub Beni Laos).

15). Rivai (Walpri Cabup Kep. Sula Hendrata Theis).

16). Nursita (Sespri Sherly Tjoanda Laos).

17). Iren (Media Online).

18). Amir (Media Online).

19). Eno (Media Online).

20). Susi (Pembantu).

21). Adjam (Media Online).

22). Nursam (Pembantu).

23). Ikbal (Media Online).

24). Ican (Media Online).

25). Sance (Media Online).

26). Dian (Pembantu).

27). Vega (Pembantu).

28). Fadli (Walpri Cabup Kep. Sula Hendrata Theis).

Kemudian di tambah Motoris Hings Speedboat yang berjumlah 6 Orang yakni :

1). Rahmat Sudarsono (Kep Sped Boad).

2). Sudarwis Sudarsono (ABK).

3). Adi (ABK).

4). Ifan (ABK).

5). Irawan (ABK).

6).. Robi (ABK).

Kepala Kepolisian Resor Pulau Taliabu AKBP. Totok Handoyo, juga menjelaskan berdasarkan kronologis awal di lapangan ia menjelaskan, bahwa pada Pukul 10.00 WIT, Cagub Bersama tim kampanye melakukan kegiatan kampanye blusukan di dalam Kota Bobong Kabupaten Pulau Taliabu dengan Rute yang ditempuh meliputi Desa Wayo, Pasar Rakyat Wayo, kawasan pertokoan, serta beberapa objek vital perkantoran.

Selanjutnya pada Pukul 11.30 wit, Setelah selesai melaksanakan kampanye blusukan, cagub bersama rombongan Kembali ke kediaman H. Zainal Mus untuk persiapan melanjutkan kampanye di Desa Kawalo Kecamatan Taliabu Barat setalah Pukul 11.58 wit Cagub Bersama rombongan meninggalkan kediaman Zainal Musa menuju Pelabuhan regional Bobong Desa Bobong.

 

Untuk melanjutkan giat kampanye dengan menggunakan Hings Speeadboat menuju Desa Kawalo, dan saat sudah berada di Pelabuhan Bobong Calon Gubernur Maluku Utara No. Urut 4, Benny Laos, bersama Istri Ibu Serly dan rombongan bersama timnya langsung naik di dalam Hings Speeadboat,”tuturnya.

kemudian, sebelum Hings Speeadboat  berangkat, berdasarkan kronologis di lapangan saat itu Kru Armada Laut Hings Speeadboat sedang melakukan pengisian BBM jenis Pertalite sebanyak 2 ton, ditambah 1 ton sementara sisa BBM yang masih berada di tangki, yang mana BBM itu dibeli dari Pangkalan milik Bapak Kemal di Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu.

Yang mana pengisian BBM tersebut dilakukan secara manual menggunakan jerigen, diangkut dengan mobil pickup New carry No. Pol F 8219 VJ, kemudian di sounding ke dalam tangki Hings Speeadboat yang hanya menggunakan selang biasa.

Kepala Kepolisian Resor Pulau Taliabu AKBP. Totok Handoyo, juga menjelaskan bahwa setelah Calon Gubernur Maluku Utara No. Urut 4, Benny Laos, bersama Istri Ibu Serly bersama rombongan Timnya tiba di Pelabuhan Regional Bobong Desa Bobong Kecamatan Taliabu langsung naik ke dalam speed Hings Speeadboat yang mana pada saat itu sedang dilakukan pengisian BBM ke dalam tengki.

Melihat hal tersebut Wakapolres Pulau Taliabu Sirajudin, S.H., yang didampingi Kasat Lantas dan Kasi Dokkes Polres Pulau Taliabu yang saat itu sedang melaksanakan pengamanan menyampaikan kepada rombongan cagub untuk keluar sementara dalam Hings Speeadboat sebelum dilakukan pengisian BBM selesai.

Namun, hal tersebut tidak diindahkan, selain itu juga Wakapolres Pulau Taliabu Sirajudin, S.H., juga menyampaikan kepada Kru yang sedang melakukan pengisian BBM untuk hati hati dan memperhatikan keselamatan agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Tak selang beberapa waktu pada Pukul 14.05 WIT, saat pengisian BBM sedang berlangsung, tiba-tiba terjadi ledakan besar yang terdengar hingga ke seluruh wilayah Desa Bobong dan Wayo yang mengakibatkan bodi Speedboat terangkat dan terbelah dan menimbulkan asap tebal yang disertai kobaran api besar.

Kepala Kepolisian Resor Pulau Taliabu AKBP. Totok Handoyo, juga menyampaikan, berdasarkan hasil lidik dan pulbaket pasca terjadinya ledakan Hings Speeadboat telah dilakukan wawancara singkat dengan salah satu saksi yang merupakan salah seorang sopir pengangkut BBM di Hings Speeadboat Bela 72 yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) terjadi yakni Jurdin La Buade, 38 tahun, kelahiran desa Kramat pada tanggal 26 Maret 1987, pekerjaan swasta, beralamat di Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat,

 

Adapun yang diperoleh berdasarkan dari keterangan Jurdin La Buade, sekitar pukul 13.30 WIT, dirinya diminta oleh Kemal (pemilik BBM) untuk mengantar BBM Pertalite ke Pelabuhan Bobong guna diisikan ke dalam Hings Speeadboat Bela 72 yang merupakan Armada Laut yang ditumpangi oleh Calon Gubernur Maluku Utara No. Urut 4, Benny Laos, bersama Istri dan rombongan Timnya.

 

Yang mana Jurdin La Buade menjelaskan, bahwa BBM tersebut diangkut menggunakan mobil New carry dengan No. Pol : F 8219 VJ, menggunakan jerigen yang berisi BBM Pertalite menuju Pelabuhan Regional Bobong tempat di mana sandarnya Hings Speeadboat Bela 72, dan saat proses pembongkaran BBM yang diisi dalam jerigen kemudian diturunkan dari Mobil ke dermaga Pelabuhan.

Dan saat itu Kru Armada Laut sandar dan Hings Speeadboat Bela 72 langsung melakukan pengisian BBM ke dalam tangki menggunakan selang biasa, setelah selesai menurunkan BBM langsung kembali ke pangkalan BBM untuk mengambil sisa BBM.

Berselang 20 menit Jurdin La Buade kembali mengantar BBM sisa ke Pelabuhan untuk melakukan proses pengisian BBM di Hings Speeadboat Bela 72 sperti biasa, setelah semua jerigen berisi BBM diturunkan, dan dirinya langsung mengumpulkan jerigen kosong dan menyusunnya di bak mobil open cup New carry.

 

Kemudian sekitar 15 menit Jurdin La Buade pada saat dilakukan pengisian BBM di dalam tengki Hings Speeadboat Bela 72, tiba-tiba dirinya mendengar ada ledakan dari dalam Hings Speeadboat Bela 72, saat itu juga dirinya langsung masuk ke dalam mobil menghidupkan mesin mobil dan memundurkan kendaraan dan menjauh dari lokasi Hings Speeadboat Bela 72.

Saat kejadian Jurdin La Buade juga sempat melihat bagian atas speedboat bergerak turun, seakan-akan terjatuh, dan asap serta api mulai terlihat keluar dari dalam Hings Speeadboat Bela 72.

Jurdin La Buade juga menjelaskan bahwa pada saat kejadian, banyak masyarakat berada di areal pelabuhan, namun cukup jauh dari lokasi terjadinya Hings Speeadboat Bela 72 meledak dan saat mengisi BBM, masyarakat banyak di pelabuhan yang merupakan pengantar dan penumpang kapal Perintis yang itu juga sedang sandar di Pelabuhan Bobong.

Namun, ketika ledakan terjadi masyarakat disekitar pelabuhan Bobong berlarian meninggalkan dermaga sementara dirinya menghidupkan mesin mobil dan segera membawa jerigen kosong kembali ke pangkalan milik Kemal.

Setelah itu, Jurdin La Buade kembali ke pelabuhan untuk membantu evakuasi korban kebakaran Hings Speeadboat Bela 72 menuju ke RSUD Bobong untuk mendapatkan pertolongan.

Kepala Kepolisian Resor Pulau Taliabu AKBP. Totok Handoyo, juga menjelaskan kronologis berdasarkan hasil lidik dan pulbaket pasca terjadinya ledakan Speeadboat, dilakukan wawancara singkat dengan salah satu saksi Irawan yang merupakan salah satu ABK Armada Laut Hings Speeadboat Bela 72 dan diperoleh keterangan sebagai berikut :

a). Pada saat pengisian bahan bakar, saya berada di Pos KPLP di depan pelabuhan bersama Kapten Hings Speeadboat Bela 72, Rahmad Sudarsono kami tidak mengetahui secara pasti penyebab ledakan.

b). Saat proses pengisian BBM ke dalam tengki Speedboat, Mesin Genset dalam keadaan menyala dan posisi mesin genset saat berada di bagian depan Speedboat dan jarak tempatnya agak jauh dari tangki BBM yang terletak di bagian belakang Hings Speeadboat Bela 72.

c). Saksi menyampaikan bahwa saat Speedboat rombongan cagub Malut Benny Laos tiba di Pelabuhan Bobong yang sebelumnya dari Desa Lede Kecamatan Lede sandar di Pelabuhan regional bobong saksi (kapten) menyampaikan, bahwa saksi bersama Kru Hings Speeadboat Bela 72 selalu berada dalam Hings Speeadboat  Bela 72 dan tidak pernah meninggalkan Hings Speeadboat Bela 72 tanpa ada yang menjaga.

Berdasarkan hasil lidik dan pulbaket pasca terjadinya ledakan Hings Speeadboat Bela 72, dilakukan wawancara singkat dengan salah satu saksi Kemal (Pemilik pangkalan BBM), diperoleh keterangan sebagai berikut :

Sebelum terjadi ledakan, rombongan cagub yang sudah berada di dalam Hings Speeadboat Bela 72 tidak terlihat seorangpun yang merokok namun sebagian besar penumpang sedang mengaktifkan / memencet Handphone yang hingga menjadi diduga memicu (radiasi) terjadinya ledakan besar dan ketika ledakan terjadi. Penumpang yang berada di deck 2 bagian atas speedboat terlempar keluar ke laut, sementara sebagian penumpang di deck 1 tidak dapat bergerak dan setelah ledakan, Hings Speeadboat Bela 72 perlahan lahan tenggelam disertai asap tebal dan kobaran api.

 

Pasca ledakan dan terbelahnya Hings Speeadboat Bela 72 berselang 10 hingga 15 menit, kemudian dilakukan bantuan evakuasi oleh Personil Polres Pulau Taliabu, BKO Brimob, BKO Samapta Polda bersama Pers Koramil Bobong, Satpol PP, Damkar dan masyarakat dengan mengecek penumpang didalam speed yang terbakar dan mulai tenggelam dan ditemukan Penumpang diantaranya :

a). Pada Pukul 14.05 wit Pers BKO Brimob dan Polres dan Masyarakat melakukan penyelaman disekitar bodi speed dan ditemukan 3 (tiga) orang penumpang dengan identitas sebagai berikut :

– Serly Tjoandra (istri Cagub Beny Laos).

– Ester Tantri (Anggota DPRD Provinsi Malut).

– Beny Loas (Cagub Provinsi Malut)

Setelah pada Pukul 15.40 wit ditemukan 1 (satu) orang penumpang dengan identitas sebagai berikut :

– Mubin A Wahid (Anggota DPRD Provinsi Malut sekaligus Ketua DPW Partai PPP Provinsi Malut).

Selanjutnya Pukul 16.09 wit kembali ditemukan 2 (dua) orang penumpang dengan identitas sebagai berikut :

– Nasrun, S.Pd (Tim Kampanye).

– Mashudin Ode Muisi (Tim Kampanye).

Kemudian pada Pukul 16.07 wit kembali ditemukan 1 (satu) orang penumpang dengan identitas sebagai berikut :

– Bripka Hamdani Buamonabot (Adc Hendrata Thes)

Sementara penumpang yang menjadi korban ledakan Hings Speeadboat Bela 72 saat di temukan langsung dievakuasi ke 3(tiga) lokasi tempat yang berbeda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut diantaranya RSUD Bobong beralamat di Desa Ratahaya Kecamatan Taliabu Barat, inilah kronologis singkat dari perkara tersebut.

Selanjutnya Kepala Kepolisian Resor Pulau Taliabu AKBP. Totok Handoyo,.S.I.K., mengatakan, bahwa perkara tragedi meledaknya Armada Laut Hings Speeadboat yang Menewaskan Calon Gubernur Maluku Utara No. Urut 4, Benny Laos pihak Kepolisian Republik Indonesia khususnya Kepolisian Resor Pulau Taliabu akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Yang nantinya akan melibatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia dari Mabes Polri berdasarkan Surat Perintah Nomor: Sprin/2344/X/Res.9.4/2024, dalam rangka melakukan pemeriksaan sebab-sebab terjadinya kebakaran Kapal Cepat (Hings Speeadboat Bela 72) yang mengakibatkan 6 orang meninggal dunia di Dermaga Pelabuhan Regional Bobong Desa Bobong Kabupaten Pulau Taliabu Maluku Utara, pada hari Sabtu tanggal 12 Oktober 2024 sekitar pukul 14.05 WIT, beberapa saat yang lalu.

Maka perlu dikeluarkan surat perintah berdasarkan :

1). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

2). Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Petikan Puslabfor Tahun Anggaran 2024 Nomor: SP DIPA- 060.01.1.642509/2024 revisi pada tanggal 07 Agustus 2024;

3). Permintaan Backup Bid labfor Polda Sulawesi Utara dan permintaan via Telepon Direktur Kriminal Umum Polda Maluku Utara perihal permintaan dalam rangka pemeriksaan TKP Kebakaran secara laboratoris maka diperintahkan :

1). Kompol. Nurkolis, S.T., S.H., M.M.

(Kasubbid Lakabakar Pada Bid Fiskomfor).

2). AKP. Tatang Kukuh Wibawa, S.T., M.T. (Paur Subbid Lakabakar Pada Bid Fiskomfor).

3). Briptu. Rangga Tri Permana (Staf Pemeriksa Pada Bid Fiskomfor).

Untuk melaksanakan tugas pemeriksaan sebab-sebab terjadinya kebakaran Kapal Cepat (Hings Speeadboat Bela 72) yang mengakibatkan 6 orang meninggal dunia di Dermaga Pelabuhan Regional Bobong Desa Bobong Kabupaten Pulau Taliabu Maluku Utara, pada tanggal, 13 s.d. 20 Oktober 2024.

1). mengadakan koordinasi dan kerjasama yang sebaik-baiknya dengan unsur terkait.

2). kegiatan ini menggunakan DIPA Puslabfor T.A. 2024.

3). Melaporkan.

Selain itu juga Tim Bidang Laboratorium Forensik berdasarkan Surat Perintah, Nomor: Sprin/ 238 IX/HUK.6.6./2024/Bid labfor berdasarkan pertimbangan, bahwa dalam rangka melaksanakan olah TKP dan pengambilan barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) .

Maka perlu dikeluarkan surat perintah berdasarkan :

1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia;

2. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009.

Tentang Tata Cara dan Persyaratan Permintaan Pemeriksaan Teknis Kriminalistik Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan Laboratoris Kriminalistik Barang Bukti (BB) kepada Labfor Polri.

3. Permintaan via Telepon Direktur Kriminal Umum Polda Maluku Utara perihal permintaan pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kebakaran secara laboratoris.

Adapun yang terlibat dalam Tim Bidang Laboratorium Forensik dari Kepolisian Daerah Sulawesi Utara Adalah :

1). AKBP. Hartanto Bisma, S.T., M.Pd.(KABIDLABFOR POLDA Sulawesi Utara).

2). IPDA. Herdian Saputra, S.Si. (Pamin Urnarko Subbidnarkoba).

 

3). BRIPDA. Muhammad Fauzan Abidin (BA Subbid Fiskomfor).

Disamping tugas, kewajiban dan tanggung jawabnya sehari-hari, Tim juga ditunjuk untuk melaksanakan pemeriksaan olah TKP Kasus Kebakaran Kapal Cepat (Hings Speeadboat Bela 72) yang mengakibatkan 6 orang meninggal dunia di Dermaga Pelabuhan Regional Bobong Desa Bobong Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara, pada tanggal 13 s.d. 15 Oktober 2024.

Yang nantinya Tim mengadakan koordinasi dan kerjasama yang sebaik-baiknya dengan unsur terkait dan melaporkan hasil pelaksanaannya kepada Kabid Labfor Polda Sulawesi Utara dan melaksanakan perintah ini dengan saksama dan penuh rasa tanggung jawab serta surat perintah ini dikeluarkan di Manado pada tanggal 13 Oktober 2024 oleh Kabid Abfor Polda Sulawesi Utara.

Kepala Kepolisian Resor Pulau Taliabu AKBP. Totok Handoyo, juga menjelaskan, Insiden Ledakan Hings Speeadboat “Bela 72” yang menewaskan Calon Gubernur Maluku Utara No. Urut 4, Benny Laos, serta Istrinya mengalami patah tulang bagian kaki serta meninggalnya beberapa rombongan hingga sampai saat ini pihak Kepolisian Resor Pulau Taliabu, masih melakukan penyelidikan bersama tim dari Mabes Polri untuk memastikan penyebab terjadinya ledakan atau terbakarnya Hings Speeadboat “Bela 72” Armada laut yang di gunakan oleh Calon Gubernur Maluku Utara No. Urut 4, Benny Laos.

 

Kepala Kepolisian Resor Pulau Taliabu AKBP. Totok Handoyo, juga berharap pada seluruh masyarakat di Provinsi Maluku Utara Khususnya masyarakat di Kabupaten Pulau Taliabu untuk saat ini tak perlu menggiring opini publik yang akan membuat kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.

Kiranya terkait dengan penanganan kasus penyebab terjadinya ledakan atau terbakarnya Hings Speeadboat “Bela 72″ Armada laut yang di gunakan oleh Calon Gubernur Maluku Utara No. Urut 4, Benny Laos di Pelabuhan Regional Bobong Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu masyarakat dapat memberikan kepercayaan penuh kepada pihak Kepolisian hingga kasus ini dapat pastikan penyebab terjadinya musibah tersebut,” tutupnya.

 

(Ketua Investigasi Indonesia Nasional **** La Omy La Tua).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Seorang Pelajar Di Kabupaten Nias Utara Di Temukan Tidak Bernyawa

16 Mei 2026 - 08:32 WIB

Mengetuk Pintu Langit: Kisah Rusdi Asmi, Pemuda Disabilitas yang Berjuang di Tengah Senyapnya Kepedulian

15 Mei 2026 - 00:30 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Anggi, Dominggus Saiba Minta BPBD Bergerak Cepat

7 Mei 2026 - 20:17 WIB

Trending di Daerah